THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
MAAfKAN PUTRA


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit Erick dan Fani langsung berlari menuju ruang ICU meninggalkan sang sopir begitu saja, dia terus berlari hingga terlihat ruang ICU didepan, terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk menunggu sendiri dan menunduk dikursi tunggu yang sudah tersedia.


"romo..." panggil Erick terhadap pria paruh baya itu. Dia langsung memeluk badan romonya begitu saja sambil menangis.


"maafkan putra romo, putra tak bermasud membuat jantung bunda kambuh putra hanya..." belum selesai Erick bicara tapi ucapannya sudah dipotong sama romonya.


"sudah, romo tahu apa yang ingin kau katakan, harusnya romo yang nangis le bukan kamu, ini malah romo yang nenangin kamu, romo jadi teringat waktu kamu masih kecil le" kata romo sambil mengelus punggung anaknya.


"biarin gak boleh apa cowok nangis hu hu hu" ketus Erick.


"dulu mas Erick sangat cemen eh sekarang gak berubah sama sekali" ejek Fani sambil tersenyum.


"diam kamu Fani gak usah buka aib segala" ketus Erick Fani hanya tersenyum saja.


"oh iya om bagaimana keadaan tante?" tanya Fani.


"masih kritis Fan"


"semoga baik-baik saja om"


"trima kasih Fan"


"sejak kapan bunda sakit romo?" tanya Erick yang masih dalam pelukan romo.


"tadi pagi!!" jawab romo singkat.


"tadi pagi, aku kabur kemarin bunda masih baik-baik saja berarti sakit bunda bukan karena aku kabur dong" batin Erick yang menyadari sesuatu.


"bunda sakit karena apa romo?" tanya Erick lagi karena penasaran.


"itu...." romo bingung harus menjawab apa karena tak mungkin dia bilang sebenarnya kalo jantung bunda kambuh karena mendengar mobil yang ditumpang Karin jatuh keanak danau. Jika sampai Erick tahu yang sebenarnya dia pasti akan berlari keluar saat ini juga untuk memastikan apa benar ucapan romonya.


"bukannya karena kamu ya jantung bunda kambuh, romo menyuruhmu untuk intropeksi diri tapi kamu malah kabur" balas romo beralasan.


"maafkan putra romo tapi putra tidak bisa jauh darinya, putra tidak mau kehilangan lagi"


"romo tidak pernah melarangmu menjalin hubungan dengan siapapun dan bagaimanapun derajat mereka, romo hanya tidak suka kau menyukai sesama jenis apalagi sampai murtad" kata romo panjang lebar.


"lho memang mas Erick belum ta..." belum selesai Fani bicara hpnya sudah berdering, segera dia melihat hpnya terlihat sebuah nomor yang tak dikenal tertera dilayar hp dan segera dia merijeknya, hp itu terus berbunyi membuat Fani jengkel dan terus merijeknya hingga seseorang dibalik tembok kesal dan cemberut.

__ADS_1


"dasar wanita minta dikasih pelajaran matematika biar kapok" gerutunya dengan cemberut.


"angkat saja Fan" kata romo.


"malas om nomor tak dikenal sekarang kan banyak penipuan lihat nih" balas Fani sambil memperlihatkan nomor baru yang ada dihpnya.


"kamu benar Fan" kata romo.


Tring...


Kini pesan watshap yang masuk dari nomor yang sama. "jangan bilang kalo baby wanita!!" Fani terjenggang melihatnya segera dia mengedarkan pandangannya keseluruh koridor dengan teliti mencari sang pengirim pesan. Tak jauh dari dia duduk terlihat seorang pria asia timur sedang bersandar ditembok dan berpose bak model profesional memegang hp menunjukan giginya yang rapi siapa lagi kalo bukan Felix Chen.


"darimana dia tahu nomorku?" batin Fani berdecih tak suka.


Pesan watshap berbunyi untuk kedua kalinya segera dia melihatnya. "simpan nomorku sayang biar gak kaget hahahaha" pesannya membuat Fani jengkel melupakan apa yang ingin dia katakan tadi.


"sayang palamu" gerutu Fani dan didengar romo yang duduk didekatnya.


"sayang kenapa Fan" kata romo.


"ah tidak ada apa-apa om"


Tak selang berapa lama dokter yang menangani bunda keluar membuat ketiganya berdiri menghampirinya.


"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya romo dengan kawatir.


"sabar ya dia terlalu syok" kata dokter sambil menepuk pundak romo.


"i, iya" balas romo terbata dia berdiri terpaku seakan tak berdaya.


"apa maksudnya, bunda tidak apa-apa kan dok" dokter hanya diam saja, melihat sang dokter hanya diam Erick langsung berlutut dilantai sambil menangis.


"tidak, bunda pasti tidak apa-apa" Erick terus berkata sambil menangis. Fani yang melihatnya merasa iba dia lalu mendekat menenangkannya.


Felix yang melihatnya merasa panas dia menelfon Fani tapi tak dihiraukan sama Fani membuat dia tambah kesal.


"dasar wanita awas kau nanti" gerutunya dengan pandangan lurus kedepan.


"aku mau lihat bunda Fan, aku mau lihat bunda" Erick berlari menuju kedalam.

__ADS_1


Tiba didalam Erick terpaku tak berdaya, badannya begitu lemas apalagi kakinya seolah tak bertulang dan ingin jatuh kelantai, Fani segera memegang lengan Erick supaya tidak jatuh dan menuntunnya mendekat, dia berjalan dengan gemetar, dia seret kakinya dengan paksa menuju keseorang wanita paruh baya yang terbaring lemah diranjang pasien, berbagai alat melekat dibadan wanita itu seorang wanita yang sudah melahirkannya membesarkannya dengan penuh kasih sayang.


"ini bukan pura-pura kan, bunda maafkan putra" kata Erick histeris disamping bundannya.


"tenang le bundamu pasti sembuh dia wanita yang kuat" kata romo menenangkan anaknya.


"tenang gimana romo bunda gak mau bangun, bangunin bunda romo putra mau minta maaf putra akan intropeksi, putra janji" Erick terus yerocos tanpa henti membuat hati keduanya teriris.


"ini semua salahku, seandainya putra nurut pasti tak akan seperti ini" lanjutnya sambil menangis histeris.


"jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini bukan salahmu" kata romo menepuk punggung anaknya.


"romo diam saja, ini salahku putra yang menyebabkan bunda seperti, romo pasti juga menyalahkan putra kan" kata Erick.


Romo mendesah kesal dalam hati dia tak pernah menyalahkan siapapun, dia menganggap ini hanya cobaan semata saja.


"jantung bundamu kambuh karena dia mendengar kabar mobil yang ditumpangi Karin jatuh keanak danau" akhirnya sang romo kelepasan juga membuat keduanya terkejut tak percaya.


"APA!!" kata keduanya kompak


*****


WARNING:


Alkhamdulilah novel the twins siapa dia? sudah sampai sejauh ini.


Author minta maaf karena kesalahan author tanpa sadar menghapus episod 121 sebelumnya tanpa disadari.🙏🙏


Disini author mencoba membuat kembali ceritanya walau sangat berbeda tapi ceritanya hampir sama harap maklum karena tangan tak bisa dikondisikan ditambah hp yang sudah lobet.😭


Bagi yang sudah membaca episod 121 pastinya sangat kecewa karena ceritanya sangat berbeda,🙏


Seminggu sudah berlalu acara keluarga baru saja kelar author minta maaf karena tidak bisa menepati janji, ternyata susah juga ya mencoba membuat satu cerita saja disela-sela kesibukan.


Terima kasih untuk para readers setia SIAPA DIA? yang sudah membacanya, memberi like, sampai menjadikan novel ini masuk kedaftar faforit kalian. Berkat dukungan kalian semuanya author jadi bersemangat menulis cerita ini.


Untuk semua komentar author hanya bisa membalas dengan like dan menjawab sesuai apa yang ada difikiran author maaf jika tidak sesuai apa yang para readers harapkan.🙏


Bagi yang suka cerita bernuansa gay jika the twins SIAPA DIA? sudah tamat author akan mencoba membuatkan cerita lainnya.

__ADS_1


Sedikit kata permintaan maaf dari author terima kasih wasalam.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2