
Tangan Johan bergerak membuka dashboard mobil, didalamnya terdapat sebuah keyboard mini dengan banyak tombol, dia menekan salah satu tombol didepannya membuat atap mobil mulai terbuka, lalu Karin mengeluarkan setengah badannya.
Dia memperhatikan tiga mobil dibelakangnya yang sudah mendekat dan siap menabrak lagi. Karin mengambil ancang-ancang siap menembak dengan laras panjang.
"tambah kecepatan Jo" teriak Karin.
"ok" jawab Johan.
"Sya bisa gak jangan peluk tanganku, gak bisa leluasa nih" kata Johan melirik Ersya yang memeluk tangannya begitu erat karena takut.
"Ersya cuma takut hu hu hu kalo gak peluk kamu peluk apa dong" Ersya merajuk.
"untuk sementara cari pegangan yang lain ya, sayang my baby cup" Johan berkata sambil mendaratkan kecupan kilat dibibir Ersya membuatnya melongo.
"kita semua akan pulang dengan selamat kan" kata Ersya kawatir sekaligus takut.
"iya kita akan pulang dengan selamat ok" Johan memicingkan matanya kearah Ersya.
Ersya meraih kepala Johan dan membalas ciumannya. "janji ya" katanya.
"hhmmm"
Ersya menghadap kebelakang memeluk kursinya sendiri membuat Johan terkekeh dibuatnya.
"mas Jo fokus menyetir saja jangan melihatku, awas kalo sampai kenapa-napa" kata Ersya dengan manyun.
"hahaha iya sayang"
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menerobos angin, Karin sudah mengambil posisi dan siap menembak. Mobil sedan hitam itu berjalan bersamaan siap menghimpit mobilnya kembali.
Dor... Dor...
Karin tidak menembak badan mobil melainkan ban mobil yang dia incar, membuat dua mobil itu harus banting setir karena kurang keseimbangan dan saling menabrak.
"untuk sementara segini dulu sisanya biar diurus yang lain" batin Karin sambil memperhatikan kedua mobil itu yang berhenti menyilang menghalangi sedan satunya.
Karin menyalahkan earphonnya menghubungi anak buahnya yang biasa berada dilayar monitor pengawasan.
"kau tahu posisiku saat ini" teriaknya sama orang diseberang yang ternyata adalah Ken.
"ya aku tahu mereka semua akan datang sebentar lagi" jawab Ken.
"bukan itu, aku ingin kau cek jalan ini sekarang aku ingin terjun payung.
"oh gitu, ok!!" Ken lalu segera menggerakkan jarinya diatas keyboard melihat seksama lokasi kejadian dari udara. Dia terkejut saat melihat beberapa orang membawa BAZOKA disana siap menembak.
BAZOKA nama umum yang digunakan untuk peluncur roket anti tank, Bazoka merupakan generasi pertama granat berpeluncur roket yang dirancang untuk digunakan oleh infanteri. Senjata ini menggunakan roket berbahan padat untuk meluncurkan hulu ledak yang ditunjukan untuk menghancurkan kendaraan tempur berlapis baja.
"hati-hati sayang diatas ada beberapa orang sudah siap dengan bazokanya masing-masing"
__ADS_1
"ok, thank you"
Karin mendongak keatas memperhatikan, benar saja sekitaran ada lima orang berbadan besar dengan senjata bazoka dipundak mereka masing-masing.
"cih, sebelum aku mengetahui kejadian yang sebenarnya aku tidak akan mati semudah itu" gumam Karin lalu masuk kedalam.
Dia langsung menganga saat melihat Ersya menghadap kebelakang memeluk kursi yang didudukinya begitu erat.
"astaga ya tuhan, kau mencairkan ketegangan Sya" ejek Karin.
"diam kau ini demi keamanan, kalo kita selamat kutagih janjimu huuh" kata Ersya dengan cemberut.
"jangan kawatir Sya kita akan keliling dunia nanti hahahaha"
"Jo hati-hati kita sudah dikepung dengan bazoka diatas" kata Karin lagi.
"ok aku tambah kecepatan saja deh, kita balapan dulu sebelum masuk neraka hahaha"
"mas Jo kau bisa diam tidak" sahut Ersya.
Dari atas tebing pihak lawan siap menembak. "bagaimana sudah boleh menembak belum bos" kata seseorang diatas sana.
"tunggu aba-aba" balas orang satunya lagi melalui earphonnya.
"ok"
Didalam mobil Karin menerima telf dari Ken, Johan sendiri menerima peta jalan dilayar mini yang berada diatas dashboard mobil.
"tuhan berpihak padamu, didepan ada anak danau kurang lebih tiga kilometeran kalian bisa terjun kesana dan pura-pura mati, aku ak...." belum sempat Ken melanjutkan ucapannya serangan bazoka mulai meluncur bertubi-tubi.
Blar...
Ledakan bazoka menghantam sisi mobil Karin membuat mobil itu berguncang hebat dan hampir terbalik.
"aaaaaaaaa aku masih balum mau mati" teriak Ersya histeris.
"hati-hati Jo" kata Karin. "aku akan melawan mereka dengan bazoka juga" katanya lagi sambil mengambil bazoka yang berada dikursi belakang.
"tidak bisa baby, mereka bisa menembak kebawah dengan leluasa tapi kita tidak bisa membalas mereka karena posisi jalan ini yang tidak menguntungkan, ini semua sudah direncana dengan matang" tutur Johan.
"jadi yang bisa kita lakukan hanya menghindar saja ya"
"sepertinya begitu"
"cih menyebalkan aku tak suka yang seperti ini, aku tak akan semudah itu dikalahkan" geram Karin. Dia kembali mengeluarkan setengah badannya dan siap menembak dengan bazoka.
Johan terus melaju dengan kecepatan penuh, Karin mengambil posisi mengarahkan bazokanya keatas kesalah satu lawannya.
"Jo kurangi kecepatan" teriak Karin.
__ADS_1
"ok" balas Johan singkat.
Bazoka Karin sudah menemukan sasaran dan siap menembak.
"3 2 1" roketpun meluncur dari mulut bazoka menimbulkan ledakan hebat, Karin tidak menembak lawan melainkan bawahnya sehingga membuat tebing itu longsor dan menjatuhkan lawan.
Memang dilihat dari posisi manapun selain cocok buat pengepungan jalan ini cocok untuk bersembunyi saat berburu.
"satu runtuh" batin Karin lalu masuk kembali.
"tambah kecepatan, jika mereka menembak lagi kita langsung terjun saja" kata Karin sambil menghela nafas kesal.
Sesuai dugaan mereka semua menembakan bazoka bersamaan, dan Johan harus menghindar sebisa mungkin, jalan itu kini terlihat seperti medan perang dan rusak parah.
Sesampainya dianak danau tanpa ragu Johan menerjunkan mobilnya.
"pegangan semuanya" teriak Johan.
"lakukan penekanan udara Jo" balas Karin.
"ya" kata Johan singkat.
"aaaaaaaaa" Ersya teriak histeris untuk kesekian kalinya dan pingsan. Mobil meluncur bebas menungkik kebawah.
Byur...
Blup blup blup
"kalian tak apa" tanya Karin.
"aku gak apa tapi Ersya pingsan, kamu sendiri bagaimana?" tanya Johan.
"gak apa jangan kawatir"
"tapi kenapa belum datang juga bala bantuan"
"menurut Ken mereka dihadang oleh pihak lawan jadi agak telat"
"pantas, kita jalan atau gimana"
"kita tidak bisa naik, kita harus tunggu bantuan datang kayanya, kau lihat sekitar danaunya apa ada jalan keluar apa gak" titah Karin.
"ya, kau istirahat saja"
"hhmmm"
*****
Jangan lupa like, komen dan votenya😘😘😍
__ADS_1