THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
SEBUAH BUKU KECIL


__ADS_3

"Erchan ada apa memanggilku?" tanya Karin saat baru sampai ditempatnya.


"lihat nih aku menemukan tempat penelitian masih lengkap, mungkin penghuninya dulu seorang dokter" jawab Erick sambil terus bergerak membersihkan apa yang ada didepannya saat ini.


Karin berjalan-jalan melihat ruangan. "bisa jadi bahkan semua peralatan kedokteran juga lengkap disini" katanya.


"apa tak masalah nih kita masuk seenaknya dan melihat-lihat tempat ini"


"gak tahu, kalopun ada penghuninya mungkin saat ini kita sudah diserang"


"bener juga sih"


"lagipula yang jadi pertanyaan saat ini kenapa almarhum mama memberikan alamat rumah yang bobrok begini? Aku mau ketempat lain saja" Karin lalu berjalan menuju keruangan lain.


"ya, mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan" balas Erick sambil tetap mengotak-atik komputer.


Dia berjalan kesalah satu ruangan yang berukuran 4×4 meter, tempat itu terlihat bekas kamar seorang wanita karena selain tempat tidur disana juga terdapat meja rias dan beberapa potong pakaian wanita yang sudah koyak.


Karin berjalan menuju meja rias dia lalu membuka satu persatu laci dimeja itu, dia terkejut saat menemukan sebuah buku yang sudah usang dan berdebu. Berlahan dia mengambil buku itu dan dibersihkan debu yang melekat di badan buku itu lalu membukanya.


Begitu pelan dia membuka buku itu karena jika langsung dibuka maka lembaran buku akan robek saking lengketnya. Setiap lembar demi lembar didalamnya murni menggunakan bahasa Inggris, disana terdapat nama sebuah rumah sakit besar Amerika.


"aku sakit dan mereka semua menelantarkan diriku dirumah sakit ini, mereka menelantarkanku begitu saja tanpa apapun membuatku harus ditahan oleh pihak rumah sakit dan berkerja tanpa gajih dalam keadaan sakit"


Karin terus membaca kalimat diatas buku itu dia nampak serius dan penasaran dengan isi dari buku kecil itu lembar demi lembar dia buka.


"aku bertemu dengan seorang dokter hebat dia bukan hanya dokter tapi sudah menyandang gelar seorang profesor kami berteman, setiap hari aku membersihkan ruang kerjanya sambil bercengkrama bercanda dengannya dia begitu baik dan lemah lembut terhadap semua orang"


Karin duduk ditepi ranjang pandangannya terus tertuju pada buku yang dia pegang.


"seorang profesor dari Amerika" batin Karin.


"buku yang menarik mungkin ada sesuatu didalam buku ini" kata Karin lirih lalu menutup bukunya dan berniat dibawa pulang. Dia kembali berjalan menyusuri ruangan lain mencari sesuatu yang dapat menjawab pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini.


Seharian mereka berdua disana Karin menyusuri setiap ruangan sementara Erick tetap berada pada tempatnya masih berurusan dengan komputer.


Mereka mendesah kesal berniat menghentikan aktifitasnya hari ini dan dilanjutkan besok.

__ADS_1


"bagaimana denganmu, apa kamu sudah mendapat sesuatu yang menarik?" tanya Erick sama kekasihnya.


Karin memperlihatkan buku yang didapatnya. "cuma ini yang aku dapat yang lainnya cuma barang gak berguna" katanya.


"aku penasaran dengan komputer itu aku yakin besok pasti bisa menghidupkannya" balas Erick.


"aku juga penasaran dengan apa yang ada didalamnya"


"aku juga penasaran sama kamu berdandan cewek hehehe sekali-kali boleh dong berdandan cewek cute" Erick berkata sambil menaik turunkan alisnya.


"iiisss mimpi saja sana huh" ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Erick sendirian.


Erick berlari menyusul Karin pacarnya dan langsung memeluknya dari belakang. "cup" dia mengecup pelipis Karin.


"kita jalan-jalan sebentar yuk sebelum mencari apartemen"


"boleh"


"aku bener-bener gak sabar ingin menghalalkan dirimu sayang" bisiknya ditelinga Karin.


"kita kan cuma menghalalkan hubungan kalo soal anak itu terserah kamu saja, yang penting halal"


"nanti dulu Erchan aku belum ada niat sampai kesitu sabar dong"


Erick tersenyum kecil dia meraih tengkuk pacarnya lalu mendaratkan kecupan manis dibibirnya. "terserah kamu saja aku akan menunggumu"


"terima kasih" balasnya dan membalas ciuman Erick.


Saat Karin memejamkan matanya dia merasa bahwa ada yang sedang mengawasinya dari luar. Dia langsung melihat kearah luar dan berlari mencari sumber dari mana sorot mata itu berasal dia mengedarkan pandangannya kesetiap sudut.


"sial dasar brengsek" umpatnya kesal.


Dia tidak kehabisan akal dia berdiri tegak disana memejamkan matanya, menghilangkan semuanya dan berkosentrasi terhadap satu titik yang dia incar yaitu aura tubuh manusia. Hal ini pernah dia lakukan sebelumnya disaat dia sedang kehilangan barang yang dijaganya jatuh ke tangan seseorang.


Metode ini sangat lemah disaat dia memusatkan apa yang dia cari disaat itu juga dia tidak bisa melindungi dirinya dan harus ada seseorang yang menjaganya. Dalam hitungan detik Karin berhasil mendeteksi auranya selain aura milik Erick yang mendekatinya ada aura lain yang sedang bersembunyi dibalik semak-semak sekaligus didalam gedung.


"dua didalam dan tiga diluar tapi kenapa mereka mengintai kami, sepertinya aku harus menangkapnya" batin Karin.

__ADS_1


"ada apa Bi? Kenapa kamu berlari keluar?" tanya Erick setelah dekat dengan Karin.


"ada orang lain selain kita, ada lima orang didalam dan luar" jawab Karin pelan sambil mendekat.


"begitu lalu apa yang harus kita lakukan, apa mereka yang menjaga tempat ini ya"


"gak tahu sepertinya sudah dari tadi aku ingin menangkapnya Erchan" Karin berjalan kembali kedalam gedung diikuti Erick.


"biarkan saja toh mereka tidak menyerang kita, kita kembali keawal jalan-jalan dulu sembelum mencari apartemen"


"kalo dia ada hubungannya sama tempat ini bagaimana Erchan"


"jika benar mereka ada hubungannya dengan tempat ini aku yakin besok mereka akan kesini lagi siapa tahu apa yang kita cari juga dicari mereka"


"jika itu benar kalian pasti akan tertangkap" batin Karin.


Mereka berdua menghentikan aktifitasnya hari ini. Sebelum mencari apartemen untuk menginap mereka akan jalan-jalan dulu mencari hiburan.


Beda dengan karin dia terus memikirkan tulisan dalam sebuah buku kecil yang dia dapat dirumah bobrok itu hingga membuat dia lelah sendiri dan tertidur.


Esoknya. Sesuai dugaan disaat mereka berdua kembali kerumah itu orang-orang yang mengintai mereka tetap mengawasi gerak-gerik mereka berdua, Erick berada diruang penelitian kemarin masih tetap mengotak-atik komputernya, sementara Karin pergi berjalan pelan hingga tidak menimbulkan suara menuju kearah mereka yang mengintai, sesuai apa yang dia bilang kemarin dia akan menangkap salah satu diantaranya.


Dua orang tak dikenal juga berada didalam sedang mengawasi pergerakan Karin dan juga Erick pacarnya.


"apa kalian sudah menemukan sesuatu?" kata Karin dari belakang keduanya dan mereka tidak menyadarinya.


"belum, kita lihat dulu apa yang mereka berdua cari disini" balas salah satu diantaranya.


"bukannya sudah jelas mereka menbawa sebuah buku kecil saja"


"kamu benar"


"jika mereka menemukan apa yang kita cari selama ini kita rampas saja"


*****


Jangan lupa like and komen🥰😘

__ADS_1


__ADS_2