
Flash back off
Kiran menemui orang tua Erick, dia hendak minta izin dengan apa yang akan dia lakukan kerana orang tua Erick yang menjadi pemimpin diJogja.
Tok tok tok
Kiran mengetuk pintu segera bunda membuka pintu, bunda terkejut melihat Kiran yang mengetuk pintu, segera dia mempersilakan masuk.
"kamu Kakaknya Karin, ada apa kesini?" tanya sang bunda sama Kiran.
"maaf mengganggu tante boleh saya ngobrol sebentar om juga pasti ada kan didalam" ucap Kiran tanpa menunjukan senyum sedikitpun.
"eh iya ada silakan masuk" balas bunda mempersilakan.
"oh kembarannya nak Karin ya, ayo silakan duduk" balas sang romo dengan ramah.
"terima kasih" Kiran duduk disofa disusul sama bunda juga romo kini mereka berdua saling berhadapan.
"mau ngobrol apa? Serius kayanya" kata romo memulai.
"baiklah saya to the poin saja, untuk sementara para pengawal akan mengganti sebagian orang disini baik itu sopir juga kokinya sekalipun. Johan sudah mengerjakan apa yang saya minta"
Romo dan bunda melongo tak mengerti. "siapa yang kalian kawal" tanya bunda dengan heran.
"Karin!!" ucap Kiran tegas membuat keduanya saling memandang. "adik saya seorang wanita dan posisinya yang membuat yawanya bisa melayang sewaktu-waktu kuharap anda mengerti" lanjut Kiran.
"perkerjaan dia apa sampai dikawal begitu ketat?" tanya romo.
"dia pendiri perusahaan Mafia Imperial Group (MIG)" romo langsung mendelik mendengarnya karena dia sudah tahu perusahaan itu, sebuah perusahaan berbasis pengawalan terbesar dan tidak ada cabang dimanapun. Apalagi Karin akan turun tangan sendiri jika ada masalah dalam pengawalan.
"aku tak menyangka kalo perusahaan itu adikmu pemiliknya, yah akan aku izinkan demi kesalamatan sang presiden" tungkasnya
"dan satu lagi, bunda tolong tutup mata biar gak jantungan" Kiran mengeluarkan ponselnya lalu berkutat mencari sebuah file video dan memberikannya sama romo.
Bunda agak terkejut dengan perkataan Kiran. "ini video apa?" tanya bunda penasaran.
"seseorang akan bertindak jika yawanya terancam bukan, itu adalah video Karin membela diri saya mengambilnya dari udara"
Salah satu tangan romo menutup mata bunda dari belakang, satu lagi mengeplay videonya. Video mulai berputar menampilkan adegan Karin berkelahi sedirian disebuah gedung sebelum bala bantuan datang, divideo itu Karin melawan beberapa orang dari pihak musuh.
Bunda yang penasaran mengintip dari sela-sela jari tangan suaminya. Dia terbelalak melihat adegan carok yang dilakukan oleh Karin mulutnya kaku tak mampu berucap.
"hanya ini yang saya bicarakan maaf mengganggu istirahat anda" kata Kiran. "dan satu lagi saya berterima kasih sama Erick putra anda yang sudah mengubah adik saya" lanjutnya membuat keduanya saling memandang satu sama lain tak mengerti.
Flash back onn
"kamu sudah memberi pertanyaan sekaligus jawaban, kamu membunuh karena membela diri" kata romo.
"sekarang ini yang jadi masalah cuma bocah itu yang tak sadar tentang dirimu, tapi lucu juga ya hihihi" kata bunda.
__ADS_1
"bunda sama romo tak marah sama saya"
"kenapa kami harus marah? Kami berdua justru senang karena kegoblokan bocah itu kaya didrakor ya" bunda tertawa ria.
"jangan terlalu formal kamu sudah menjadi anak bunda ya kan romo"
"hhmmm" romo hanya berdehem.
"apa romo dan bunda memberi restu sama hubungan kami"
"restu kami untuk kalian dengan syarat putra mencintaimu sebagai seorang wanita dan satu lagi masalah itu" sahut romo.
"baik romo aku mengerti soal itu" kata Karin tersenyum senang karena kedua orang tua Erick merestui hubungan mereka.
"apa aku boleh menemui Erchan"
"jangan dulu dong kami ingin berdrama ria dulu sama tuh bocah hahahaha" kata bunda.
"jangan ikut sertakan romo, bun"
"lho ya harus ikut dong, kan gak seru kalo cuma aku saja iya kan Karin"
"hahahaha" Karin tertawa ketir mendengarnya.
"satu banding seribu kasian juga tuh Erchan, entah aku harus senang apa gak" batin Karin.
"Karin mulai sekarang kamu tidur dihotel ya bunda sudah suruh pelayan bereskan semuanya" bunda berkata sambil memicingkan matanya Karinpun mengerti akan hal itu.
"baiklah aku permisi bunda, romo, aku mewakili kakak minta maaf kerena sudah mengganti sebagian orang disini" Karin menundukan sedikit badannya.
"tidak ada yang perlu dimaafkan kakakmu menjalankan apa yang sudah menjadi tugasnya" kata romo.
Mereka bertiga berdiri dan berjalan keluar.
"Karin apa kamu suka kucing?" tanya bunda.
"ya saya kucing daripada binatang lainnya"
"kebetulan bunda pelihara kucing ambilah satu anggap saja itu hadiah pertemuan dari bunda" bunda, romo juga Karin keluar ruangan membuat Ersya dan Johan bernafas lega.
"Karin kamu gak apa, gak ada yang lecet ada yang terluka" Ersya langsung melontarkan pertanyaan sambil memeriksa badan Karin disana sini setelah tiba diluar.
"aku gak apa-apa Sya" jawabnya santai.
"haaaaah syukurlah"
"jangan kawatir dia masih mulus tidak lecet sedikitpun" sahut bunda.
"iya bunda percaya deh"
__ADS_1
Karin menghampiri Johan. "Jo tarik semuanya kita akan menginap dihotel mulai malam ini, kecuali Felix biarkan dia tetap menjaga Erchan" titahnya.
"ok!!" jawabnya lalu segera meraih hp yang berada disaku celana.
Karin, Bunda, dan Ersya menuju sebuah ruangan yang disulap menjadi kandang kucing tempat bunda memelihara beberapa jenis kucing lengkap dengan semua fasilitas dan peralatan untuk kucing. Setelah sampai keduanya begitu takjub dengan binatang imut itu. Ada banyak kucing yang bunda pelihara karena bunda sangat suka kucing.
"pilih yang kalian suka kebetulan ada beberapa yang sudah remaja atau yang baru lahir" jelas bunda.
"aku ambil yang anak persia saja" Karin mengambil kucing persia yang masih kecil tapi sudah tidak menyusu.
"kamu gak Sya"
"eh emang boleh ambil juga bun?" Ersya melihat kearah bunda.
"boleh ambil saja"
"emm aku ambil yang anggora saja, terima kasih bunda"
"sama-sama"
"trima kasih bun aku akan merawatnya dengan baik"
"ingat ya kalian harus rawat kucingnya"
"baik" jawab keduanya kompak.
Bunda dan romo juga yang lainnya mengantar Karin cs keteras rumah kecuali Erchan yang gak kelihatan karena dia dijaga ketat tidak boleh keluar kamar.
Bunda memeluk Karin dengan sayang. "maafin bunda sayang semoga dia cepet mengerti dan segera meminang kamu" katanya.
"jangan kawatir bunda"
"tarima kasih ingat calling-calling bunda ya"
"iya bunda"
"kalian semua hati-hati dijalan" kata romo.
"iya, bunda, romo juga yang lainnya kami semua pamit dulu dadah"
Mereka semua masuk mobil masing-masing dan berjalan meninggalkan pelantaran bangsal kencono rumah Erick.
"aku gak sabar pengen cucu kembar kaya Karin dan Kiran, pasti lucu dan menggemaskan" kata bunda dalam pelukan suaminya.
"nikah saja belum bunda" balas romo sambil mendaratkan kecupan sayang didahi sang istri.
"hhmmm"
*****
__ADS_1
Dukung author dengan like, comen, juga Votenya.