
"kenapa bilang begitu aku suka ko sama mas yang apa adanya begini, justru kalo mas pura-pura jadi orang lain aku tambah gak suka"
"terima kasih"
"asal mas mau jaga hati ini cuma buatku dan gak berpaling kewanita lain"
"gak ada yang lain cuma itu saja"
"hhmmm cuma itu saja"
"boleh cium disini" goda Johan menunjuk bibir Ersya.
"gak mau malu ah" wajah Ersya mulai memerah didepan Johan.
"ayo sudah malam" Johan menggandeng tangan Ersya berjalan santai dibelakang Erick dan Karin.
Yang didepan masih tetap olahraga mulut gak ada capeknya tiba-tiba Karin langsung nangkring dibadan Erick dari depan, gendong dari depan red. Ersya melongo melihatnya kalo Johan jangan tanya dia tak akan berkomen apapun tentang majikannya dan berexpresi biasa saja.
"gyaaa apa yang kau lakukan turun gak" teriak Erick.
"Erchan aku capek minta gendong!!" kata Karin dengan manja.
"aku juga capek turun gak!"
"gak mau!!"
"turun!!"
"gak mau!!"
__ADS_1
"haaaah" Erick mendesah kesal melihat kearah Johan berharap dia mau membantu, tapi Johan langsung angkat bahu tanda gak mau ikut campur. Ersya hanya tersenyum geli saja melihatnya.
"gendong dari belakang saja" kata Erick dengan kesal berjalan menuju apartemennya.
"gak mau, nanti turun kau tinggal lari pasti begitu aku tahu itu"
"jangan sok tahu"
"Erchan kau sudah punya pacar?" pertanyaan Karin membuat Erick langsung diam.
"kalo kau diam aku akan menggigit lehermu yang menggiurkan ini" satu tangan Karin mulai membuka kancing kaos Erick membuat bulu kudunya meremang seketika.
"begini nih pasti ada maunya kalo sudah berpolah" batin Erick dengan tatapan tajam kearah Karin seolah berkata "awas kalo sampai melakukannya"
"kalo gitu kita minum-minum diclub gimana" ucap Karin sambil tersenyum.
"gak usah banyak tingkah besok aku ada rapat pagi, apa kamu ingin aku dipecat dari kantor"
"ogah!! Chibi turun dong capek nih" kelakuan mereka berdua langsung jadi sorotan penghuni apartemen lainnya bahkan ada yang memotret lalu menggunggahnya disosmed.
"gak mau kan masih capek lagipula kau masih belum menjawab pertanyaanku"
"pertanyaan yang mana?" ucap Erick pura-pura lupa.
Tangan Karin mulai bermain dilehernya dan membuat Erick meremang juga menegang seketika.
"kamu bisa berhenti gak" teriak Erick.
Karin memeluk Erick dengan erat "nggak, sudah lama aku gak merasakannya, kau belum menjawab pertanyaanku Erchan" ucapnya lirih ditelinga Erick lalu turun dan menggigit kecil dilehernya.
__ADS_1
Gyyaaaaaaaaa!!
"kamu melakukannya beneraaaan" teriak Erick langsung menggema dipenjuru apartemen. Ersya dan Johan menutup telinga rapat-rapat.
"turun kamu sekarang juga" ucapnya lagi sambil menggoyangkan badan Karin, tapi Karin sendiri tak berkutik malah tidur digendongan.
"Brengsek!!!"
Tak sampai disitu didalam apartemen pun mereka bertiga masih ribut, Erick dan Ersya ribut ingin menidurkan Karin dimana, karena tak ada yang mau mengalah pada akhirnya Karin tidur satu kamar bersama Erick lagi. Johan tidur ditengah, Ersya tidur dikamar tamu.
"kalo lagi tidur begini sangat lucu dan menawan" batin Erick saat membelai pipi Karin sambil tersenyum tipis.
"tapi beneran ya kulitnya bener-bener halus dan kenyal seperti bayi apa dia selalu perawatan dengan harga yang fantastik ya, kehidupan orang kaya memang bikin kantong jebol" lanjutnya lagi dalam hati.
Sementara disebuah bangku Billar yang sudah memperhatikan sedari tadi ingin sekali menghajar Erick yang berani memegang pipi Karin, Kalo saja tidak ditahan sama Johan mungkin sudah terjadi keributan didalam kamar itu.
Billar tipe orang yang gampang marah, emosian jika ada sesuatu yang tak mengenakan baginya, bahkan dia pernah berkelahi dengan Karin saat belum tahu kalo Karin cewek sampai membuat Johan turun tangan sendiri tapi dihadang oleh Karin karena ingin tahu seberapa hebat dirinya.
Tengah malam saat semua sudah terlelap dari tidurnya Karin bangun, dia melihat Erick sudah pulas dengan mimpi indahnya sendiri. Karin melihatnya begitu intens memandangi wajah Erick disampingnya setiap inci dari wajah itu tak akan luput dari pandangannya hingga bola matanya mengarah keleher Erick yang terlihat merah akibat ulahnya.
Karin tersenyum seolah puas dirinya berhasil menggoda Erick, lalu dia beralih pada handpone milik Erick yang berada diatas meja karena penasaran dia akhirnya membuka hp itu.
Begitu banyak chat yang masuk tapi dia lebih sering membalas temen sekerjanya daripada yang lainnya, digesernya keatas layar hp itu hingga Karin menemukan sebuah chat yang lama gak dibalas.
Jika saja rasa penasaran tidak menggrogotinya mungkin hp itu sudah ditaruh kembali diatas meja. Chat itu dari seorang bernama bunda dan tak sabar ingin sekali membuka.
"kau harus pulang bulan depan ingat itu acaranya tidak bisa ditunda" pesan dichat itu. dan Erick belum membalasnya sampai sekarang.
"hhhmmm acara apaan ya sampai gak bisa ditunda" batin Karin, setelah itu dia menaruh kembali hp Erick diatas meja lalu kembali melihat kearah Erick lagi mendekatkan wajahnya.
__ADS_1
"aku sudah tertarik padamu sejak pertama ketemu denganmu jika tuhan tidak berkehendak aku sendiri yang akan meraihnya asal kamu belum beristri itu sudah membuka jalan lebar untukku, akan aku pastikan kamu hanya tetap bersamaku karena kamu sudah jadi milikku. BABY!!" ucap Karin lirih dengan wajah yang masih mendekat diatas wajah Erick dengan jarak kurang lebih beberapa mil lalu mengecium bibir Erick dengan lembut.
*****