THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KARIN DISERANG


__ADS_3

"kalo aku cewek beneran bagaimana?" kata Karin santai.


"kenapa mesti bertanya tentu saja aku sangat senang melebihi apapun malah, kau tahu aku pulang untuk membatalkan pertunanganku dengan Fani" jelas Erick.


Karin melongo melihat Erick tanpa berkedip sama sekali.


"hahaha jangan melongo begitu nanti kemasukan lalat, aku tidak mencintainya dan itu sangat berat sekali jika dilanjutkan tapi jangan kawatir orang tuaku setuju dengan keputusanku" tutur Erick memberi penjelasan.


"begitu, gak ada cewek lain yang dekat denganmu lagi"


"ada tapi sudah nikah jadi jangan kawatir"


"banyak juga yang dekat sama kamu ya, kamu yang playboy apa terlalu populer" ketus Karin tak suka.


"nada bicaramu seperti cemburu begitu" Erick melai mendekatkan wajahnya.


"cuma tanya sajpp" belum selesai bicara mulut Karin sudah ditutup sama bibir Erick. walau terkejut tapi Karin menerimanya juga bahkan membalasnya dengan permainan yang membuat badan panas sekaligus menegang.


"sial, dia pandai sekali!!" batin Erick memperdalam ciumannya.


Seseorang membuka pintu begitu pintu terbuka dia langsung terkejut, kedua tangannya menutup mulutnya yang menganga, matanya terbelalak melihat adegan didepannya yaitu dua orang pria berciuman.


"ma ma ma ma mas Erick! Apa yang kalian lakukan??" teriak Fani terkejut melihatnya.


"Fani!!" kata mereka kompak.

__ADS_1


Fani berjalan mendekat kearah keduanya dengan marah juga geram.


"jadi ini alasanmu mas membatalkan pertungan kita, aku gak nyangka kamu sudah berubah seperti ini" ucap Fani dengan marah Karin hanya diam melihat keduanya.


"padahal aku sudah menunggumu selama ini jadi ini balasanmu mas" ucapnya lagi.


"sekarang kamu sudah lihat sendiri kan jadi aku tak perlu lagi menjelaskannya, kau bisa mencari pria yang lebih baik dariku Fan" kata Erick.


"tidak akan, tidak akan semudah itu, tak akan semudah itu" Fani mulai menangis didepan Erick, Karin berlahan menjauh dan keluar dari kamar Erick dia membiarkan mereka berdua menyeselesaikan masalahnya.


"maafkan aku Fan, maafkan aku, aku yakin kau bisa menemukan pria lain yang lebih baik dariku Fan"


Karin berjalan kaki keluar bangsal dia terus berjalan entah kemana, dan hanya menuruti kakinya melangkah saat ini tanpa pengawalan siapapun.


"Han beby keluar bangsal tanpa apapun" ucap Ken yang selalu stain memantau bosnya.


"kukirimkan lokasinya" kata Ken setelah itu mematikan telfnya dan segera mengirim lokasi keberadaan Karin saat ini.


Seperti dugaan Karin yang sendiri ternyata sedang diincar. Disuatu tempat sebuah gedung terlihat seseorang sudah stain dengan senapan laras panjang dengan peredam suara orang itu mengincar yawa Karin.


Tanpa ragu dia langsung menembak. "ppssiiuuh" Karin yang sedang berjalan santai sambil memainkan hp seketika terhentak kaget begitu ada benda seperti peluru menghantam punggungnya.


"gwaak!! Apa ini!?" kagetnya membuat badanya terdorong kedepan hampir jatuh karena kurang keseimbangan lalu menoleh kesumber hantaman tadi.


"sial aku lengah diatas gedung itu, brengsek!" umpatnya sambil memicingkan satu matanya mencoba melihat jelas disana. "tunggu dulu dia cuma satu senjatanya laras panjang, cih menantangku rupanya" umpatnya lagi lalu berlari menjauh ketempat yang aman supaya warga sipil tidak kena sasaran.

__ADS_1


Begitu tahu Karin lari orang itu langsung memberi kode pada bawahannya supaya mengejar Karin. Dia terus berlari ketempat yang aman nan sepi, disebuah gedung tak berpenghuni dia kesana bukannya dia takut tapi Karin tidak mau ada warga yang tak bersalah kena imbas dari orang-orang yang mengincarnya.


Karin sang presiden mafia. Sebelum menjadi presiden kemampuan Karin dalam segala bidang memang sudah tersohor kemana-mana apalagi saat kejadian diParis saat itu, ditambah bentrokan antara Karin sama Jun waktu SMA dulu. Karin yang arogan, brutal, tak pandang bulu bahkan menyiksa lawannya hingga mati jika belum puas sampai membuatnya dijuluki psikopat gila.


Berawal dari sebuah pembullyan disekolah dia menjadi gila, pembullyan yang dilakukan Jun membuat dia harus mengubah sikap dan cara pandang yang berbeda "bahwa yang kuat akan berkuasa". Disisi lain dia orang yang baik penyayang juga orang yang gak tegaan terhadap orang lemah, dinegara sakura dia suka sekali membajak tempat-tempat milik orang kaya yang bermasalah lalu tempat itu direnofasi kembali untuk dijadikan panti, rumah sakit atau yang lainnya buat mereka yang tidak mampu, bahkan uang yang dibajak dari geng-geng yang bermasalah pun juga langsung dibagikan kemereka yang membutuhkan dan sisanya disimpan buat keperluan dana lainnya.


"Han cepetan dikit beby dikeroyok disebuah gedung S, arah timur laut jam dua aku sudah menghubungi semuanya" ucap Ken sambil memperhatikan monitor didepannya.


"ok, ini hampir sampe, telf Nana sekalian suruh bawa peralatan medisnya kesini" printah Johan sebelum mematikan telf.


"ok!!" jawabnya pendek lalu mematikan panggilannya.


Johan mengemudi dengan kecepatan tinggi menerobos lampu merah kearah yang dituju, dia tak mempedulikan orang-orang yang mengumpat sampai polisi yang mengejarnya sekalipun karena melanggar peraturan lalu lintas.


Digedung itu Karin terkepung oleh hampir 30 orang dari dua musuhnya yang menginginkan kematiannya.


"dilihat darimanapu mereka dari dua kubu yang berbeda, antara Jepang dan timur tengah" batin Karin melihat sekelilingnya dengan santai tapi waspada.


"hehehe kalian mau membunuhku kita olahraga dulu sayang!!" ucapnya sambil ketawa menunjukan giginya.


Sebelum itu Karin mengambil sebuah benda kecil dari sakunya, sebuah benda persegi panjang seperti powerbank, tapi bukan powerbank biasa benda ini punya belahan ditengah supaya bisa dibelah jadi dua dan bisa mengeluarkan pisau panjang dari dalam. Benda itu juga bisa menjadi sengatan listrik bertegangan tinggi selain berfungsi sebagai powerbank bahkan pistol.


Kini benda itu berubah menjadi pedang kecil yang siap dibuat mainan sang pemiliknya. Benar-benar teknologi zaman now yang mampu membuat orang bergeleng kepala.


"Maju!!" ucapnya. Mengubah wajahnya menjadi datar dan dingin seperti kakaknya Kiran.

__ADS_1


"serang!!!" teriak salah satu dari mereka dan kompak menyerbu bersamaan.


*****


__ADS_2