
Karin sudah merapikan pakaian juga gaya rambutnya, terlihat dicermin dari ujung rambut sampai kaki begitu sempurna. Dia berkaca pinggang sambil tersenyum setelah semua sudah beres baru dia jalan keluar.
"waktunya bersenang-senang sayang!!" ucapnya sambil berjalan keluar dengan senyum diujung bibirnya.
Karin mengambil hpnya hendak menghubungi seseorang.
"Paimen kumpulkan semuanya kita bertemu diclub black" kata Karin bersama orang disebrang talf yang bernama Paimen.
"aku ingin lihat bagaimana dirimu setelah tujuh tahun tak bertemu hihihi, aku harus selesaikan ini lalu keJogja bersama Erchan" batin Karin sambil berjalan kearah pintu keluar.
Langkahnya langsung terhenti saat melihat seseorang sudah berdiri disana.
"mau kemana baby?" tanya orang itu yang ternyata Johan. Dia sudah bersandar dipintu sambil melipat tangannya didada, Johan terlihat gagah saat kacamata hitam bertengger diatas hidungnya.
"cih kau itu harusnya tidur nglepos disana bukan jaga pintu disini" ucap Karin sambil berdecik tak suka.
"kalo ingin bersenang-senang jangan sendirian" kata Johan menimpali.
"ya iya siapkan senjata untuk jaga-jaga subuh nanti sebisa mungkin harus balik, oh iya apa kau sudah melakukan yang aku suruh tadi"
"sudah beres, mereka ada digudang tuh"
"hhmmm waktunya introgasi!!"
Karin tahu kalo dirinya ada yang mengikuti selain orang-orang kepercayaan sendiri. Maka dari itu secara diam-diam dia menyuruh Johan menangkap orang-orang itu.
Dia dan Johan berjalan kesebuah gudang kosong yang berada ditempat itu, ternyata orang yang ditangkap Johan lebih dari sepuluh orang.
"mereka semua bukan orang sembarangan, agak susah menangkapnya"
"mereka semua orang-orang barat" batin Karin dalam hati sembari mengamati mereka semua satu persatu.
Karin duduk dikursi yang sudah tersedia digudang itu.
"siapa yang menyuruh kalian" tanya Karin memulai introgasinya.
__ADS_1
"maaf tuan, kami tidak bisa memberi tahu anda siapa yang menyuruh kami, tapi tuan kami memerintahkan kami semua untuk menjaga anda" ucap salah satu dari mereka.
"menjaga!! Apa maksudnya"
"Jo gudang ini amankan" kata Karin lirih melihat kearah Johan.
"aman jangan kawatir semua aman" jawab Johan menatap lurus kedepan.
"siapa tuan kalian?" tanya Karin lagi.
Tidak ada yang menjawab diantara mereka membuat Karin langsung naik pitam.
Brraaak!
Setelah menendang kursi yang didudukinya dia langsung mencengkram baju salah satu bodyguard itu.
"dari mana kalian dikirim? Jawab pertanyaanku atau mati disini sekarang juga" ucap Karin dengan geram.
"Jo lebih baik salah membunuh orang daripada membiarkan mereka hidup bukan"
"ok!!" kata Johan pendek lalu mengeluarkan sebuah pistol berjenis SIG SAUER P226 keluaran terbaru dengan peredam suara.
"Itali!!" kata Karin terkejut mendengar kota itu.
"iya anda pernah dibawah kerumahnya juga, waktu berurusan dengan beberapa anggotanya tuan"
"jangan-jangan kalian suruan tua bangka yang menjuluki dirinya sendiri HADES itu" mereka semua kompak menggangguk berjamaah.
"biyuh tua bangka itu masih hidup ternyata kukira sudah is ded, hhmmm apa sekarang dia naik kursi roda atau jadi bunga diranjang" Karin berkata sambil memegang dagunya dan melihat keatas seolah membayangkan.
Sedangkan disalah satu jas yang mereka pakai terdapat kamera super mini yang langsung terhubung kesebuah rumah mewah diItali, dan disana situa yang disebut HADES itu dengan senyumnya yang lebar sedang tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Karin dilayar hp juga monitor.
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAA!!!!
"ini sungguh lucu sangat lucu aku gak sabar ingin segera bertemu dengannya hahahaha" katanya dengan nada yang keras.
__ADS_1
"kau mirip sekali dengan papamu membuatku merindukannya" sorot matanya berubah sedih saat mengingat anaknya yang telah tiada.
Bunyi hp milik Karin terdengar segera dia mengangkatnya.
"tuan sudah ngumpul semua" ucap orang diseberang yang ternyata Paimen.
"oh iya aku lupa, ok siap meluncur" setelah itu Karin mematikan hpnya.
"aku butuh empat orang untuk menjaga dua orang diapartemen sisanya ikut aku"
Setelah membagi orangnya mereka semua langsung berlari kearah mobil masing-masing dan melucur keclub black. Dalam perjalanan Karin sudah mengintruksikan membagi dalam beberapa tim dan punya tugas sendiri-sendiri tentunya, itu dilakukan supaya mereka semua tak terlihat lemah mengingat anak buah Paimen adalah preman jalanan.
Tiba diclub Karin meraih kacamata hitamnya disaku jaket lalu memakainya.
"Jo bagaimana penampilanku"
"bagus sih bagus tapi bisa lihat jalan nggak"
"gelap Jo mati lampu, enakan dicopot ya!" Johan hanya diam kali ini lalu mengajak Karin menemui Paimen.
"gimana sudah berada ditempat masing-masing" tanya Karin sama Paimen.
"sudah tuan tinggal menunggu aba-aba dari tuan saja"
"ok, kita masuk bergiliran supaya tak curiga, aku hanya ingin ketemu pak bos saja selebihnya terserah kalian mau acak-acak model apapun tempat ini ok saja gak ada yang larang"
Saat kakinya mulai masuk dipertengahan pintu alunan musik disco sudah menyambut, dia terus melangkahkan kakinya menyusuri lorong yang penuh warna dan cerlap cerlip lampu disco.
Sungguh pemandangan yang membuat jijik karena mereka semua melakukan "itu" disembarang tempat seolah tak ada kamar yang tersedia disana. Bahkan sesama jenispun ada disana serasa lengkap sudah kemaksiatan yang disuguhkan ditempat itu, apalagi obat-obatan juga terlihat dimana-mana.
"kau cari gudang minuman itu Jo" printah Karin.
"kau sendiri bagaimana"
"aku langsung menuju ruang direktur lagipula jangan kawatir tuh dibelakang ada mereka"
__ADS_1
"ok!!" setelah berbicara Johan segera menuju gudang minuman seperti yang diceritakan Billar.
*****