
Felix menyetir dengan serius dia menyipitkan matanya juga menyatukan kedua alisnya tanda dia geram terhadap seseorang yang sudah bertingkah.
"kalo sampai berita itu ada hubungannya denganmu bersiaplah untuk menerima hukuman dariku" batin Felix sambil menggertakan gigi.
Felix memiliki masa lalu yang kelam terhadap wanita karena itu sebenarnya dia enggan saat dihadapkan terhadap wanita.
Dia pernah menyukai wanita super matre dia sampai rela melakukan apapun demi wanita itu, dia rela dibudak dan dimanfaatkan tapi semua itu tak bisa memuaskan pacarnya.
Dia bertemu Karin saat sedang butuh uang, dia pernah menipu Karin yang saat itu sedang menerima bayaran karena mengawal kesuatu negara, tapi Karin langsung mengetahuinya dan memberikan uangnya begitu saja sama Felix, saat itu MIG masih belum berkembang dan orangnya hanya sedikit hingga mengharuskan Karin dan Johan sering terjun sendiri dalam mengawal.
Karin menarik Felix karena dia begitu cerdas dan lincah dalam bertindak, setelah mendapat uang dia segera menemui kekasihnya tapi apa yang dia dapat, dia melihat pacarnya itu sedang berbuat "itu" dirumahnya sendiri tepat didepan matanya demi uang.
Saking geramnya Felix menculik pacarnya itu dan menyiksanya dengan berbagai alat sebelum dia menyuruh beberapa orang pria hidung belang menjamah pacarnya itu.
Sejak saat itu Felix enggan berhubungan dengan wanita tanpa dia sadari bahwa Karin bosnya seorang wanita.
Hp Felix berbunyi tanpa melihat siapa yang telfon dia segera mengangkatnya melalui hendsed bluetoothnya.
"apa, cepat katakan" katanya kesal.
"berita itu disebarkan melalui warnet dan pelakunya segera mengeblok penggunaannya"
"ada lagi"
"pelakunya dua orang"
"cari sampai ketemu dan introgasi mereka terserah kalian mau diapain"
"siap tuan"
Sementara Erick yang membuka hpnya juga mendelik tak percaya, dia tak pernah tahu bahwa ada orang yang diam-diam mengambil gambarnya dan disebar luaskan.
"hebat juga nih orang ambil gambar bagus banget begini" katanya tak merasa kawatir justru sebaliknya.
"kalo tahu begini aku akan lebih mesra lagi bersamanya" katanya lagi dengan bangga.
"dimana otakmu" sahut Felix jengkel.
"emang kenapa?"
"apa kau lupa itu semua berpengaruh terhadap usaha Orang tuamu dan dia" tutur Felix.
"bener juga ya" katanya sadar.
"kalo goblok jangan ketulungan" geram Felix.
"dasar brengsek"
__ADS_1
Dirumah sakit setelah mendapat kabar dari orang suruhannya, sang Romo segera membuka sosmed melihat benar tidaknya berita itu.
Dia terkejut dengan berbagai berita Erick dan Karin disana, bahkan berbagai cemohan terpampang jelas disana membuat sang Romo mendesah kesal.
"ujian mereka kenapa menimpaku juga" gerutunya dengan malas.
Lalu Romo menelfon suruhannya lagi. "kamu blok semua berita ini sampai ke akarnya" katanya.
"siap tuan"
Sejak naik jepri hingga mendarat dirumahnya Karin hanya diam seribu bahasa, pandangannya hanya terpaku kearah luar saja tatapannya kosong pikirannya entah kemana. Johan yang melihatnya hanya mendesah kesal orang yang tegas kejam dan berkompeten kini hilang entah kemana yang ada hanya seorang cewek lemah yang sedang jatuh cinta dan menghadapi masalah rumit.
"kalo berat kenapa mesti berpisah?" kata Johan memulai.
"aku hanya menenangkan pikiran saja" balasnya malas.
"kau sekarang sudah berubah lebih kecewek daripada kecowok"
"apa maksudmu"
"kau yang sekarang lebih lemah lembut daripada yang dulu, lebih berperasaan!!" kata Johan.
"jadi yang dulu gak berperasaan begitu" ketusnya sama Johan.
"hahaha tapi sekarang lebih kecewek gitu baby" Karin hanya cemberut mendengar ucapan Johan.
"setelah dia mengetahui semuanya mungkin aku akan mengatakan semuanya juga, dan saat itu aku harus siap dengan keputusannya" Karin berkata dengan menunduk sedih.
"tapi aku yakin dia akan menerima kekuranganmu" kata Johan. Karin hanya diam tak membalas.
Jepri mulai mendarat dihalaman belakang rumah Karin, Ersya yang mendengarnya berlari menuju halaman belakang bersama pak Aldo dengan senyum semringah.
Berlahan pintu terbuka Karin keluar lebih dulu disusul dengan Johan dibelakang, Ersya segera berlari kearah keduanya, bukannya berlari kearah sang tunangan dia justru berlari kearah Karin dan memeluknya dengan riang menunjukkan gigi putihnya membuat sang tunangan mendesah kesal sedangkan pak Aldo kaget dengan kelakuan Ersya.
"harusnya kamu memeluk kekasihmu Sya bukannya aku" kata Karin dengan cemberut.
"itu urusan nanti yang jelas aku ingin memperlihatkan sesuatu sama kamu" Ersya berbicara sambil mengeluarkan hpnya dan menggoyangkannya didepan wajah Karin.
"sesuatu!!?" ucap Karin penasaran.
"emm kamu sekarang lagi viral lho coba lihat ini, percintaan terlarang antara pewaris perusahaan batik ternama Jogja dan sang pemilik hotel berbintang Savana Jakarta"
Karin melongo dibuatnya dia langsung menyahut hp Ersya begitu saja.
"sepertinya aku tahu pelakunya" ucapnya sambil memperhatikan foto-foto dirinya bersama Erick kekasihnya dilayar hp.
"kamu tahu pelakunya" Ersya terkejut dengan perkataan Karin.
__ADS_1
"kamu tidak kawatir sama sekali tentang gosip ini ya, padahal kan sangat berpengaruh terhadap usahamu" lanjutnya.
"bukannya aku tak kawatir Sya tapi sebelum aku bertindak ada yang melakukannya lebih dulu makanya aku tidak perlu pusing mikirin"
"wah hebat juga ya jadi bos tinggal tahu beresnya doang"
"iya dong, nah sekarang aku mau sendiri dan tidak mau diganggu siapapun ok"
"ok" katanya singkat sambil tersenyum mengangkat tangannya dengan ibu jari dan jari telunjuk disatukan.
Lalu dia berjalan kekamar Johan dengan membawa jus juga puding kesukaan Johan.
Tok tok tok
Ersya mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam mengharuskan dia mengulanginya kembali.
Cklek...
Pintu terbuka berlahan Ersya mengintip kedalam mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, terlihat kamar Johan kosong melompong tak ada penghuninya.
"hmm kemana perginya mas Jo ya?" gerutunya sambil menaruh talam berisi manisan juga jus diatas meja.
Tiba-tiba sebuah tangan merengkuh pinggang Ersya dari belakang membuatnya kaget dan langsung melihat kebelakang.
"dasar kau kurang ajar... ma ma mas Jo" katanya kaget dan terkejut saat melihat Johan baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk sepinggang saja.
"kenapa kaget Sya bukannya kau sudah pernah melihatnya" Johan berkata sambil meraih tangan Ersya dan menaruhnya didadanya lalu mengarahkannya kebawah menuju roti sobeknya.
"mas Jo hentikan" kata Ersya bersemu merah karena malu.
"kenapa Sya? Semua ini milikmu kamu bebas melakukan apapun"
"i, iya tapi bukan sekarang"
Johan tersenyum menyeringai dia senang menggoda Ersya kekasihnya. Lalu dia memegang dagu Ersya dan mendongakkan keatas berlahan dia mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka berdua bertemu sampai kebibir keduanya.
Johan bermain dengan bibir kekasihnya membuat Ersya menikmati permainan kekasihnya tanpa menolaknya. Tanpa sadar dia memeluk badan Johan begitu Erat dan tanpa sadar juga tangannya berjalan kebawah lalu masuk kedalam handuk.
Johan terkejut dibuatnya dan menghentikan aktifitasnya.
"Sya kamu menginginkannya" kata Johan mengagetkan.
"ma, maksudnya" kata Ersya tak mengerti.
"sikecil kamu pegang membuatnya tak bisa bergerak" Johan berkata sambil melihat kebawah dan Ersya langsung menyadarinya.
"aaaaaa maafkan aku, aku melakukannya tanpa sadar fuh fuh" teriak Ersya sambil meniup telapak tangannya berkali-kali, Johan hanya tertawa geli dibuatnya.
__ADS_1
*****