THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
FELIX DAN FANI


__ADS_3

(kita kembali kepermainan basket)


Flash back off


Karin menghampiri Felix salah satu dari anggota cerberus kesayangannya yang ditugaskan menjaga Erick, karena dia tidak mau Erick dimanfaatkan oleh musuh-musuhnya sebisa mungkin jika mereka tahu.


"oh ya Lix aku ada tugas untukmu"


"siap dijalankan beby"


"hhmm"


Karin mengeluarkan sesuatu dari saku celananya lalu memberikan sama Felix, sebuah obat sekaligus jarum suntiknya.


Karin mengulurkan obat itu sama Felix membuatnya melongo tak berkedip sama sekali karena dia faham obat apa itu sebenarnya.


"OPR2 obat ini kan, apa kau yakin ingin menggunakannya" kata Felix mengambil obat itu.


"OPR2 \= Obat Penetralisir Rasangan. Dimana obat perangsang diubah menjadi sesuatu yang panas tanpa menimbulkan keinginan untuk bercinta itupun jika ada pemicunya yaitu obat perangsang itu sendiri, obat ini akan membuat suhu tubuh meningkat sampai berkeringat, para kelinci percobaan hanya kepanasan saja waktu itu sampai ada yang pingsan karena tidak kuat" batin Felix memperhatikan obat yang berada ditangannya.


"jangan kawatir aku sudah menetralisirnya kembali jadi aman, aku tak suka dia menyentuhnya lebih dari ini" kata Karin.


"sepertinya kau tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya ya"


"apa kau tahu kata ULAR identik dengan wanita"


"hahaha kalo soal wanita aku angkat tangan deh, tapi yang jelas mereka sangat licin juga licik"


Karin melipat tangannya dan bersandar dibadan mobil pandangannya fokus terhadap Fani dan Erick.


"menurut Johan dia sama denganku, kau tahukan apa yang tidak aku sukai"


"ok, aku faham cara pengobatannya gimana?"


"tidak ada, suruh saja dia berendam nanti juga normal kembali yaah semoga dia tak melakukannya, satu lagi tetaplah berada ditengah keduanya terutama Erchan" titah Karin.


Felix terjenggang melihat Karin dia tak berkedip sama sekali untuk yang kedua kalinya.


"bagaimana mungkin kau menyuruhku berada ditengah keduanya, yang ingin kau lindungi itu dia apa Fani aku jadi bingung sendiri" katanya sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Erchan menjujung tinggi yang namanya kehormatan, jika ada seseorang merendahkan kehormatan dirinya agar bisa mencapai tujuannya dia akan sangat membenci orang itu" tutur Karin.


"baby jangan-jangan kamu..."

__ADS_1


Karin hanya mengangguk saja Felixpun mengerti apa yang dimaksud.


Felix menghela nafas sejenak. "baiklah aku mengerti, urusan mereka berdua serahkan padaku, aku akan berusaha sebisa mungkin agar tidak ada keretakkan diantara mereka berdua"


"terima kasih aku percayakan padamu"


flash back onn


Mereka berdua saling memandang, Fani masih terpaku juga terkejut melihat Felix datang kekamarnya. Sedangkan Felix sendiri memandang Fani biasa saja dalam dirinya sebenarnya dia sangat malas menghadapi wanita.


Dia tidak suka berpura-pura atau sandiwara, jika dia ingin melakukan sesuatu dia akan langsung melakukannya tanpa basa basi lagi. Tapi karena Karin melarangnya melakukan sesuatu sama Fani dia jadi kesal dan marah sendiri.


Felix menghela nafas kesal tangannya sudah geram dan mengepal didalam saku celananya. Dia melangkah maju membuat Fani mundur.


"Fan..." panggilnya pelan. Fani hanya diam dan berwajah pucat.


Felix menggenggam tangan Fani membuatnya terkejut tak percaya.


"I LOVE YOU FULL" mendengar ucapan Felix fani hanya bengong sambil berkedip beberapa kali.


"hah!!!"


"maukah kamu tak gendong kemana-mana?" katanya. Fani masih tetap pada posisinya.


Felix terus berjalan maju membuat Fani terpaksa harus mundur.


"katakan padaku apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Felix.


"maksudnya gimana aku gak ngerti"


"jangan basa basi, aku tahu apa yang sudah kamu lakukan"


"aku tak melakukan apapun apa yang perlu dikatakan" kata Fani beralasan.


"ok, kuberi kamu tiga pilihan" Felix berkata sambil menunjukan tiga jarinya kearah Fani. Fani hanya bengong dalam kepalanya penuh tanda tanya saat ini.


Felix mulai berkata. " 1. cinta ditolak dukun bertindak. 2. cinta ditolak yawa melayang. 3. cinta ditolak surga duniapun tiba, pilih salah satunya kuberi kau 3 menit salah maksudnya 3 detik untuk menjawab" Felix berkata dengan mengubah wajahnya menakutkan.


"pilihan macam apa yang kau berikan itu, hanya wanita bodoh yang mau memilih satu diantara ketiganya" ketus Fani.


"tiga detik habis aku jatuhkan pilihan dinomor 3. yaitu cinta ditolak surga dunia tiba kita beraksi sayang" kata Felix menakut-nakuti Fani. Lalu dia mendorong Fani ketempat tidurnya dan menutup pintu.


"aduh apa yang kau laku... kan" ucapan Fani terhenti saat Felix sudah berada diatasnya.

__ADS_1


Fani berwajah pucat seketika keringat dingin mulai keluar dari sela rambut didahi lalu menelan salivanya dengan berat.


"ka ka ka kau tidak mungkin melakukan "itu" kan" kata Fani terbata membuat felix semakin ingin mengerjai Fani dan melihat dia menangis.


"bukannya kau sangat ingin melakukannya ya, ng sepertinya kau belum pernah melakukannya sama sekali bagaimana kalo aku ajari dulu"


"jangan" teriak Fani sambil mendorong tubuh Felix supaya menjauh tapi usahanya sia-sia karena kalah kuat.


Satu tangan Felix mengunci kedua tangan Fani lalu diangkatnya keatas, satu lagi bermain dibibir juga leher membuat Fani bergetar antara geli dan takut.


"hentikan" katanya ketakutan, Felix tersenyum senang dalam hati dia tak berniat melakukan lebih dia hanya mengerjai Fani saja.


Felix mulai menggerakan tangannya turun kebawah, dia gerakan tangannya membuka kancing piyama Fani satu persatu hingga mulai terlihat bra renda didalamnya dan menunjukan sebagian sikembar.


"jangan lakukan, hentikan, kau bajingan brengsek" kata Fani mengumpat.


"inginnya begitu tapi sayang sikecil sudah laper minta makan bagaimana mau menghentikannya"


"tidak!! Aku tidak mau lepaskan aku" teriak Fani.


"besok kau ikut keJakarta bersamaku"


"aku tidak mau, aku tidak ada urusan diJakarta"


"tapi aku ada urusan denganmu" tangan Felix mulai masuk kebra meraba salah satu sikembar dengan pelan membuat Fani tidak bisa menahan suaranya.


"aah, a aku akan ikut lepaskan aku hiks" Fani mulai menangis membuat Felix mendesah kesal, lalu dia melepas tanganya yang mengunci kedua tangan Fani.


Fani menutup wajahnya dengan kedua tangannya sementara piyamanya masih terbuka akibat ulah Felix.


"maaf Fan aku tidak berniat melecehkanmu, semoga dengan ini kau berhenti mengejar Erick" batin Felix sambil mengancingkan piyama Fani.


Felix berbaring disamping Fani dan memeluknya. "berhenti mengejarnya kalo tidak aku akan melakukannya beneran" bisiknya ditelinga Fani.


Fani hanya mengangguk saja tanpa bersuara, Felix menenggelamkan wajah Fani kedadanya membuat detak jantung Felix terdengar begitu jelas, berlahan mereka berdua tidur bersama dalam satu ranjang.


Sedangkan Erick yang berendam dibhatub masih belum naik juga, bagaimana tidak itu karena badannya akan panas lagi jika dia keluar dari bahtub, akhirnya dia bermalam dikamar mandi.


(mungkin karena OPR nya tingkat 2, ๐Ÿ˜ jadi panasnya tingkat dewa maaf ya bang bang Erick author buat kepanasan๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)


*****


Dukung author like, komen juga votenya๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2