THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
MIMPI BURUK


__ADS_3

Sang nenek adalah dalang dibalik semuanya, dari mulai pembullyan disekolah yang dia alami tanpa henti, pelecehan dan kekerasan yang dia alami, berikut dua preman yang dia tangkap saat ini. Supaya tidak ketahuan Aoi sikakak sang nenek ikut menyertakan dia dibully juga disekolah.


"dosa apa yang telah kulakukan, kenapa dia sebegitunya terhadapku" teriak Karin frustasi dipelukan Johan.


AAAAAAAAAAAAAAAAAAA


Karin berteriak sekencang mungkin mengeluarkan semu unek-uneknya kekesalan hatinya yang selama ini dia pendam sendiri.


AAAAAAAAA


Berkali-kali dia berteriak hingga dia merasa lega lalu mengusap air matanya kasar dibalkon. Air mata Karin terus mengalir tanpa henti dia meratapi nasibnya sambil memeluk kedua kakinya.


Air matanya terus mengalir tanpa henti hingga seseorang memeluknya dari belakang barulah dia berhenti menangis dan tenang sampai dia tertidur.


Karin membuka matanya dia sadar dirinya habis mimpi buruk lagi karena pipinya basah bekas air mata, dia merasa ada yang memeluknya dari belakang mendekapnya begitu erat berlahan dia gerakan kepalanya kearah belakang melihat siapa yang memeluknya.


"hallo sayang, sudah bangun ya" sapa seorang pria sambil tersenyum hangat kearahnya. "habis mimpi buruk lagi cup" lanjutnya sambil mencium pipi Karin yang basah bekas air mata.


"Erchan sejak kapan kamu dikamarku" kata Karin terkejut.


"kamu gak perlu tahu cepat bangun ada bingkisan dari bunda diJogja untukmu"


"bingkisan!?"


"mm tadinya bunda ingin mengirim kerumah kamu karena tidak tahu alamat rumahmu jadi dikirim keapartemen" Erick berkata sambil menyerahkan kotak persegi berukuran sedang dibungkus rapi dihiasi pita warna pink.


"warna kesukaan bunda pink, cepat buka aku penasaran bunda kasih apaan"


"paling paling mernak mernik wanita" kata Karin membuka kotak persegi dipangkuannya.


"aku berharap pakaian sexsy hehehe"


"kalo begitu pakai sendiri"


"hahaha apa kamu gak berminat ganti penampilan"


"gak!!"


Erick mendengus kasar. "sikap tomboynya sudah mendarah daging rasanya" batinnya.


Kotak itu sudah terbuka lebar tapi membuat keduanya melongo saat mengetahui apa yang ada didalamnya lalu saling melihat satu sama lain.


"Erchan ini pasti perbuatanmu" kata Karin.


"enak saja aku tidak merasa membeli ini sebelumnya" balas Erick meraih apa yang ada didalam kotak itu.


Baju sexsy musim panas warna merah jambu dengan renda didada. Erick membayangkan Karin memakai baju sexsy itu.


"mikirin apa kamu?" ketus Karin.

__ADS_1


"aku cuma ngebayangin kamu memakainya berjalan dipinggir pantai berdua" Erick berkata dengan pandangan keatas membayangkan.


Pletak


Karin menjitak kepala Erick kesal lalu melempar baju itu kemukanya.


"kasihkan saja keorang lain sana"


"tapi ini dari bunda lho masa dibuang begitu saja...." belum selesai Erick bicara bantal melayang mendarat tepat dimukanya.


"aduh dengar... kan... du... lu..." wajah Erick pucat saat mendapati Karin sudah berdiri didepannya siap memukul sama bantal yang dia pegang.


"ingin melihat aku memakai baju sexsy" kata Karin dengan wajah menakutkan membuat Erick menelan salivanya begitu berat.


"baru kali ini lihat dia marah seperti ini" batin Erick.


Buak buk bak


"aduh sakit hentikan sayang aow" teriak Erick sampai terdengar dari luar.


"kenapa tidak kau pakai sendiri saja pakaian itu dan pergi kepantai sana" Karin terus memukuli Erick dengan bantal.


"sorry sorry deh sifat alamiah para pria nih yang menggerogoti hati dan pikiran melangkahkan kaki menggerakkan tangan untuk meraihnya, ampun hentikan sayang"


Buak


"tenagamu kuat banget sama kaya pria sungguhan haaaah" kata Erick menghela nafas panjang.


Karin menaruh kedua tangannya dipinggang. "mana bingkisan dari bunda jangan-jangan cuma akal-akalanmu saja ya" ketus Karin.


"ada ko tuh dimeja lihat saja sendiri"


Karin melihat kearah meja disana sudah ada kotak pergi yang sama kaya tadi juga warna yang sama kaya tadi.


"beneran ini dari bunda jangan-jangan kamu menipuku lagi" kata Karin memicingkan sebelah matanya.


"buka saja yang itu beneran" kata Erick tetap pada posisi yang sama berbaring dilantai.


Karin berjalan mendekat segera membuka kotak itu secepatnya, dia begitu terpukau saat melihat isi kotak itu kali ini sebuah mini dress batik dengan motif tumbuh-tumbuhan dan hewan yang cantik dan elegan.


Dia meraih dress itu melihatnya dengan seksama. "Erchan" panggilannya memperlihatkan dress yang dia pegang.


"cantik kan kamu coba sana pas apa gak" kata Erick berharap kekasihnya manuruti apa katanya.


"jangan kawatir dilihat bagaimanapun ini sudah pas" kata Karin cuek.


"sial bisakah dia nurut walau cuma sekali saja" batin Erick geram mengepalkan tangannya dalam angan-angan.


"kamu kenapa Erchan?"

__ADS_1


"tidak apa-apa"


"motifnya bagus diambil dari tumbuh-tumbuhan dan binatang juga warna yang cerah"


"itu namanya batik tujuh rupa Pekalongan"


"batik tujuh rupa!?"


"iya, dikirim langsung dari Pekalongan. Pekalongan merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan pengrajin batik dan pusat batik nya. Ciri khas dari batik Pekalongan adalah didominasi dengan motif tumbuh – tumbuhan dan hewan. Batik Pekalongan menggambarkan ciri kehidupan masyarakat pesisir yang mudah beradaptasi pengaruh budaya luar. Sekian penjelasannya, sekarang pakailah mataku sudah gatal nih"


"apa, kamu ingin memakainya coba ulangi telingaku gak dengar" Karin manaruh tangannya dibelakang telinga mengarah kedepan.


Erick mendegus kesal lalu meraih tangan Karin begitu saja dan menariknya membuat badan karin menabrak badan Erick.


Tangan kirinya memeluk pinggang Karin sedangkan satunya memegang tengkuknya. "kamu minta digigit rupanya" katanya mencium bibir Karin kekasihnya.


Karin membalas pelukan Erick juga permainan bibirnya, dia terbuai dalam sentuhan yang diberikan kekasihnya.


"aduh sakit Erchan" kata Karin memegang lehernya.


"stempel kepemilikan"


"huh"


"mau lagi, kita nikah dulu baru deh lakuin yang enak-enak" goda Erick memainkan alisnya naik turun Karin cuma cemberut tak suka.


"sepertinya kau bahagia bersamanya" batin Ran Ran yang sudah daritadi mengawasi mereka berdua.


Saat Karin mimpi buruk dan menangis sebenarnya Ran Ran sudah berada disampingnya, mendengar dia nginggau teringat masa lalunya yang kelam.


Dia mengulurkan tangannya hendak menyentuh Karin tapi pintu dibuka begitu saja oleh Erick sambil membawa dua kotak yang sama, membuat dia mengurungkan niatnya dan segera bersembunyi dibalik tirai tak jauh dari ranjang Karin tidur memperhatikan gerak-gerik Erick.


Erick berjalan mendekat lalu duduk disisi Karin memperhatikannya sambil tersenyum.


"mimpi buruk lagi ternyata" kata Erick mengusap air mata yang mengalir dipipi Karin.


"lagi" batin Ran Ran nampak terkejut mendengar ucapan Erick.


Erick berbaring disamping Karin memeluknya begitu erat setelah mencium pelipis Karin.


"kamu hanya belum mengikhlaskan masa lalumu sampai terbawa mimpi seperti ini" Erick berkata ditelinga Karin.


Karin berhenti menginggau dan tidur dengan tenang kali ini membuat Erick bernafas lega dan tersenyum kecil disudut bibir.


"tidurlah dengan tenang sayang aku disampingmu menemanimu"


*****


Dukung author dengan like, komen dan votenya. Bagi yang sudah author ucapkan terima kasih dukungan kalian sangat berharga bagi author🤗😘🥰

__ADS_1


__ADS_2