THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
JAWABAN TEKA TEKI


__ADS_3

"dari pesannya dia sudah jelas tidak meninggalkan aku dan semua perkataannya itu, hanya satu kemungkinan kalo Chibi itu dia mm...."


Erick duduk bersandar kebelakang pandangannya melihat keatas mengingat kembali semua ucapan Karin juga Fay. Dia terus mengingat setiap kata yang diucapkan Fay dia juga kembali mengingat setiap kata yang diucapkan Karin.


Dia melebarkan matanya seakan menyadari sesuatu. "aku lupa dia juga tak pernah menyebut dirinya pria yang tampan rupawan paling-paling manis, cakep, cantik, menawan sejagat kalo begitu kemungkinan besar memang sudah jelas ya" katanya sambil setengah tersenyum diujung bibirnya.


"jangan-jangan harta karun yang Romo katakan itu.... ok aku akan menemui Romo sekarang"


Erick segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan masuk menemui Romo didalam.


Cklek....


Erick membuka pintu tiba-tiba membuat sang Romo juga bunda terkejut dan langsung melihat kearahnya. Dia berjalan mendekati kedua orang tuanya.


"ada apa le?" kata Romo melihat anaknya yang sudah mendekat dan diam.


"iya ada apa? Sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan" sahut bunda memperhatikan putranya.


"katakan yang sebenarnya Romo pasti juga sudah tahu" kata Erick serius.


"tentang apa?" tanya Romo.


"Chibi" jawab Erick singkat.


Romo terkejut mendengarnya lalu dia melihat keistrinya dan dijawab anggukan olehnya.


"Romo menyuruhku mencari harta Karun milik Karin, tapi aku tidak boleh menemuinya tidak boleh pergi keJakarta menemuinya, Romo tidak mengurungku Romo juga tidak menyita hpku, aku yakin Romo pasti sudah mengetahui sesuatu tentangnya" kata Erick panjang lebar dan menggebu-gebu.


"harta Karun yang kucari itu sebenarnya tentang siapa dia sebenarnya kan romo" lanjutnya.


Sang Romo hanya diam melihat dan mendengar anaknya berkata panjang lebar.


"lalu apa kau sudah menemukan apa yang aku minta le" kata Romo sang bunda hanya diam mendengarkan.


"apa yang Romo maksud harta karun itu adalah Karin yang "cewek" kan, sebenarnya aku juga gak terlalu yakin sih"


"kau terlalu dibudak oleh cinta hingga menutup mata batinmu, sepandai apapun wanita yang tomboy berdandan semua itu tak akan bisa menghilangkan aura kewanitaannya" sahut bunda sambil tersenyum kecil.


"eh bunda juga sudah tahu" teriak Erick tak percaya.


"dari awal kita bertemu bunda sudah mengetahuinya bodo, harusnya kau sadar saat Karin bilang kalo kamu tak akan pernah melenceng dari agamamu, itu semua sudah menunjukkan bahwa dia adalah wanita dan akan mengikuti kekasihnya nanti" kata bunda panjang lebar.


"walau diawal sebenarnya aku juga ragu" batin bunda.


"bukannya Romo juga sudah memastikan didepamu saat itu ya" lanjut bunda melihat kearah putranya.

__ADS_1


Erick mengingat kembali waktu dia berada diruang kerja sama Karin, bunda juga Romo saat itu. Masih teringat difikiran Erick saat Karin bilang soal pembuktiannya.


"apa kau bisa membuktikan" katanya.


"ya, akan saya buktikan" kata Karin tegas.


Erick langsung mendelik setelah sadar apa yang selama ini tersembunyi dibalik semua perkataan Karin.


"aku masih ingat itu berarti dia sendiri yang akan melakukanya betulkan Romo bunda"


"gak tahu kenapa tidak kau buktikan sendiri saja" balas keduanya kompak.


"kalo gitu apa putra boleh keJakarta?" tanya Erick. Keduanya mengangguk begitu saja membuat Erick berjingkrak kegirangan dan memeluk kedua orang tuanya begitu saja.


"terimakasih bunda Romo aku senang sekali kalian berdua merestui kami kan"


"kapan aku bilang akan merestui kalian berdua, kasian Karin mendapat kekasih yang bodo seperti" ketus bunda menghela nafas sejenak.


"bunda ko ngomong begitu biar begini juga anak bunda"


"ceweknya pintar dan berbakat cowoknya cuma sekretaris biasa yang bodo, mimpi apa Karin ya bisa kecantol sama cowok seperti dia" ejek Romo sama anaknya.


"haiis kalian berdua sama saja" kesal Erick. "Romo pinjem jeprinya boleh ya" ucapnya lagi.


"jangan manja sudah punya mobil sendiri kan"


"biarin jadi orang itu harus mandiri"


"rasanya percuma punya orang tua milyader, hidup mewah serasa miskin" gerutunya dalam hati.


"Romo bunda putra pergi dulu gak apa kan aku tinggal kesana" Erick berkata sambil menunjukan giginya membuat bunda tertawa kecil sedangkan Romo mendesah kesal.


"pergilah semoga kalian selalu bersama" kata bunda.


"ingat kalo sudah tahu jaga dia baik-baik" sahut Romo.


"beres Romo terima kasih untuk semuanya" setelah berkata seperti itu Erick segera berlari menuju mobilnya. Dia akan pergi keJakarta menuju kediaman rumah Karin.


Hatinya begitu berbunga-bunga, disepanjang perjalanan bibirnya tak pernah berhenti untuk tersenyum, didalam otaknya hanya ada nama Karin disana, dia begitu senang karena dia masih normal dia juga senang karena Karin ternyata seorang wanita. Sampai-sampai dia lupa menghubungi Felix supirnya guna mengabari kalo dirinya berangkat keJakarta sendiri.


SiFelix yang tidak tahu kalo Erick pergi sendirian keJakarta sebenarnya sedang berada di apartemen bersama Fani dalam keadaan kesal.


Hp diatas meja berbunyi segera dia meraihnya dan langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelepon.


"tuan Felix, tuan muda Erick pergi keJakarta sendirian" ucap seorang pria dari seberang.

__ADS_1


"apa!! Kapan berangkatnya?" tanya Felix kaget.


"baru saja tuan" jawabnya.


"suruh yang lain mengikuti mobilnya sampai tujuan.


"siap tuan"


Setelah mematikan panggilannya segera Felix mematikan hpnya dan melihat Fani yang cemberut ,kesal juga marah.


"ngapain kamu muka ditekuk begitu" balas Felix.


"bukan urusanmu" balas Fani dengan ketus.


"masak sana perutku laper"


"hih gak mau, kau pikir aku istrimu apa masak sendiri sana"


"wanita macam apa kau tak bisa masak tahunya cuma dandan dan shoping saja"


"terserah aku gak ada hubungannya denganmu"


"aku menyuruhmu masak ya masak" teriak Felix tiba-tiba karena kesal.


Fani terkejut dibuatnya lalu dia berdiri dan berjalan kehadapan Felik.


"perutmu yang laper kenapa mesti aku yang repot-repot melakukannya" ketus Fani.


Felix semakin kesal dibuatnya lalu dia menggebrak meja. Dia berjalan menuju lemari dan mengambil baju yang beru dibelinya kemarin itu. Sebuah pakaian pelayan yang imut dan seksi. Dia melemparnya kewajah Fani begitu saja.


"cepat pakai dan buatkan aku makanan sekarang" titah Felix tanpa melihat kearah Fani.


"kapan kau akan memulangkan aku dan pakaian apa ini dasar kau bajingan gila, aku tidak mau"


"kalo gitu kau memang harus dipaksa ya" Felix berjalan mendekati Fani membuatnya berjalan mundur dan berwajah pucat.


"berhenti disana aku bisa melakukannya sendiri" Fani yang ketakutan berteriak tanpa sadar. Segera dia berjalan menuju kamar mandi tuk berganti pakaian.


Beberapa menit kemudian Fani keluar dengan memakai pakaian pelayan yang imut dan pas di badan, Felix yang terkejut langsung mengubah expresinya menjadi biasa saja.


"kau lebih pantas dengan pakaian seperti itu"


katanya dengan pedas sama Fani.


******

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen 🥰😘


__ADS_2