
Ran Ran mengusap kepala Karin seperti anak kecil. "masih ingin tahu saja kamu" katanya sambil tersenyum.
"dibadanmu tidak ada apa-apa kalian berwajah sama murni dari lahir, rahim mamamu hanya bisa menghasilkan sel telur berkat bantuan obat, tanpa obat sel telur tidak bisa dihasilkan saat itulah aku berfikir untuk membuat bayi tabung tapi sayangnya kandungan mamamu begitu lemah serta kondisi badannya dia sudah dua kali keguguran waktu mencobanya" Ran Ran mengingat kembali masa-masa silam.
"satu kesalahan yang aku lakukan dan kusesali seumur hidup" Ran Ran menunduk sedih.
"pa jangan diingat jika itu membuat papa sedih" kata Karin memegang tangan Ran Ran papanya.
"karena tidak ada yang mau menyewakan rahimnya papa menculik seorang wanita, dan wanita itu baru sebulan melahirkan tapi papa juga tidak bisa melepaskan wanita itu karena termakan waktu akhirnya kami berdua hanya bisa memohon dan pasrah"
"untungnya dia bersedia, jadi wajahmu murni seperti ini dari lahir"
"rasanya aku mengerti kenapa nenek begitu membenciku" batin Karin mengingat perlakuan yang dia terima selama ini.
"nanti kalo kamu ingin punya anak kembar gak usah bingung karena tidak punya gen kembar, program setahun dapat dua itu sudah membuat sianak berwajah sama, bagaimana punya niatan program satu dapat dua nggak" goda Ran Ran sama anaknya sambil tersenyum.
Karin cuma diam tak suka melihat kelakuan papanya. Mereka berdua bercengkrama tertawa seakan tanpa beban ditaman belakang, hal yang sangat diimpikan Karin selama ini tidak terasa begitu nyata.
Karin menelfon kakeknya diParis dia mengabarkan bahwa dia sudah menemukan putranya dan sekarang berada dirumah, tanpa menunggu waktu lagi sang kakek serta sang istri terbang keIndo berserta tangan kanannya.
Mereka begitu tak sabar ingin sekali bertemu anaknya melihat keadaannya. Setelah cukup lama memandang gerbang rumah Karin dan menghela nafas sejenak mereka bertiga masuk kedalam.
"ooo sudah datang ya tamu kehormatan, turunlah dulu" kata Karin sambil menggerakkan tangannya supaya pak Aldo keluar kamar.
"kenapa dia lama sekali" kata Fay begitu gak sabaran.
"sabar kita tunggu dulu" kata Louris menenangkan.
Karin datang bersama Nana dia tertunduk bingung tak tahu harus ngomong apa didepan Fay, terlihat matanya sudah berkaca-kaca membuat semua orang disana bingung dan bertanya-tanya.
"kamu bilang sudah menemukan dia cepat katakan dimana dia" kata Fay.
Karin menatap Nana dengan muka sedihnya lalu dia bersuara pelan. "aku memang sudah menemukannya dia..." kata Karin tertunduk dan tidak melanjutkan ucapannya.
Mendengar jawaban itu semuanya langsung tertunduk seolah tahu apa yang ingin dikatakan. Louris menangis didada suaminya Glen tertunduk sedih banyak sekali kenangan saat dia bersama tuan mudanya.
"tidak apa kalo harus seperti ini kami semua ikhlas" kata Fay.
"bisakah kau mengantarkan kami ketempat peristirahatannya kami ingin bertemu dengannya" kata Louris.
Karin yang tertunduk sedih didekat Nana cuma melirik kearah ketiganya.
"dia ada dibelakang kalian" katanya sambil menunjuk kearah belakang mereka bertiga.
Mereka yang terkejut tak percaya berlahan menoleh kebelakang dengan hati deg degan.
__ADS_1
"aku juga ingin bertemu kalian" kata Ran Ran yang sudah berada dibelakang menggunakan sebuah senter menyalahkan dari bawah dagu, sehingga membuat wajahnya menjadi seram seketika semuanya teriak histeris karena takut.
AAAAAAAAA.... teriak mereka bertiga kompak memenuhi ruangan.
Karin ingin membuat kejutan saja didepan kakek neneknya, dengan menghadirkan Ran Ran dari belakang dia sendiri hanya menunjukkan wajah sedihnya tanpa harus berakting alhasil semua sesuai rencana.
Ran Ran cuma disuruh berdiri saja membawa senter guna menyorot wajahnya dari bawah tanpa melakukan apapun.
Mereka yang masih terkejut memandangi Ran Ran bingung mencoba menyentuh wajahnya.
"kau gentayangan" kata Louris berwajah pucat.
"kenapa tidak mama sentuh sendiri nyata atau bukan" balas Ran Ran tersenyum semringah.
Walau ragu Louris memberanikan diri menyentuh badan putranya.
"dia nyata kakinya juga memijak lantai, kamu masih hidup"
Ran Ran hanya mengangguk Louris langsung menangis memeluk putranya yang sudah lama menghilang disusul sama Fay papanya.
"kami mencarimu sangat lama tapi selalu saja nihil" kata Fay.
"ayo duduk jangan berdiri saja" kata Ran Ran dia berjalan kearah Glen dan memeluknya.
"terima kasih sudah menjaga mereka berdua" kata Ran Ran.
"haiis aku tak menyangka hanya berwajah sedih saja kalian semua langsung mengira papa sudah jadi mayat bagaimana kalo berakting sungguhan" kata Karin membuyarkan semuanya.
"ini semua idemu dasar kau bocah bandel" kata Fay.
"jangan salahkan aku pak tua kalian saja yang salah mengerti, aku tadi ingin bilang "aku memang sudah menemukannya dia sekarang berada dibelakang kalian, begitu" kata Karin menjulurkan lidah.
"dia bikin aku darah tinggi grr"
Karin mengulurkan tangannya tepat didepan kakeknya.
"imbalannya apa yang akan kau berikan padaku pak tua" ketus Karin.
"hah, imbalan!!"
"aku sudah mencari sekaligus mempertemukan kalian, masa gak dikasih apa-apa gimana sih capek nih tanganku cepetan mana"
Ran Ran, Glen juga Nana, hanya menggeleng kepala saja melihat kelakuan putrinya, sementara Louris cuma tersenyum karena sikap dan sifat Karin cucunya memang mirip suaminya.
Fay bener-bener pusing dia seperti menghadapi dirinya sendiri, lalu dia menyerahkan dua lembar kertas didepan cucunya.
__ADS_1
"apaan nih??" tanya Karin meraih dan melihat kertas itu.
"baca sendiri" kata Fay.
Fay memasukan Karin kedalam kartu keluarga Andromeda sekaligus mengubah akte kelahirannya.
"hey, cuma lembaran kertas apa bagusnya" ketus Karin seolah mengejek dalam hati sebenarnya dia sangat senang dan menerimanya.
"Chibi Maroko Chan kita keluar sebentar yuk" Erick tiba-tiba merangkul Karin dari belakang begitu saja.
"eh kemana?" tanya Karin heran dan bingung.
"nanti kamu juga akan tahu, nah biarkan mereka bernostalgia kita jalan keluar ok"
"boleh sih tapi kita mau kemana dulu"
"sudah ayo" Erick menarik tangan Karin mengajaknya jalan lalu berhenti baru beberapa langkah berjalan.
"Bi mereka bertiga akan menginap disinikan" tanya Erick.
"terserah mereka mau menginap atau tidak rumah ini terbuka lebar untuk mereka, ya kan pa" Karin berkata sambil melihat papanya.
"memang ada apa?" tanya Karin sama Erick.
"Romo bunda mau bertamu kesini"
"oooo, apa!! kesini!?"
"ngapain sih kaget begitu, ayo buruan gak sabar nih"
Erick membawa Karin begitu saja keluar rumah tanpa menunggu balasan sambil tersenyum ria.
"kalo orang tua bocah itu mau kesini kita tunggu saja, gak apa kan sayang" tanya Louris.
"gimana F?" tanya Fay sama anaknya.
"ya, paling yari tanggal yang pas buat mereka"
Sesuai apa yang dibicarakan Erick mengajak Erick kebutik untuk memilih baju pernikahannya sendiri buat dikenakan nanti saat pernikahan, mereka terlihat bahagia saat ini terutama Karin yang sudah menemukan papanya tinggal bersama juga mendapat indentitas baru masuk kedalam keluarga Andromeda, derita yang dia lalui dimasa lampau kini sudah berubah menjadi kebahagiaan.
"mama lihatlah dari sana aku berhasil membuat semuanya berkumpul bersama, ini semua berkat doa dan dukungan semuanya, semoga mama tenang disana kami akan selalu kirim doa untuk mama"
END
*****
__ADS_1
Alhamdulillah akhirnya selesai juga cerita the twins, siapa dia? jangan kemana-mana dulu ya para readers masih ada kelanjutannya sedikit.