
Johan sudah sembuh dan akan pulang kerumah, para pelayan meminta izin mengadakan penyambutan walau kecil-kecilan dirumah belakang, mereka begitu senang setelah mendapat izin dari sang tuan dan segera menyiapkan secepat mungkin.
Karin melihat aktifitas para pelayannya yang sibuk dengan senyum semringah dirumah belakang.
"aku juga harus melakukan sesuatu untuk penyambutan deh" kata Karin membuat mereka semua memandangnya.
"tua muda duduk saja melihat dari kursi" kata salah satu pelayanannya.
"tapi aku tidak suka cuma hanya duduk diam" kata Karin tersenyum lalu berjalan kedapur dia mengeluarkan bahan makanan yang ada disana.
"kalian lakukan saja apa yang direncanakan biar aku memasak sedikit untuknya" kata Karin.
"biar bibi bantu den" sahut bibi berjalan mendekat kearah Karin.
"boleh bibi cuci saja semuanya serta bumbunya saja setelah itu buahnya"
"baik den" Bi Ratna segera melakukan apa yang Karin perintahkan lalu menyiapkannya didekat Karin.
Pak Aldo dan bi Ratna juga lainnya terjenggang melihatnya, ini pertama kalinya mereka melihat kecepatan tangan sang tuan dalam memasak.
"daripada bengong lebih baik berkerja" kata Karin terus bergerak menyiapkan masakan.
Mereka semua saling memandang sambil tersenyum lalu melanjutkan aktifitasnya masing-masing. Karin mulai menghias buahnya dibentuk berbagai bunga dan tertata rapi.
Tak selang berapa lama Johan datang membawa mobil sendiri bersama Ersya, mereka berdua kaget tak percaya sama penyambutan yang dilakukan oleh semuanya.
"selamat datang" teriak semuanya didepan Johan.
"ide siapa nih" Kata Johan tersenyum senang.
"semuanya, tapi yang masak tuan muda sendiri setelah itu kembali kerumah utama" kata salah satu pelayan menunjuk meja makan yang penuh berbagai makanan dan semuanya makanan kesukaan Johan.
"aku lihat dia dulu ya, ajak makan sekalian" Johan berkata sambil melihat Ersya minta persetujuan darinya.
"iya" balas Ersya mengangguk dan tersenyum.
Mendapat izin dari tunangannya Johan segera berjalan menuju lantai dua kamar Karin.
"wow semuanya begitu lezat tapi sayangnya semua ini kesukaan Johan tidak ada satupun yang terlewatkan" celetuk Billar mengamati seluruh makanan dimeja.
"kesukaan mas Jo semua ini!" sahut Ersya kaget.
"mm dari ujung sana sampai sini kesukaan Johan terutama yang ini" Billar menunjuk sepiring kue pie yang berada ditengah. "pie kaleng rasa mangga ini dan milksake lalu udang Krispy yang dibentuk bunga tuh tiga makanan itu favoritnya" kata Billar menunjuk ketiga makanan yang berjajar ditengah.
Ersya cuma bengong saja mendengar kata-kata Billar melihat makanan yang ditunjuk.
__ADS_1
"sama halnya dengan Johan dia juga tahu makanan favorit Beby warna yang paling dia gemari buku bacaan yang dia suka" Billar yerocos tanpa henti.
Ersya menunduk menyatukan kedua alisnya hatinya mulai ragu benarkah hubungan mereka berdua cuma atasan dan bawahan atau lebih dari saudara pertanyaan itu membuat Ersya ragu akan cinta Johan.
Paman dan bibinya melihat Ersya mereka tahu hatinya saat ini bimbang akan ucapan Billar. Lina yang menyadari suasana tidak enak disana menginjak kaki Billar begitu saja supaya diam.
"aduh sakit Lin kenapa kau menginjak kakiku" kata Billar meringis kesakitan.
"supaya kau diam" ketus Lina.
"tapi kan bukan begini caranya" gerutu Billar Lina hanya melotot membuat Billar diam tak berani bicara lagi.
"pantas tuan muda menyuruh kita belanja lagi bahan makanan" batin dua orang pelayan yang berdiri didekat meja.
"kenapa semua hanya berdiri saja ayo makan bareng" kata Johan berjalan masuk menuju meja makan dan meraih milksake ditengah meja dan diperhatikan oleh Ersya.
"tuan muda mana tuan Han?" tanya salah satu pelayan.
"dia sedang sibuk telfon dengan seseorang" jawab Johan menghampiri Ersya menarik kursi untuknya. "nanti juga bakal kemari ikut gabung kita makan dulu saja, mau makan yang mana Sya?" lanjutnya bertanya sama Ersya.
"nanti aku ambil sendiri"
"oh baiklah"
"Han bagi-bagi dong jangan diembat begitu" sahut Billar.
"kalo yang ini jangan ya, masih banyak tuh dimeja" kata Johan tersenyum senang.
"apa kalian nyaman berkerja untuk baby dirumah ini" tanya Johan tiba-tiba.
Semua pelayan juga kepala pelayan sekaligus bi Ratna saling melempar pandangan, mereka teringat kejadian dulu sebelum rumah itu berpindah ketangan Karin, apa yang mereka alami sungguh diluar batas dan itu sangat menyakitkan.
"tuan muda sangat baik aku betah disini" sahut seorang palayan lalu disusul oleh palayan lainnya dengan mengangguk berjamaah.
"tapi sebenarnya baby bukan tuan muda lho"
"a, apa maksudnya tuan muda bukan tuan muda" tanya Lina gak mengerti.
"dia sebenarnya wanita" sahut Billar sambil tersenyum menunjukkan giginya.
"apa!!?" kata semuanya kompak.
"jadi begitu, aku kira waktu itu aden suka sesama jenis" gerutu pak Aldo didengar semuanya.
"apa maksudnya pak suka sesama jenis" kata pelayan lain.
__ADS_1
"tidak usah dibahas" kata pak Aldo menglihkan pembicaraan.
"yang dikatakan Billar benar baby memang wanita hanya saja dia terlalu tomboy dan gak minat sama pakaian wanita, dan lagi baby juga pernah seperti kalian" jelas Johan.
"oh kalo itu aku tidak tahu" sahut Billar.
"ceritakan tentang Karin mas Jo biar semua tahu bagaimana majikan mereka iya kan" celetuk Ersya yang dari tadi hanya diam.
"bener apa yang dikatakan istrimu" kata Billar.
Johan melihat Ersya dan Billar bergantian lalu melihat yang lainnya, nampak raut wajah mereka semua berharap Johan mau menceritakan tentang majikan mereka.
Johan menarik nafas panjang dan mulai bercerita.
"baby terlahir dari keluarga konglomerat dan terpandang dia dilahirkan diSurabaya, walau dia lahir dikeluarga kaya raya tapi semua itu tidak bisa dia nikmati, salah satu orang disana menjadikan baby sebagai pelayan dirumah sendiri sejak dia masih anak-anak. karena itu dia yang paling mengerti bagaimana rasanya ditindas baik dirumah maupun disekolah" jelas Johan.
"dijadikan palayan dirumah sendiri!!" batin semua.
"wah Han kamu tahu banyak tentang baby ya" kata Billar menepuk punggung Johan.
"kenapa, kamu iri ya" katus Johan sambil menghabiskan milksakenya.
"cih sadis amat kau"
"tadi mas Jo bilang ditindas disekolah" kata Ersya.
"dinegri sakura pembullyan disekolah sering terjadi dimana senior akan semena-mena terhadap juniornya, banyak wali murid yang memindahkan anaknya saat melihat anak mereka dibully, tapi kasus yang menimpa baby berbeda dimana setiap kejadian yang berada disekitarnya cuma mengarah pada satu orang saja" Johan bercerita dengan serius berikut mereka yang mendengarnya tak kalah serius dari Johan.
"dengan kata lain Karin menderita akibat ulah seseorang" kata Ersya.
"hhmm" Johan hanya mengangguk.
"kalo aku tahu sudah ku obrak-abrik dia" sahut Billar.
"memang kamu tahu siapa dia?" kata Johan.
"kalo begitu kasih tahu Han siapa dia? Yang sudah membuat baby menderita" kata Billar.
"sudah itu cerita masa lalu toh dia sudah tidak apa-apa sekarang" kata Johan.
"mm apa mungkin kakaknya sendiri ya" kata Ersya membuat Johan kaget.
*****
Terima kasih sudah memberi like & komen juga lainnya, dukungan anda sangat berarti bagi author 🤗😘🥰
__ADS_1