
"kamu apanya dia dasar tahu-tahu datang langsung tarik saja" teriak si A.
"dia temenku" jawab Karin disamping Erick.
"cuma temen saja bukan pacarnya sok belagu"
Erick mengepalkan tangannya dengan geram siap menonjok.
"sudah jangan berantem masih pagi" ucap Karin dengan tersenyum membuatnya semakin marah saja.
"apa maksudnya pacar" tanya Erick sedikit heran sama ucapan si B.
"halah jangan pura-pura gak tahu kau pasti juga sama kaya kita-kita, kami semua tertarik sama Karin dan ingin berkencan dengannya, ya kan gaees!"
"betul!!" jawab mereka semua kompak. Sementara Karin hanya tertawa geli.
"tunggu dulu jangan-jangan kalian semua ini, GAY!!" ucapan Erick langsung tepat mengenai sasaran.
Mereka semuapun kompak mengangguk beberapa kali mengiyakan.
"astogfirlloh..." katanya sambil mengelus dada lalu berjalan pergi.
"heeeei" teriak salah satu dari mereka.
Erick mengacungkan jari telunjuknya kearah pria tadi dan bilang "dia milik gue!!" ucapnya datar penuh penekanan lalu berjalan kembali menuju mobilnya.
"Erchan kamu ngapain sih pagi-pagi sudah cari ribut begitu" tanya Karin yang duduk didepan.
"justru aku yang tanya kamu ngapain bersama mereka hah" pekik Erick membuatnya terkejut sambil melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"cuma ngobrol biasa apa yang perlu dipermasalahkan"
"cuma ngobrol apa mengajak mereka berkencan"
"gak level aku sama mereka, aku lebih tertarik sama kamu"
"bagus kalo kamu tertarik sama aku mulai sekarang jangan deket-deket sama orang lain kecuali aku"
"gak, aku tidak suka dikekang juga diperintah apalagi diatur"
__ADS_1
"siapa yang mengaturmu, aku cuma tidak suka kau dekat dengan mereka saja"
Tiba-tiba Karin menempelkan punggung tangannya kedahi Erick.
"kamu gak sedang sakit kan Erchan" ucapnya yang sudah mendekat kearah Erick.
"sembarangan! pokoknya aku gak suka kau deket dengan mereka yang tidak kau kenal, kau tahu sendiri Jakarta kota metropolitan yang kejam" Erick tak mau melihat Karin pandangannya lurus kedepan.
"terima kasih" ucap Karin pendek.
"sama-sama" balasnya.
Karin melihat kearah luar dengan sendu pandangannya menyusuri setiap ruko juga pendagang kecil disekitarnya yang dilewati oleh mobil mereka. Mobil yang mereka tumpangi mulai berjalan lambat karena macet tak jauh didepan dia melihat seorang gadis dengan pakaian imut menjajakan dagangannya.
"seperti pernah bertemu dengannya tapi dimana ya" batin Karin saat mobil mulai mendekat kearah gadis itu.
"ayo ayo kue basahnya buat sarapan dijalan mumpung masih hangat" teriak gadis itu dengan semangat.
"kuenya mas mumpung masih hangat, lho kamu siCOMUT" kata gadis itu saat menawarkan dagangannya sama Karin.
"apa kita pernah bertemu ya" balas Karin sambil tersenyum kearah gadis itu.
"oh iya yang waktu itu minta foto bareng, kamu jualan apa sih?"
"aku jualan kue basah kalo pagi sebelum kerja hehehe nih cobain, kue lumpur, donat, lumpia dan masih banyak lagi, oh dia siapa? ko beda sama yang waktu itu" ucap gadis itu yang ternyata bernama Ersya kearah Erick.
"dia temenku namanya Erick yang kemarin perkerjaku" Erick membalas dengan senyuman saat Karin memperkenalkan dirinya lalu menepikan mobilnya supaya tidak mengganggu pengendara lainnya.
"kenapa menepi Erchan" tanya Karin heran.
"supaya tak mengganggu pengguna jalan lain"
"ayo ambil silakan buat dicoba"
Karin juga Erick mengambil jajanan yang ditawarkan Ersya.
"enak kamu bikin sendiri"
"iya, alkhamdulilah kalo enak hehehe"
__ADS_1
"bener ko memang enak rasanya" sahut Erick.
"aku beli semua deh nih uangnya" Karin mengeluarkan uang seratus ribuan lima diberikan pada Ersya.
"comut ini kebayakan semua ini cuma dua ratus ribuan saja itupun sudah semuanya" kata Ersya.
"sudah ambil saja rezeki pagi tak boleh ditolak" ucap Erick sambil makan.
"kamu masukin saja sama tempatnya dibelakang, kamu kerja dimana ayo sekalian aku antar"
"oh terima kasih gak usah arah kita berlawanan, aku kerja dibutik bandung dijalan X bukanya jam sembilan pagi" Ersya menjelaskan.
"wah hebat memanfaatkan waktu dengan baik" kata Erick
"jelas dong karena waktu adalah uang"
"kita pergi dulu ya Ersya terima kasih kuenya"
"justru aku yang berterima kasih karena kueku sudah kamu borong jadi bisa pulang cepat hehehe" Ersya memperlihat senyum lebarnya kearah Karin juga Erick.
Erick melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut karena jam menunjukan pukul delapan lebih.
"kuenya bener-bener enak ya Erchan nih kamu bawa kekantor buat promosi"
"ko aku ya kamu bawa sendirilah kehotel dimakan bareng-bareng"
"ok deh kita bagi berdua" Karin mulai mengambil tas keresek hendak membagi kuenya.
"terserah kamu sajalah"
Erick mengantar Karin lebih dulu kehotel tempat dia berkerja setelah itu dia pergi kekantor dengan ngebut memecah keramaian pagi karena sudah sangat terlambat.
Karin memasuki hotel sambil menenteng kranjang yang berisi kue dengan cepat, seperti biasa setiap kedatangan Karin kehotel semua orang langsung menundukan kepala memberi hormat sama sang pemilik hotel dan mengambil barang bawaannya tanpa disuruh.
"itu kamu bawa keatas beberapa saja ya sisanya buat kalian"
"terima kasih tuan" jawab sipetugas hotel.
*****
__ADS_1