THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
FIRST LOVE


__ADS_3

Tek!! Gelas yang dipegang Karin retak karena cengkraman yang kuat, dia melihat pesan WhatsApp yang dikirim Felix sebuah pesan dangan foto yang membuat amarahnya mulai keluar dan menggenggam gelas itu begitu erat hingga retak.


"kucingmu lucu sekali baby!!" pesannya diiringi foto saat Fani bermanja dilengan Erick membuatnya cemberut tak suka.


gggrrrrr Karin geram dengan sikap Fani seolah menyiram minyak keapi, tanpa sadar dia mengeratkan genggaman tangannya yang memegang gelas.


Prak... Akhirnya gelas itu pecah ditangan Karin bukannya melepas pecahan kacanya dia malah menggenggam erat pecahan itu hingga membuat beberapa beling menusuk kulitnya hingga darahnya mengalir jatuh kelantai.


"dia menantangku rupanya awas kau kalo sampai menyentuhnya lebih dari ini" batinnya sambil menggertakan gigi.


Kiran sang kakak yang menyadari menaruh piring yang dibawanya kemeja lalu meraih tangan adiknya yang berdarah, sebelumnya dia sudah mengirim pesan keNana supaya membawa kotak P3K kekamar Karin.


"litle sayang..."katanya memulai.


"hhmmm" jawab Karin hanya menggeram kesal.


"jangan menyakiti dia, sebenarnya dia gadis yang baik dan tak rela cintanya bertepuk sebelah tangan kau yang pernah mengalaminya pasti tahu" ucap Kiran dengan nada lembutnya sambil membersihkan pecahan kaca ditangan adiknya. Karin sendiri tidak merasa kesakitan sedikitpun karena sudah biasa baginya dengan rasa sakit, nampak wajahnya masih kesal karena foto yang dikirim Felix suruannya.


Tok tok tok suara ketukan pintu dari luar mulai menggema.


"masuk" jawab Kiran datar sambil terus mengelap darah ditangan adiknya dengan tisu.


Nana datang membawa apa yang dipesan tuannya.


"pesanan anda tuan" ucapnya menunduk lalu melihat ketangan Karin yang dibersihkan kakaknya. "tangan anda kenapa nona?" tanyanya sopan.


"biasa kalo sudah marah badannya jadi korban kalo bukan orang lain" kata Kiran.


"brisik, aku cuma tak suka milikku disentuh orang lain" pekik Karin sang kakak hanya mendesah kesal.


"ya, dia milikku hanya milikku!! Apapun itu aku harus mendapatkannya!" batin Karin geram.

__ADS_1


"biarkan saya yang mengobati nona, tuan" sahut Nana menawarkan diri. Kiran tak membalas dia cuma menggerakan tangannya supaya Nana keluar karena dia tahu saat ini adiknya sedang marah.


"kalo begitu saya permisi" ucapnya menunduk lalu berjalan keluar.


Sekarang hanya tinggal Karin dan Kiran kakaknya didalam kamar.


"aku tak pernah mengalami cinta bertepuk sebelah tangan beb, ini pertama kalinya aku menyukai seseorang dan dia adalah cinta pertamaku aku ingin mendapatkannya, memang gak boleh!"


"aku senang kau sudah dewasa litle, tapi kau juga harus tahu cinta yang dipaksa itu bukan cinta namanya, kau sudah menumbuhkan cinta dihatinya yang harus kau lakukan sekarang membuatnya berkembang saja"


"kau jangan berbelit-belit aku gak ngerti ngomong yang jelas"


"ikuti alur berjalanlah seperti biasa jangan terlalu melakukan sesuatu yang tak berguna, karena kehancuran juga keuntungan terjadi kerena ulah kita sendiri dalam bertindak, bukannya dia masih belum tahu kalo kamu itu cewek jadi kamu bisa berdekatan dengannya tetap seperti biasa tumbuhkan terus rasa nyaman padanya buat dia selalu mencarimu, hanya ini yang bisa kakak sarankan padamu dan ingat jangan terlalu memaksakan diri"


"kau mendukungku"


"yah untuk kali ini aku dukung walau sebenarnya kakak gak suka demi kamu my litle girl"


"aku senang sih tapi yang belakang itu aku gak suka"


"juga yang paling pintar sedunia" balasnya sambil melipat dada menyombongkan diri.


"kalo aku nolak kau akan tetap bersamanya" batin Kiran.


"kak Aoi benar aku harus mengikuti alur dan berjalan seperti biasa tanpa harus berbuat sesuatu tapi untuk mengatasi sesuatu yang tak diinginkan aku juga harus melakukan sesuatu" batin Karin disamping kakaknya.


"terima kasih beb, terima kasih telah memberiku saran"


"ya, sekarang habiskan makanmu"


"ya"

__ADS_1


Disela dia makan Karin mengetik sebuah pesan keNana.


"bawakan kesini obat OPR2" pesannya keNana.


Disuatu tempat dikota timur tengah seseorang sedang marah terhadap orang suruannya tak segan dia menembakan pistol kebeberapa orang yang gagal menjalankan tugasnya.


Brak...


Dia mengebrak meja dengan keras dan mengumpat kasar. Seorang pria tua yang masih gagah diusianya yang tak lagi muda bertemperamen yang buruk menghalalkan segelanya demi bisnis yang maju.


"dasar bajingan tak berguna membunuh satu bocah saja tak berguna" teriaknya menggema.


"jujur tuan dia hebat masih belia punya beladiri yang tinggi, saya dengar dia seorang bos mafia diJepang tuan kota Yokohama dan sekitarnya adalah daerah kekuasaannya" jawab salah satu pengawal didepannya.


"hebat juga bocah ini selain cucu seorang hades dia juga seorang bos mafia, hhhmmm hancurkan daerah kekuasaanya kita patahkan dulu sayapnya baru badannya" katanya menyeringai.


"siap tuan" jawab mereka kompak.


Paris Prancis disebuah rumah mewah nan megah kediaman keluarga Andromeda Louris marah karena suaminya selalu menunda apa yang diinginkannya.


"kau selalu menunda untuk bertemu dengannya apa alasanmu" teriak Louris tak suka.


"apa kau bisa tenang sedikit sayang kita pasti akan bertemu dengannya" jawab tuan Fay.


"ini sudah sangat lama dan aku tidak mau hanya melihatnya dari monitor, aku akan pergi sendiri sekarang keIndo siapkan Jepri cepat" printah Louris terhadap salah satu pengawalnya.


"sayang, baiklah kita akan keIndo tapi kita akan menemui kakaknya dulu baru menemui "dia"


"aku tak peduli terserah kau saja yang penting kita berangkat sekarang"


Tuan Fay menuruti istrinya pergi ke Indo menggunakan Jepri berikut beberapa pengawal, dalam perjalanan Louris begitu senang karena dia akan bertemu cucunya yang baru dia ketahui karena dia baru percaya setelah suaminya mencuri sampel darah milik cucunya dan dites sendiri dilaboratorim miliknya.

__ADS_1


Sekretaris Tuan Fay menelfon Sota untuk mengatur jadwal pertemuan tuannya disalah satu tempat dikota Jogja dan disetujui oleh Sota.


*****


__ADS_2