
"dulu aku sering berkata juga akan melihatmu menikah dengan orang yang kau cintai hiks hiks" air mata Karin terus mengalir tak bisa ditahan lagi.
"kamu ngapain malam-malam dibalkon chibi" Erick sudah berdiri dimulut pintu hanya memakai handuk kimono. Karin segera menghapus air matanya.
"suka saja diluar melihat kebawah"
Erick memperhatikan Karin intens raut sedih diwajahnya tidak bisa disembunyikan begitu terlihat jelas saat melihat bola matanya masih berkaca-kaca itu.
"apa kau habis menangis chibi" tanya Karin memperhatikan Karin yang lusuh menunggu jawaban.
"hahaha tahu saja kau haaaaaah cuma teringat masa silam saja waktu masih sekolah" Karin mendongak keatas mengenang masa lalunya bersama sahabatnya.
"jangan dikenang lagi kalo itu membuatmu menangis, aku yakin dia pasti berharap kau tidak bersedih" Erick memeluk Karin dengan lembut perasaan nyaman juga hangat menyatu dikeduanya membuat dia hanya diam mematung.
"chibi jangan pernah melihat kebawah lagi atau kebelakang tetaplah melihat kedepan" Karin terbelalak mendengar ucapan Erick yang sama dikatakan oleh Yoko sahabatnya.
"terima kasih" ucap Karin sambil tersenyum senang.
"Erick aku menyukaimu akan kubuat hubungan ini lebih berkesan dan menarik" batin Karin lalu dengan sengaja dia menjewer telinga Erick dengan keras.
"aaaaaaduh sakit" teriak Erick mengelus telinganya.
"salah sendiri peluk-peluk dasar modusnya" lirik Karin sambil melipat tangannya.
"hhiissss kau ini menyebalkan sekali, dah ayo makan sudah laper banget nih"
"sebenarnya aku juga heran kenapa aku suka sekali memeluknya ya juga waktu itu hmmm" batin Erick sambil berjalan masuk.
__ADS_1
"eh aku belum pesen makanan kapan kamu pesennya" tanya Karin sambil berjalan masuk.
"tahun kemarin! ya tadilah waktu kamu mandi gak kelar-kelar"
"apa ada game ya aku pengen main game nih" Karin melihat kearah tv mencari game yang bisa membuatnya terhibur.
"kita main dari hp saja kan bisa" kata Erick berdecik tak suka.
"ok Erchan kita main sampai pagi yeeaaah" teriak Karin dengan api berkobar disekujur badannya karena semangat.
"HAH!! gila kamu oooooi panas nih"
Lalu mereka bermain game hingga subuh baru tidur dan tertidur bareng dalam satu ranjang lagi.
Mereka baru bangun jam sepuluh siang itupun diiringi dengan berantem rutin karena kaki Karin yang berada dimuka Erick membuatnya olahraga mulut saat bangun tidur.
****
Diaula yang besar itu sudah nampak seluruhnya pelayan bekas pak Toni juga Anton berikut tujuh orang pengikutnya, mereka semua hanya diam tak bersuara hanya terdengar hening dan sunyi menunggu sang bos tiba dan berbicara.
"pak Aldo aku takut pak" bisik seorang wanita disebelah pak Aldo.
"tenang ndok kita pasti akan keluar dari sini" jawab pak Aldo sambil tersenyum walau dirinya sebenarnya takut juga.
"entah kenapa rasanya dia orang baik ya" sahut bi Ratna yang langsung dilihat oleh semuanya.
"kalian jangan melihat bibi seperti itu ini cuma firasatku saja" lanjut bi Ratna sambil tersenyum.
__ADS_1
"kalo bener dia orang baik aku berjanji akan melayaninya selamanya itupun kalo masih tetap sini" kata salah seorang pria asal nyeplos.
"a, a, aku juga" sahut salah seorang lagi
"aku juga"
"aku juga" sahut mereka satu persatu dengan lirih.
"kalian jangan asal bicara fikir dulu sebelum ngomong" sahut pak Aldo dengan berbisik membuat semuanya menutup mulutnya masing-masing karena kejadian yang waktu itu takut terulang kembali.
sementara kelompok pak Anton ribut juga masalah akan meminta jatah liburnya sampai tertawa terbahak-bahak, pak Anton sendiri cuma menggelangkan kepalanya mendesah kesal.
Karin memasuki rumah diikuti Nana dari belakang karena rapat dipercepat olehnya dan langsung datang kesini.
"kalian sepertinya senang sekali ya" ucap Karin membuat semuanya diam melongo melihatnya karena tak mendengar langkahnya mamasuki ruangan.
"jadi seperti ini ya ruangannya, burung merpati itu berapa jumlahnya pak Anton" ucap Karin melingat langit-langit aula yang berhiasan burung merpati.
"dua puluh dua buah burung tuan, yang dibawah anda sembilan kupu-kupu, didepan dua burung phoenix dan delapan puluh tiga ikan koi berada dibelakang"
"hhhmm sepertinya kebun binatang kau pindahkan kesini ya" ucapnya datar dan berjalan duduk menaruh satu kakinya diatas kaki satu lagi.
"bos kaya biasa e yak" kata Reza langsung menyahut.
"nglunjak! cuma tiga hari gak lebih" ucapan Karin langsung membuat mereka bertuju meloncat kegirangan kecuali Johan.
"siaaap bos yeeeaah" semuanya kompak menjawab kecuali Johan dan pak Anton.
__ADS_1
"setelahnya gembleng mereka pak Anton" mendengar itu mereka semua kompak menjawab "anjiiiirrr gak semangat wes!!"
*****