THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KEKESALAN ERICK


__ADS_3

Siang ini karena Karin nganggur gak ada yang dikerjakan dia pergi keluar jalan kaki tak lupa Johan juga Nana mengikuti karena kejadian waktu itu jadi Karin tak diperbolehkan pergi sendirian.


Sementara Erick disibukan oleh Fani yang selalu menempel hingga tak ada waktu untuknya bersama Karin membuat dirinya ingin marah, dan semua itu dinikmati oleh Felix sang sopir.


Karin kini berada disebuah lapangan dia bergabung bersama beberapa pemuda disana, tak berselang lama mereka semua langsung akrab sama Karin bahkan tawa membahana tercetak diwajah semuanya.


"Karin apa lo bisa main basket?" tanya salah satu dari mereka.


"dikit" jawabnya pendek.


"bagaimana kalo kita main olahraga dikit biar fres hehehe"


"boleh"


"ok, siap"


"asyik tuh"


"ok kita undian untuk membentuk tim"


Merekapun membentuk tim menjadi dua dengan jumblah lima orang ditiap tim dan langsung bermain.


Para pengawal tuan Fay juga berjaga disuatu tempat berikut orang dari Karin sendiri dibawah pimpinan Johan langsung, pada dasarnya tujuan mereka semua sama yaitu memastikan tuannya aman.


Johan menyuruh semuanya supaya bersembunyi karena Karin tak suka para pengawalnya terlalu dekat atau mencolok, karena itu akan mengganggu aktifitasnya dalam menjalin hubungan. Permainan berlangsung seru saling menyerang dan berebut bola tak lupa mereka semua juga saling menyemangati dan mendukung walau beda tim diiringi tawa gurau oleh kedua tim tanpa ada rasa saling bermusuhan.


Clak... Karin memasukan bola basket kedalam ring dan disambut sorak sorai oleh seluruh tim.


"126 kita unggul 1 angka Karin lo hebat" teriak teman satu tim Karin.


"haaah unggul sih unggul tapi capek banget nih rehat bentar yak hah hah" balas Karin dengan nafas yang memburu.


"hahaha ok kita istirahat atau kita sudahi saja sepertinya teman baru kita ini bener-bener kuwalahan sama nafasnya yang memburu hahaha" katanya sambil menepuk punggung Karin berkali-kali.


"jangan kawatir bro aku sudah beli minuman untuk kita semua nih" sahut temannya lagi.


"yeaaaah" jawab mereka semua kompak.


"kau hebat tanpa disuruhpun langsung bertindak"


"hehehehe"

__ADS_1


"trims ya" ucap Karin sambil meraih minuman yang diberikan temannya. Dia langsung meneguk minumannya beberapa kali sampai tinggal seperempatnya.


"haaah seger banget" kata Karin merasa lega.


Karin hendak meneguk lagi air mineral dalam botolnya tapi tiba-tiba botolnya sudah melayang keatas membuatnya melongo berikut serta lainnya yang melihatnya.


Seorang pria asia timur memakai kaos biasa dan celana panjang, terlihat cool saat kacamata bertengger diatas hidungnya sedang meneguk air mineral dari mulut botol bekas Karin secara langsung.


"Erchan!!" kata Karin terkejut.


"lho lo kan anaknya tuan Mahesa, kalian berdua sudah kenal ya" sahut pria disamping Karin.


"dia temen gue dari Jakarta" jawab Erick ketus.


"ooo, lo minum dari botol secara langsung gitu itu kan bekasnya Karin gak jijik apa"


"nggak, enak malah" balas Erick melirik Karin.


"kaya ciuman gak langsung ya" sahut seseorang yang berdiri.


"hhmmm" balas Erick hanya menggeram sambil melirik keKarin.


Fani yang mendengar semuanya sangat kesal karena selama Erick bersama dirinya sikapnya sangat biasa saja bahkan tidak menunjukan perhatian sama sekali.


"sudah Fan ini baru habis" tolak Erick.


Karin hanya tersenyum disudut bibirnya melirik kearah Fani yang sedang berusaha mendekati Erick. Lalu dia berdiri menghampiri sang sopir yang tampan gagah seperti bang Johan itu.


"hallo baby, sepertinya harimu menyenangkan ya" kata Felix sambil tersenyum lebar mengangkat tangannya.


"sangat buruk" jawabnya sinis dan Felix hanya tersenyum saja mendengarnya.


"apa ada kabar tentang orang bernama Mateo?" kata Karin lagi.


"Ken belum memberi kabar tapi yang kutahu salah satu keluarganya ada yang mati diParis" jelas Felix yang duduk didalam mobil.


"kamu tadi bilang apa mati diParis" kata Karin terkejut dengan apa yang dikatakan Felix.


"apa kamu ingat sesuatu"


"sepertinya begitu" Karin bicara sambil bersandar dibadan mobil dan melipat tangannya didada.

__ADS_1


"kenapa aku merasa gak asing sama ucapan Felix ya sebenarnya apa yang terjadi?" batin Karin.


"oh ya Lix aku ada tugas untukmu"


"siap dijalankan beby"


"hhmm"


Erick berjalan menuju kearah Karin dengan kesal karena kelakuan Fani yang selalu menempel.


"mas Erick mau kemana? Jangan tinggalkan aku" teriak Fani dan menjadi tontonan semua orang disana.


"aku gak kemana-mana kalo kamu begini terus risih tahu gak, sudah aku mau ngomong sama Karin sebentar dan jangan ikuti aku"


"mas Erick gak boleh menemui dia kalian kan bisa ketemu dirumah, mas Erick sudah janji akan nemenin selama diJogja" kata Fani.


Erick mendesah kesal terhadap sikap Fani yang kekanakan. "seumur-umur baru kali ini aku ingin sekali menampar yang namanya seorang wanita" batinnya geram tapi masih ditahan.


"aku hanya bicara saja Fan jadi tunggu disini ok" ucap Fani.


"tapi..."


"sebentar saja ada masalah dikit" setelah bicara seperti itu Erick berjalan menemui Karin yang sedang bicara sama Felix dan terlihat begitu akrab.


"kalian akrab banget" sahut Erick dengan nada tak suka.


"salah sendiri punya supir ganteng banget kan jadi suka" balas Karin sambil melirik kearah Felix menggoda membuat Erick tambah tak suka.


"kalo gitu kamu kupecat ambil gajimu sana" katanya sinis dan ketus.


"maaf kanjeng mas saya diperkerjakan sama romo jadi tidak bisa keluar begitu saja" katanya dengan senyum merekah. Membuat Erick tambah kesal dan cemberut memandang sinis sama Felix, Karin hanya diam mematung mendengarnya.


"sekarang keluar aku mau bicara sama Chibi"


"siap bos kanjeng"


Setelah Felix keluar Erick mengajak Karin masuk kedalam mobil untuk bicara dalam keadaan kaca mobil terbuka.


"ada apa" tanya Karin santai.


"kangen!!" jawab Erick singkat.

__ADS_1


*****


__ADS_2