THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
SIFAT TERPENDAM


__ADS_3

Beda dengan orang suruan sang kakek mereka hanya mematuhi satu orang yaitu tuan Fay. Mereka semua mengawasi Karin dari berbagai arah dengan kamera mini dibalik jasnya masing-masing, Karin yang sudah berkelahi dengan mereka musuhnya menjadi tontonan menegangkan secara live dimata Kiran, Ken, dan tentu saja tuan Fay juga Louris sang nenek, walau takut juga sudah dilarang dia tetap ingin melihat bagaimana wajah cucunya.


"bantu dia!!" printah tuan Fay datar.


"baik tuan" jawab mereka semua kompak lalu berlari membantu Karin.


Karin Arandita Sanjaya sejak menduduki kursi kekuasaan di Mafia Imperial Group (MIG) dia tidak pernah olahraga sedikitpun membuat otot-ototnya menjadi lemas kurang asupan, apalagi saat Johan dan Nana disamping kanan kirinya dia seperti dijadikan ratu yang tugasnya hanya main perintah membuat dia kelaparan akan perkelahian.


Tahu ada yang membantu dengan cepat Karin menghentakan salah satu kakinya berlari menuju bantuan dari sang kakek. Kecepatan meringankan tubuh yang dimiliki para ninja Jepang membuat dia seolah menghilang seketika. Karin yang pandai dan mengerti struktur tubuh manusia tenpa basa basi langsung melumpuhkan tepat dititik lemah mereka semua.


Bruk bruk bruk!!!


Satu persatu mereka semua ambruk hal itu membuat para penontonnya terkejut tak berkedip sama sekali, juga para musuh yang melihatnya secara langsung tanpa sadar mereka semua gemetar dan mundur secara berlahan.


"jangan menganggu singa kelaparan lebih baik kau menonton saja yang tenang" ucap Karin dingin seperti pisau yang siap ditusukkan.


"ta tapi tuan"


"gak usah tapi-tapian kalo kalian bergerak tua bangka itu tak bisa melihat dengan jelas pertarunganku kan hehehehe" katanya dengan sombong.


"hei tua bangka yang disana betul gak apa yang aku katakan hahahaha" ucapnya lagi sambil ketawa.


Tuan Fay sendiri cuma memegang dahinya sedangkan louris sendiri tertawa ketir melihat sikap sombong cucunya itu.


"bener-bener sifat sombongnya ini mirip sekali dengan papanya, sayang!!" kata tuan Fay disamping istrinya.


"salah sayang, dia mirip sekali denganmu apa kau sudah lupa waktu berkelahi sama para mafia waktu itu, kau juga berkata hal yang sama "jangan menganggu singa kelaparan kalo tidak mau dimakan hahahaha" kata Louris menirukan gaya bicara suaminya dulu.


"jadi sifat kakeknya yang turun kecucunya" kata Louris lagi sambil tersenyum dipelukan suaminya.


"begitu ya, kenapa aku bisa lupa?" balasnya lalu mendaratkan kecupan didahi sang istri.


***

__ADS_1


"wah kalian semua gemetaran begitu takut ya, ok aku buang saja senjataku dan kita bermain lagi sampai puas" katanya sambil membuang senjatanya. Kini dia beraksi dengan tangan kosong tanpa senjata dan perkelahian pun berlanjut.


Beberapa menit kemudian Johan juga yang lainnya tiba bersamaan, tanpa aba-aba mereka semua ikut andil dalam perkelahian itu.


"kamu gak apa-apa?" tanya Johan.


"cih kalian mengganggu orang lagi senang-senang" jawab Karin sinis.


"kalo bersenang-senang jangan sendirian berbagilah sedikit" sahut Billar sambil bergerak.


"kalo kalian ikut aku gak bakal kebagian" katanya dengan nada gak suka.


"jelas dong yang mulia ratu tugasnya cuma melihat dari singgahsana dan memberikan tugas selanjutnya" sahut yang lainnya.


"yaaah gara-gara itu seluruh ototku pada meronta minta asupan" balas Karin.


"hahaha kau bisa melakukannya sama bocil baby, buat dia memberikan asupan bergizi juga bernutrisi hahaha" goda Billar sama Karin.


"ah tidak ada apa-apa my baby sayang" mendengar perkataan Billar Karin cuma mengangkat sebelah alisnya.


"hpku jatuh Jo waktu lari tadi" kata Karin sama Johan disampingnya.


"aku sudah menyuruh seseorang untuk mengambilnya"


"terima kasih"


"lain kali jangan keluar sendiri..." belum selesai Johan bicara Karin sudah menyahutnya lebih dulu.


"aku sudah bilang aku tidak suka banyak orang disekitarku, lagipula harusnya kalian bisa tahu aku kemana-mana tanpa ada laporan, apa aku harus melapor dulu pada kalian semua kalo aku mau pergi" tutur Karin panjang lebar.


"kamu benar beby kali ini kita yang salah kami kurang waspada" sahut seseorang berbadan besar berambut gondrong.


"aku butuh dua orang dari dua kubu untuk introgasi" printahnya.

__ADS_1


"siap sayang!!" jawab mereka semua kompak sambil berkelahi.


Perkelahian terus berlanjut cukup seru dan lama, orang suruan tuan Fay juga pulih seperti semula karena Karin melumpuhkan titik lemah mereka sebentar saja, sesuai permintaan Karin dia menginginkan dua orang untuk diintrogasi sendiri yang lain langsung dibunuh.


Karin melihat para kucing kesayangannya yang gagah itu berdiri sambil menghela nafas ada yang mengikat musuhnya, ada yang membetulkan pakaiannya dan lain sebagainya.


Dia menaruh sikunya dipundak Johan lalu satu tangannya dimasukan kesaku celana pandangannya lurus kedepan melihat kucing kekarnya satu persatu.


"Jo..." panggilnya pelan.


"hhmmm" Johan hanya bergumam sedikit melirik kearah Karin.


"mereka semua kira-kira sekuat dirimu gak ya" ucapnya sambil mengigit bawah bibirnya seolah menikmati sesuatu.


"jangan macem-macem belum tentu apa yang kau fikirkan bisa mereka lakukan" kata Johan mengingatkan.


"tapi aku menginginkannya rasanya sudah lama sekali aku gak melakukannya" Karin cemberut juga lesu didekat Johan.


"kalo sudah kambuh begini dia pasti akan mencari mangsa dan memuaskan hasratnya, sial!" batin Johan.


"hati-hati kalo bocil tahu mungkin dia akan membencimu"


"kamu benar Jo, tapi kenapa begitu sulit ya mengendalikannya"


"pelan-pelan baby gak usah keburu"


"iya trima kasih, aku akan mencobanya"


Kembali kebangsal Erick yang kawatir juga bingung karena telfnya sedari tadi tidak diangkat sama Karin. Dia mondar mandir gak karuan karena tak melihatnya keluar kamar bahkan ditempat lainpun tak ada, perasaan tak enak juga kekawatirannya mulai mengerogoti kepala juga hatinya.


"cih dimana sih dia?" umpatnya sambil berjalan keluar.


*****

__ADS_1


__ADS_2