
Karin menatap dingin dan tajam kearah mantannya, sedangkan Rain sendiri mandi darah diatas kursi dengan kaki yang sengaja dibuat lumpuh oleh karin.
"baby apa kau ingin membunuhnya!" kata Johan yang tak didengar oleh Karin. Lalu dia hendak melangkahkan kakinya mendekat.
Sebuah belati melesat cepat kearah Johan, dengan kecepatan tangannya pula Johan bisa menangkis belati itu supaya tak melukai orang lain.
Karin tak berkutik dia berdiri menghadap Rain siap menyiksanya lagi.
"Raaaaiiiinn!!!" teriakan dari seorang wanita diluar langsung menggema dan berlari masuk menuju Rain sambil menangis.
"Rain apa yang terjadi? Kamu jangan diam saja" ucapnya dengan berlinang air mata yang tak bisa ditahan.
Lalu wanita itu berjalan kearah Karin dengan lututnya memegang kaki Karin memohon.
"kumohon jangan bunuh dia!" ucapnya sambil menangis juga terbata-bata.
Karin melirik kebawah melihat wanita itu dengan matanya yang tajam dan membunuh.
"cambuk dia sampai mati" ucapnya datar.
"aku tidak tahu apa yang terjadi tapi pasti ada sesuatu, melihatnya marah sampai seperti ini" batin Johan.
"aku tidak bisa, aku tidak bisa jangan bunuh dia kumohon" ucap wanita itu sambil tetap memegang kaki Karin.
Dengan kekuatan yang tersisa Rain mencoba bicara lagi walau lirih. "aku tahu kau tidak percaya padaku tapi aku punya rekamannya, dimana Yoko pernah melakukannya padamu bahkan juga kakakmu sebelum kalian pergi ke London"
Gemertak gigi mulai terdengar kembali, Johan sudah berada disamping Karin mencoba menghadangnya supaya tidak melakukannya lebih jauh.
"tenang dulu beby, dengarkan kata-katanya" kata Johan mencoba menenangkan Karin.
"dimana rekamannya?" kata Karin datar.
__ADS_1
"masih tersimpan dihp" balas Rain dengan nafas yang tersenggal-senggal.
Karin melihat disekitar meja kerja, disana memang ada sebuah hp keluaran terbaru yang bergambar apel krowak. Segera tangan Karin berkutat dengan hp itu mencari file video yang tersimpan rapi.
"tanggal berapa?" tanyanya sambil terus berkutat pada hpnya.
"tanggal 17-6-xxxx" kata Rain lirih sambil menahan rasa sakit.
Dengan cepat dia langsung menekan file video dengan tanggal yang dituju.
(flash back off)
Dalam video tujuh tahun lalu itu Karin terlihat tidur dengan lelap habis belajar mengerjakan tugas sekolah bersama Yoko.
Yoko tersenyum melihat wajah Karin yang begitu pulas, setelah menyutikkan sesuatu kelengan Karin lalu mengecup dahi Karin dengan sayang.
"maaf Aran ini yang terakhir, sesuai perintah tuan saya hanya perantara saja sebagai bonus kakakmu juga dapat, obat ini tidak ada yang bisa membuatnya kecuali papamu sendiri" ucapnya dengan tersenyum lembut membelai pipi Karin.
(flash back on)
Tangan Karin menggenggam erat hp milik Rain hingga membuatnya retak, seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat, ingin marah tapi pada siapa? Ingin bertanya juga pada siapa? Yoko sahabat baiknya melakukan itu padanya. Seakan-akan dirinya seperti kelinci percobaan!.
Antara marah dan sedih kini berada diatas ubun-ubun, dunia terasa gelap dimata Karin satu-satunya teman sekaligus sahabat terbaik hanya menganggapnya sebagai kelinci percobaan.
Karin melihat kearah Rain dengan datar dan menyeret kakinya yang terasa begitu berat.
Wanita tadi dengan cepat langsung menjadi tameng untuk Rain kekasihnya walau badannya gemetar.
"tadi kamu bilang sudah hampir berhasil, kamu melakukan penelitian apa pada darahku?" tanyanya sama Rain.
"apa kau tidak menyadari kalian berdua itu tidak berubah sama sekali, harusnya kau bisa melihat dari kakakmu sendiri dia sudah dua puluh tiga tahun tapi lihat wajahnya, masih sama kan saat dia masih belasan tahun yang lalu, uhuk uhuk uhuk"
__ADS_1
Karin diam sejenak mencerna apa yang dikatakan Rain mantannya.
"aku mau pulang saat ini, ingin sekali melihat wajah Erchan!" batin Karin menatap lurus kearah Rain walau sebenarnya dia ingin menangis.
Karin mengembalikan kaki Rain agar bisa berjalan kembali dengan akupuntur yang berada diatas meja.
"Jo sudah waktunya kita pulang, suruh mereka membawanya kerumah sakit, awasi diam-diam aku tidak mau orang-orang hades itu melakukan sesuatu" bisik Karin sama Johan.
"ok, jangan kawatir" ucap Johan dengan berbisik.
Johan segera mengambil hpnya dan menghubungi anak buahnya sendiri. Lalu berjalan bersama Karin keluar meninggalkan club bersama para bodyguard yang baru.
Karin dan Johan berada dimobil sport keluaran terbaru dari sebuah perusahaan A, mobil ini anti segalanya juga dilengkapi pelacak aktif bahkan bisa mencari jalan sendiri jika tersesat. Perusahaan A memang sengaja membuatkan mobil ini khusus untuk Karin dan sang kakak karena telah membantunya dalam pengembangan usahanya. Bahkan sampai tim cerberus diterjunkan langsung untuk mengawal secara pribadi saat pengiriman barangnya keAmrik.
Karin yang duduk didepan bersama Johan hanya diam saja dalam perjalanan menuju apartemen. Tatapannya kosong dan sendu dan bersandar kepintu mobil.
"maaf Jo!!" ucapnya lirih.
"gak papa, tidurlah" balas Johan sambil mengelus kepala Karin.
"gak bisa aku capek, capek segalanya"
"mau nangis silakan beby daripada ditahan"
"capek Jo, nanti orang-orang itu suruh pergi saja aku gak suka diikuti" ucap Karin dengan nada yang berat dan sendu.
"baiklah kalo itu maumu, sekarang istirahatlah nanti kalo Rain sehat akan aku kabari"
Mobil sport warna silver metalik berjalan memasuki tempat parkir diapartemen, berikut beberapa mobil yang berada dibelakang mereka, Karin mendesah kesal memandang lurus kedepan dengan tatapan yang tak bisa diartikan dengan apapun.
*****
__ADS_1