THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
BERKUMPUL BERSAMA


__ADS_3

Karin cuma menggunakan bhatrobe kali ini memperlihatkan bentuk aslinya karena semua orang sudah tahu, Dia berlari ke bawah secepat mungkin meninggalkan Erick dikamar sendiri menemui Johan berniat meminta bantuan padanya.


"benar aku belum melihatnya sejak aku merawat Erick dirumah sampai sekarang, apa yang terjadi kemana dia?" batin Karin dia terus berlari menuju kamar Johan.


Brak...


Gebrakan pintu yang secara spontan membuat Johan yang sedang membuka kemejanya tersentak kaget melihat siapa yang membuka pintu tiba-tiba.


Karin berlari kearah Johan namun sayangnya kakinya tergelincir. "Jo aku butuh bantuanmu sekarang jugaaaaaaa" teriak Karin bersamaan dia jatuh, Johan dengan sigap menangkap tapi sayangnya dia juga ikut terjatuh.


Sebuah adegan yang membuat semua orang salah paham mereka berdua terjatuh kelantai dalam keadaan Johan memeluk Karin satu tangannya berada dibelakang kepala memastikan kepalanya tidak terbentur lantai marmer satu lagi dipinggang.


Dia gunakan kedua siku juga lututnya menahan benturan supaya meringankan rasa sakit dibadan Karin.


Karin yang memejamkan mata erat-erat begitu tidak merasakan sakit dia mulai membuka matanya.


"terima kasih Jo maafkan aku ya buru-buru" dia melihat sekitarnya dia tahu Johan menggunakan badannya saat Karin jatuh.


"gak apa-apa, kamu gak apa-apa kan gak ada yang sakit atau lecet" kata Johan.


Karin tidak mendengar ucapan Johan dia tertengun sama apa yang dia lihat, Ersya sudah berdiri dimulut pintu raut wajahnya menunjukkan rasa tak percaya sama apa yang dilihatnya lalu berlari keluar dengan sedih.


Keduanya bingung saat ini, tentu saja semua orang akan menjadi salah paham jika melihat adegan seperti itu apalagi mereka berdua hanya menggunakan bhatrobe dan telanjang dada begitu.


"maafkan aku Jo aku membutuhkan bantuanmu saat ini, tapi Ersya sepertinya sudah salah paham" Karin tertunduk dia merasa bersalah sama kejadian kali ini.


"nanti akan aku jelaskan padanya" kata Johan.


"apa kamu tidak bisa menggunakan bajumu dan menjauh darinya, Han" sahut Erick dengan muka marah sambil melipat tangannya didepan dada.


"Erick, ini tidak seperti yang kau bayangkan" balas Han yang merasa kawatir Erick akan marah sama Karin.


"aku menyuruhmu ganti baju kenapa malah bicara, dan kamu Chibi Maroko Chan apa kamu tidak punya anak buah lain yang dimintai bantuan kenapa mesti Han, jadi begini kan akibatnya" kesal Erick memarahi keduanya.

__ADS_1


Mereka berdua cuma melongo melihat kelakuan Erick dan saling melempar pandangan.


"kamu ngapain bengong disitu Bi cepat kesini" dengan patuhnya Karin berjalan mendekat keErick.


Erick menggenggam tangan Karin. "kamu perintahkan yang lain saja untuk mencari Ran Ran dan gunakan apa yang kau miliki untuk melacaknya" katanya tanpa melihat kearah Erick.


"iya" jawab Karin singkat.


"dan kamu Han selesaikan kesalah pahaman ini dulu sama istrimu baru bantu semuanya mencari Ran Ran, aku ingin kalian akur dan hadir dipernikahan kami nanti"


Setelah bicara seperti itu Erick meninggalkan Johan sendirian menggandeng tangan Karin menuju kamarnya lagi.


Johan menghela nafas lega dia sempat berfikir kesalah pahaman ini akan menjadi rumit, dia tidak menyangka jika Erick tidak marah sama sekali melihat kejadian itu tapi dia yakin dalam hati Erick sebenarnya dia sangat marah juga kesal sama apa yang dilihatnya barusan.


"terima kasih" kata Johan. Dia segera memakai bajunya dan mencari Ersya menjelaskan apa yang terjadi.


"Erchan terima kasih kamu masih mau mempercayaiku" kata Karin dikamar tapi Erick hanya diam saja tidak mempedulikannya.


"katakan padaku apa yang harus aku lakukan supaya kamu bicara padaku dan tidak berpaling dariku"


"peluk aku Bi"


Walau kaget Karin menurutinya dia memeluk kekasihnya itu begitu erat tanpa ragu dia mendaratkan ciuman dibibir kekasihnya.


"kamu menggodaku"


"hanya padamu saja aku seperti ini, kamu sudah tidak marah padaku Erchan"


"siapa yang marah aku cuma kesal saja melihat adegan seperti itu tepat didepanku hanya satu yang aku takutkan Bi"


"apa itu?" tanya Karin penasaran.


"disaat kau berpaling dariku membelakangi dan tidak percaya padaku..." jawab Erick melihat lurus wajah Karin memegang tangannya dan menaruhnya dipipi.

__ADS_1


Karin terperangah dibuatnya kata-kata yang seharusnya dia ucapkan justru diucapkan oleh kekasihnya sendiri untuknya.


"Erchan aku tidak tahu lagi harus bicara apa, terima kasih untuk semuanya, kamu pria pilihanku" Karin memeluk badan Erick sekali lagi dengan erat seolah tak akan pernah melepaskannya.


"iya Bi aku juga terima kasih kamu mau memilihku, yang banyak kekurangan ini" balas Karin mecium puncak kepala Karin dan memeluknya.


Karin mengumpulkan semua tim cerberus saat itu juga nampak semua berkumpul dilantai satu rumah besar kecuali Johan tidak terlihat disana.


"aku ingin kalian menemukan Ran Ran apapun yang terjadi" titah Karin tegas.


"apa Ran Ran berbuat kesalahan sampai kita semua turun tangan begini" kata salah satu dari mereka.


"gak tahu" jawab yang lain.


"dan bantu dia jika membutuhkan bantuan" lanjut Karin setelah itu membubarkan semuanya. Mereka semua nampak terkejut dengan pesan terakhir dan tetap menjalankan perintah terakhir.


Karin segera masuk kekamarnya setelah semuanya pergi, dia membuka cyber yang berada diruang rahasia sendirian disana dia juga mencarinya melalui benda itu.


"aku pasti akan membawamu pulang pa, kita berdua akan berkumpul bersama" batin Karin. Tangannya terus berkutat sama keyboard didepannya, matanya hanya mengamati setiap orang dimonitor.


Cukup lama dia mengamati setiap orang didalam monitor satu persatu, akhirnya Karin menemukannya juga.


Gedung kosong yang tak berpenghuni dipinggiran kota sebelah utara dia berada disana, bersama dengan anak buahnya sendiri, terlihat jelas mereka semua sedang berkelahi sama sekolompok orang.


Dor Dor Dor


Terdengar suara tembakan dari dalam gedung yang membuat Karin melongo terpaku, dia segera mengambil hpnya menyuruh semuanya untuk pergi ketempat lokasi dan membantu Ran Ran.


"semoga semuanya tidak terlambat pa, tunggulah aku" batin Karin seraya berdoa demi keselamatan Ran Ran papanya.


*****


Jangan lupa dukungannya ya para readers.🤗🥰🤩

__ADS_1


__ADS_2