THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
HAPPY ENDING


__ADS_3

Sesuai apa yang dikatakan Erick Romo dan bunda datang keJakarta kerumah Karin, mereka berdua disambut dengan hangat oleh keluarga Karin.


Dipertemuan keluarga ini mereka membicarakan soal pinangan Erick untuk Karin sekaligus mencari tanggal yang tepat menurut primbon Jawa.


Setelah bertanya kepada yang bersangkutan dan diserahkan kembali kepara orang tua, pernikahan akan diadakan dihotel milik Karin sendiri dengan adat Jawa.


Yang bersangkutan cuma pasrah apa kata orang tua saja yang penting "sah" saja. hehehe


Rencananya mereka berdua akan tetap tinggal dirumah milik Karin membuat keluarga kecil sendiri, Johan akan tetap berkerja untuk Karin tapi pilihan juga berada ditangan Johan sendiri mau berhenti atau tetap berkerja.


Karin sendiri memberi kado pernikahan berupa rumah mewah untuk Johan dan Ersya yang tak jauh dari rumahnya. Untuk pak Aldo dan bibi Ratna mereka juga mendapat kebebasan untuk membuat pilihan sendiri mau berhenti atau tetap berkerja untuknya.


Dan mereka berdua memutuskan akan tetap berkerja disana karena sudah menganggap Karin seperti Ersya keponakan mereka.


Eit jangan lupakan Felix ya, Fani yang meminta bantuan Karin supaya Felix mau minta maaf sendiri alhasil berhasil, bukan hanya meminta maaf dia bahkan bilang suka padanya dan akan segera menghalalkan Fani juga, so sweet banget dah.


Lalu F. Lauran dia akan terbang keParis nanti setelah melihat anaknya sudah sah menikah jadi saat ini mereka bertiga tetap tinggal bersama sampai hari H tiba.


Yah seperti biasa Karin selalu menggoda kakeknya, hampir setiap hari mereka berdua beragrumen melemaskan mulut membuat Fay darah tinggi.


Sesuai adat juga Karin berpindah keyakinan keagama Erick, dan sesuai adat Jawa mereka dipingit selama 40 hari tidak boleh bertemu membuat Erick uring-uringan karena menahan kangen, berkali-kali dia mencoba kabur tapi usahanya selalu gagal membuatnya harus dijaga begitu ketat.


Hari H tiba. Semua orang pada sibuk dihotel seluruh perlengkapan pesta pernikahan dikirim secara langsung dari Jogja, sang bunda berserta kedua putrinya terjun langsung mengawasi persiapan dan penataan supaya tidak ada yang kurang sedikitpun.


Kamar Karin dilantai atas dihias menjadi kamar pengantin dengan sempurna nan elegan seluruh warna dan corak diubah keseluruhannya.


Para wartawan dan repoter sudah stain disana sejak dari pagi buta, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat berita secara live pernikahan putra bungsu pemimpin Jogja bersama cucu sang penguasa kota Paris membuat Karin cuma tertawa ketir melihat berita dihp yang berada ditangannya.


"mereka ini heboh sekali padahal cuma pernikahan saja apa bagusnya"


"tentu saja akan heboh karena yang nikah orang terkenal semua mereka akan berlomba-lomba mencari berita apalagi ini sekali seumur hidup" sahut Carline.


Mendengar kata sekali seumur hidup Karin seolah punya ide untuk membuat kenangan dipernikahannya sendiri.


Ijab qabul akan berlangsung seluruh tamu undangan sudah datang, keluarga pak Sanjaya, keluarga Nishikawa, keluarga Andromeda, berikut keluarga Adiputra dari Jogja tentunya tak akan melewatkan momen membahagiakan ini.


"apa pengantin wanitanya masih lama saya masih ada keperluan lain" tanya pak penghulu karena Karin belum juga muncul.


"sebentar lagi datang, anda tunggu sebentar lagi" kata bunda sedikit kawatir

__ADS_1


"tapi ini sudah mepet dari perjanjian nyonya" kata pak penghulu melihat jam ditangan.


Semua orang mulai kasa kusu Karin tak kunjung tiba akhirnya bunda dan nenek berdiri hendak berjalan kekamar Karin.


Tapi mereka berdua dibuat terkejut tak percaya sama apa yang ada didepannya.


"maaf sudah membuat anda menunggu sekalian" kata Karin mengalihkan perhatian semuanya tertuju padanya.


Mereka semua melongo tak percaya melihat manusia yang berdiri sambil tersenyum tanpa dosa, bagaimana tidak bukannya memakai gaun atau kebaya saat ijab qabul Karin justru berdandan seperti Erick apalagi dia begitu tampan dan mempesona dibanding pria lainnya dan suaranya yang tidak berubah.


"pernikahan macam apa ini kalian homo, ini melanggar agama" kata pak penghulu tak percaya.


Erick berdiri menghampiri Karin. "apa yang kau lakukan dimana pakaian yang dipilihkan bunda untuk ijab qabul" teriak Erick didepan wajah Karin.


"ada dikamar"


"cepat pakai sekarang"


"kamu tidak dengar waktunya mendesak pak penghulu keburu ada janji, benarkan pak penghulu" Karin berkata sambil melihat pak penghulu dengan senyum mematikan.


"i iya" kata pak penghulu terbata.


Karin duduk bersila disamping Erchan dengan senyum tanpa dosa, Erick sendiri menahan kesal dan marah melihat kelakuan wanita disampingnya.


"jangan sampai salah Erchan" kata Karin memicingkan sebelah matanya menggoda. seluruh keluarga cuma bergeleng kepala saja ada yang menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan sang pengantin wanita.


Biasanya para wanita sangat suka memakai gaun pengantin tapi yang ini malah sebaliknya. Seluruh kabar berita diseluruh negri pun geger dan menjadi viral.


"sudah lah pusing aku jadinya" kata Erick pasrah.


"baik para hadirin sekalian mari kita mulai akat nikah ini, saudara Erick apa anda sudah siap" kata pak penghulu memulai.


Erick mengangguk. "siap pak" katanya sambil mengulurkan tangan diatas meja.


Pak penghulu menjabat tangan Erick dan memulai tugasnya.


"saudara Erick bin Adiputra Diningrat aku nikah dan kawinkan engkau dengan Karin binti Louran Andromeda dengan mas kawin seperangkat perhiasan lengkap dan uang tunai sebesar 200 ribu rupiah dibayar tunai" kata pak penghulu mengucapkan qibahnya, membuat semua orang terkejut seketika terutama pak penghulu sendiri.


"katanya putra pemimpin dan berduit masa mas kawinnya cuma dua ratus ribu, jangan-jangan perhiasannya imitasi lagi" batin pak penghulu melirik kotak perhiasan berikut uangnya yang dihias begitu menawan.

__ADS_1


"aku terima nikah dan kawinnya Karin binti Louran Andromeda dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" kata Erick tagas dan mantap.


"gimana para saksi sah"


"sah"


"Alhamdulillah... selamat untuk kalian berdua sudah menjadi pasangan suami istri sudah boleh tempur sekarang" kata pak penghulu menggoda.


Erick memicingkan matanya melirik kearah Karin dilihat istrinya lagi kesal dan cemberut.


"ngapain kamu cemberut begitu gak terima ya mas kawin dua ratus ribu"


"bukannya aku gak terima jangan-jangan perhiasan ini imitasi lagi" mendengar ucapan Karin seluruh tamu undangan menahan tawanya.


"kenapa tidak kau cek sendiri saja, anggap saja itu hukuman karena kamu sudah melanggar janji lumayan buat beli bakso dijalanan"


"hu hu hu badanku cuma dihargai dua ratus ribu" Karin merajuk.


"kalo aku hargai kau berjuta-juta memang sanggup kamu habiskan sendiri, ingat mas kawin harus dimakan sendiri tidak boleh ada yang ikut-ikutan memakannya, besok kamu habiskan sendiri uang dia ratus ribu itu, benarkan pak penghulu"


"betul" jawab pak penghulu singkat. "saya permisi dulu" lanjutnya.


"nah sekarang cium tanganku" Erick memberikan punggung tangannya keKarin.


"bau acem"


"walau bau acem begini kau ibarat cium hajar Aswad gak usah kemekah segala nih"


"gak mau!!"


Erick langsung memiting Karin didepan semuanya membuat para tamu undangan melongo dan terheran-heran.


"sepertinya pelajaran tadi malam kurang nyantol ya sini kepalamu biar kujitak"


"aduh sakit tanganmu memang bau acem Erchan"


Erick mencium punggung tangannya sendiri. "bener juga ya bau acem aku tadi pegang apaan ya" katanya.


"kalian kalo mau berantem lakukan dikamar saja sana" celetuk Carline membuat keduanya menoleh lalu meringis bersamaan.

__ADS_1


*****


__ADS_2