
"tidak apa-apa kita duduk lagi saja" kata Vivi yang berjalan kearah kursi tadi.
"baiklah" ucap Evan. Sedangkan Erick masih terpaku dengan keadan diluar hingga Johan datang menggunakan motor sport berhenti tepat didepan mereka semua.
"baby pakai ini dan segera naik kita cari tempat yang aman" ucap Johan memberikan jaket anti peluru pada Karin. Setelah memakai jaketnya Karin segera naik diatas motor, Johan yang sudah bersiap melajukan motornya dengan ngebut memecah kericuan kota.
Billar yang masih ditempat langsung menghubungi bengkel setempat supaya ferrary milik Evan segera diperbaiki, lalu dia berjalan kearah belakang membuka bagasi mobil.
Didalam bagasi ternyata sudah disiapkan berbagai senjata yang sewaktu-waktu bisa digunakan dalam keadaan genting.
"heh baby sudah aman sekarang giliran kita bersenang-senang" ucapnya saat naik keatas mobil dan bersiap untuk menembak.
Lalu dengan cepat Billar melumpuhkan mereka yang tadi menembaki, baginya ini semua sangat mudah dan sudah biasa bahkan dirinya sering diterjunkan secara langsung kelokasi yang lebih mengerikan daripada ini.
Perusahaan pengawalan yang dipimpin Karin memang memiliki resiko yang tinggi tak segan-segan yawa bisa melayang sewaktu-waktu, karena itulah Karin tidak asal pilih dalam mencari seorang pengawal baru untuk mengganti mereka yang sudah tiada. Mereka yang punya niat untuk berkerja sebagai pengawal harus memiliki kemampuan diatas rata-rata juga harus bisa memainkan berbagai jenis senjata.
Suara sirine mobil polisi sudah terdengar dari kejauhan segera Billar turun dari mobil, dan melajukan mobil sport itu dengan kecepatan tinggi menyusul dimana Karin berada.
"ada apa? Kenapa terkejut dengan nama Karin" tanya Evan sama istrinya yang berwajah pucat itu.
"tidak ada apa-apa" ucapnya lirih.
"sepertinya aku harus bertemu ayah" batin Vivi
Restouran kembali normal para pengawal tadi juga tidak ada membuat Erick terkejut dan penuh tanda tanya dia harus bertemu Karin saat ini, fikirnya.
__ADS_1
Johan yang mengendarai motor sport membonceng Karin menuju kesebuah gedung kosong tak berpenghuni sejak lama mereka berdua menunggu Billar.
"kenapa sampai diserang begitu baby" tanyanya sama Karin yang masih duduk dijok motor.
"oh aku suruh Billar untuk mengecek club black eh ternyata malah diserang, aku jadi penasaran ada gerangan apa yang terjadi" tutur Karin.
"pasti dia melakukan sesuatu" ucap Johan yang berkutat dengan hpnya hendak menghubungi Billar.
Tapi belum sempat dia menekan layar hp sudah terdengar suara mobil dari kejauhan yang menuju kearah mereka berdua.
Billar yang masih didalam mobil itu tersenyum menunjukan gigi putihnya yang rapi.
"bisa turun tidak!!" kata Johan yang kesal menunjukan aura dinginnya dengan sorot mata yang membunuh.
"wow sabar bong sabar jangan marah yak, orang sabar diwelasi pengeran hehehe" balas Billar menggoda, Karin sendiri malah terkekeh mendengarnya.
"iya iya aku tahu Han lepasin dulu nih kita duduk santai ngobrol yang tenang ya"
Billar tetap duduk didalam mobil dengan pintu yang terbuka, Johan bersandar dibadan mobil dekat Billar, sedangkan Karin tetap ditempat mereka sudah siap mendengar penuturan Billar mengapa mereka berdua sampai diserang.
Ceritapun dimulai saat Billar disuruh baby mengecek bagaimana kondisi didalam club black mengapa mereka semua sampai takut begitu.
Club black adalah club yang berkelas nan mewah berada disebuah gang tempat ini tersembunyi tapi begitu terkenal. Billar yang sudah berdiri didepan tanpa basa basi langsung masuk dia mengintari setiap ruangan demi ruangan hingga tiba dirinya berada didepan sebuah ruangan direktur, saat hendak masuk dia mendengar percakapan wanita dan pria sambil ngeseks didalam.
"brengsek bikin semriwing saja" gerutunya didepan pintu tapi mendekatkan telingannya didaun pintu.
__ADS_1
"ah ah Rain apa kau sudah punya rencana aaah" kata seorang cewek dari dalam sama pria bernama Rain.
"Rain!!! Rain yang mana? Masa mantan pacar baby kalo iya ngapain dia disini" batin Billar semakin menajamkan pendengarannya.
"tidak, tapi aku akan segera menangkap Johan untukmu lagipula aku juga ingin ketemu sama mantanku"
"mantan! Kamu punya mantan!!" tanya cewek itu terkejut.
"yaah aku punya mantan dia sangat menawan sekali bahkan dia lebih menawan dari seluruh wanita didunia, memiliki kulit yang mulus seperti bayi membuatku gak tahan ingin sekali melahapnya sampai puas hahaha" teriak Rain dari dalam.
"wah dasar sinting tuh orang pantas hubungannya gak disetujui sama tuan Aoi" batin Billar.
"jadi kau akan mencampakan aku Rain" pekik Cewek itu.
"hahaha jangan kawatir sayang aku cuma mau menikmatinya saja hahaha" teriak Rain menggema.
"cuih jangan harap bong tuan Aoi tak akan tinggal diam, hhhmmm daripada disini mulu bikin badan tambah panas mending menulusuri yang lain saja"
Setelah itu Billar berjalan menyusuri sebuah koridor yang mengarah kesebuah tempat berbagai minuman bermerk, tempat itu dijaga begitu ketat seolah tak ada celah sedikitpun membuatnya penasaran.
Begitu masuk dia langsung terpengarah saat tahu apa yang ada didalam bukan hanya berbagai minuman tapi disana juga terdapat narkotika bahkan sampai punya mesinnya segala dan dia langsung murka dibuatnnya dan ngamuk disana.
"END!! Nah pokoknya kalian berdua diincar harus hati-hati itu saja"
"cuma itu saja kurang puas denger ceritamu Bi" ucap Karin
__ADS_1
*****