
Karin menempatkan Johan ditim khusus melihat keahliannya.
"ada apa Jo?" tanya Karin saat semuanya sudah gak kelihatan.
"telf dari Ken" Johan mengeluarkan hpnya menghubungi ken lalu dispiker.
"hallo bos hah hah hah ukh..." terdengar suara Ken yang susah bernafas dan kesakitan, karin tetap diam tak merespon.
"ampun bos dah cukup badanku bisa remuk bos guaaak"
"hajar dia sampai mengetahui kesalahannya" kata Karin dengan datar sementara Johan hanya diam saja. Terdengar diseberang telf Ken sedang digebukin beberapa orang yang sengaja disuruh Karin untuk memukulnya.
"so, soal Jun a, aku sudah menelfonmu bos, waktu itu diangkat oleh seorang pria kukira itu pengawal pribadimu bos haduh auw sakit hentikaaaaan" teriaknya
"sepertinya kau lupa kalo baby gak pernah dikawal ya ken" sahut Johan dari samping.
Bak buk bak buk
"apaaa!! lalu yang angkat telf itu siapa? huaaa aduh ok ok aku minta maaf bos sudah teledor nanti aku langsung kasih kabar kebos saja ya please lepasin nih ya aduh sakit bos hentikan dong wajah dan badanku sudah gak cakep lagi nih remuk beneran auw auw saaakiiiiiiiit" jerit Ken dari seberang telf.
"sepertinya aku tahu siapa orangnya" kata Karin lirih lalu mematikan telfnya sepihak.
"kau tahu!!"
"yaaaaah sibuta yang menarik hihihi"
"sepertinya kau lagi suka sama seseorang baby"
"iya, dia sudah membuatku tertarik saat pertama kali bertemu"
"mau dijaga juga" Johan menawarkan pengawalan untuk Erick.
"tidak perlu emang siapa yang mau mengganggu dia"
"dia sudah menjadi kelemahanmu baby, kuharap kau tidak menggila untuk yang kesekian kalinya" kata Johan melirik Karin.
"kalo gitu ingatkan aku supaya tidak menggila Jo" Karin bersandar kebelakang melihat keatas.
__ADS_1
"hhhmmmm semoga kau mendengarnya"
"dibalik sikap ceriamu kau menyimpan sikap antagonis yang sadis yang disebut psikopat gila, semoga aku gak melihatnya untuk yang kedua kalinya" batin Johan memperhatikan Karin yang bermain hp disampingnya.
"mau temani aku makan jo"
"ok, ayo kita kekantin rumah sakit"
Lalu mereka berdua jalan kearah kantin yang berada disebelah rumah sakit, dan saat berada didalam kantin Karin langsung jadi sorotan semua pengunjung kantin baik pria maupun wanita anak kecil sampai yang tua sekalipun.
"waah lihat itu Koike masuk Indo keren cakep abis" kata salah seorang pengunjung kantin.
"aku mau foto ah foto sama artis" sahut salah seorang pemgunjung kantin lagi. Lalu bangkit dari duduknya hendak berjalan kearah Karin.
"hai!!!" sapanya sama Karin, Karin sendiri hanya melihat biasa saja.
"hai juga!" balas Karin
"boleh foto bareng" katanya dengan tersenyum memegang hpnya.
"hahaha emang kalo minta foto harus sama artis boleh yak sebentar saja"
"baiklah tapi jangan menyesal ya kak"
Lalu mereka berdua berselfi ria membuat semua orang iri.
"terima kasih, nama kamu siapa aku Ersya"
"terserah kakak mau panggil apa"
"hhmm aneh kamu gak punya nama" tanya Ersya heran duduk disebelah Karin.
"baby kamu bicara sama siapa?" tanya Johan yang datang membawa napan dengan beberapa pesenan.
"baby! nama kamu baby apa panggilannya"
"anda siapa nona?" tanya Johan saat melihat Ersya.
__ADS_1
"aku mencari teman ngobrol daripada duduk sendiri hahaha" kata Ersya mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"oooh" kata Johan, sementara Karin sendiri hanya diam berkutat dengan hpnya.
"anda mau makan atau mau lihat orang makan nona"
"jangan panggil aku nona panggil nama saja ya, orang desa gak pantes dipanggil nona"
"klo gitu Ersya mau..." belum selesai ngomong Ersya sudah menyahutnya segera.
"aku mau lihat saja silakan makan" Johan langsung menaikan alisnya mendengar ucapan Ersya.
"kamu gak capek apa dari tadi main hp mulu" tanya Ersya sama Karin.
"sudah biasa soalnya juga penting gak bisa ditunda"
"ummm perkerjaan ya sekarang kan zamannya online apa-apa dilakukan dengan hp" kata Karin dengan polosnya.
"iya" jawab Karin pendek.
"wah hebat ya masih muda belia sudah sibuk"
"kamu kekota ngapain Sya?" tanya Johan yang dari tadi diam menyimak.
"oh aku lagi nyari bibi sama paman mereka sudah lama gak pulang ditelf juga gak bisa kaya kedelep gitu gak ada kabar sama sekali, terakhir dia mengubungiku katanya mau ngajak kekota berkerja dimajikannya"
"mungkin hp mereka rusak" sahut Karin
"masak rusak lebih dari setahun, pasti ada sesuatu aku yakin itu"
"ya mungkin ada sesuatu yang mengharuskan mereka berdua tidak menghubungi keluarganya" kata Johan menimpali sambil makan.
"mungkin juga"
Lalu hp Ersya berdering "bentar aku angkat telf dulu ya" berjalan menjauh dari Karin juga johan.
*****
__ADS_1