
Karin dibaringkan secara paksa membuatnya meringis kesakitan dipunggungnya karena dia hanya memakai bra saja.
"kamu nurut saja toh dapat enaknya juga" kata salah satu pria itu. Karin hanya diam dia cuma melirik kearah mereka yang sudah membuatnya setengah bugil, sorot matanya begitu tajam seakan menusuk sampai ketulang membuat merinding orang yang melihatnya.
Mereka tidak sadar telah membangunkan singa kelaparan didepannya. Mereka semua ketawa lepas seolah mendapat buruan yang memuaskan tanpa disadari itu akan menjadi akhir untuk mereka.
Yoko menangis histeris memekik telinga melihat kejadian itu tepat didepan matanya, apalagi saat empat orang memegangi tangan juga kaki Karin dan yang lain siap menjamahnya.
Disaat mereka mulai beraksi Karin menendang salah satunya hingga terjungkal kebelakang dan dipandang melongo sama yang lainnya. Saat mereka lengah Karin melepas tangannya mencengkram wajah salah satu dari mereka hingga berdarah akibat kukunya yang menembus kulit. Mereka yang geram langsung mengeroyok Karin berniat memukulinya.
Karin yang sudah belajar beladiri secara diam-diam bersama Johan tanpa sepengetahuan siapapun membuat Yoko temannya tercengang, karena dia tidak tahu kalo Karin bisa beladiri.
Disebuah gang buntu dikota Paris. Karin murka entah sadar atau tidak dia membunuh mereka semua tepat didepan mata Yoko temannya. Belum puas dengan itu dia memutilasi orang dari timur tengah dan dibiarkan begitu saja. Yoko tidak bisa menghentikan tindakan Karin dan akhirnya pingsan karena tak kuasa melihatnya.
Didalam video itu Karin juga terpaksa memangkas rambut panjangnya saat musuhnya menjadikan rambutnya untuk menangkap dirinya, dan dia memakai kaos milik salah satu dari mereka setelah apa yang dia lakukan lalu menggendong Yoko yang pingsan kehotel tempatnya menginap selama dikota Paris. Dan itulah awal Karin berubah tomboy dia merubah segalanya dari gaya dan perilakunya membuat semua orang mengira dia cowok tulen sebelum masuk SMA dan bertemu dengan Jun.
Secara otomatis video berpindah kepemerkosaan dirinya waktu SMP. Dia begitu terpukul melihatnya, tangannya mencengkram erat seolah ingin memukul apapun yang ada didepannya.
Video yang ditonton Karin memiliki dua file saja dimana didalamnya tersimpan dua masa lalu yang sengaja dia lupakan dan dikubur dalam-dalam, Karin terus melihat videonya sendiri dimana dia dilecehkan, kesedihan mulai tersirat dikedua matanya harta paling berharga yang dia miliki dan dijaga ternyata sudah diambil orang lain.
Hatinya mulai goyah akankah dia masih pantas untuk kekasihnya. Dia yang sudah tidak suci lagi, dia yang sudah ternoda tidak ada lagi yang tersisa untuk kekasihnya, dia harus menerima kenyataan pahit yang selama ini disimpan begitu rapat oleh Johan tangan kanannya juga dirinya sendiri.
Disela-sela dia menonton videonya buliran kristal bening melukis dikedua pipinya. Tangisan berlahan mulai pecah didalam mobil, dia menjerit histeris kala mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Johan yang mencarinya tak kunjung ketemu menelfon anak buahnya, dia yang mendapat info kalo Karin berjalan menuju parkiran langsung bergegas kesana.
Ditempat parkir Johan membuka pintu mobil begitu saja. Dia terkejut saat melihat Karin yang menangis sendirian didalam mobil dengan laptop yang masih menyala menampilkan video dirinya.
Dengan cekatan Johan langsung mematikan laptopnya begitu saja lalu menyingkirkan laptop itu.
"baby" panggilnya pelan. Karin tidak menjawab dia langsung memeluk Johan begitu saja sambil tetap menangis.
Johan mengusap punggung Karin dengan pelan membalas pelukannya. "kenapa kamu begitu keras kepala?" katanya pelan.
__ADS_1
"antarkan aku kehotel sekarang" balasnya dengan suara serak khas orang menangis.
"iya baiklah" kata Johan membalas lalu dia menelfon pengawalnya untuk menyetir mobilnya menuju hotel yang sudah dibooking.
Disepanjang jalan Karin masih terus menangis dipelukan Johan hingga dia tertidur. Mobil yang ditumpangi Karin sampai dihotel yang sama dengan yang dia booking dulu juga nomor kamar yang sama.
Johan membopong Karin masuk menuju kamarnya, membaringkannya dengan pelan dan menyelimutinya dia tetap menunggu disamping ranjang dengan laptop didepannya.
Dia memeriksa laptop Karin melihat apa yang dia ingin cari tahu menghapus video didalamnya dan memblokirnya memastikan kembali video itu tidak sampai menyebar keluar.
Dirumah sakit bunda diperiksa sama dokter pribadi keluarganya. Erick langsung menghubungi romonya kala itu juga membuat sang Romo bergegas menuju rumah sakit saat itu juga.
"syukurlah dia sudah melewati masa kritisnya" ucap sang dokter tersenyum ramah. Romo dan Erick tersenyum senang sambil berpelukan.
"ingat anda harus menjaga emosinya dan membuatnya tetap tenang, aku permisi dulu" kata sang dokter lagi lalu berjalan keluar.
"akhirnya bunda membaik romo" pekik Erick kegirangan.
"iya Romo senang sekali nak" tanpa sadar Romo meneteskan air matanya.
"aku tidak mau! Aku akan intropeksi tapi aku tidak akan pernah setuju Romo melarangku bertemu Karin" pekik Erick tegas.
"baiklah aku ganti katan-katanya Karin menyimpan harta Karun jika kamu bisa menemukannya maka Romo tidak akan melarangmu menjalin hubungan dengannya" perkataan Romo membuatnya terkejut tak percaya.
"eh harta karun! memang harta apa yang dia sembunyikan sampai Romo menyuruhku mencarinya" batin Erick.
Melihat anaknya bengong tak berkutik Romo melanjutkan ucapannya. "sampai kau bisa menemukannya kau dilarang bertemu dengannya" ucapnya sambil berjalan menuju kamar bunda.
"tapi romo"
"tidak ada tapi- tapian atau pengurunganmu tetap berlanjut"
Erick cemberut dia berfikir harta apa yang disembunyikan kekasihnya sampai Romo harus mencarinya. Lalu dia teringat soal Karin yang tak kunjung kembali dan segera mencarinya.
__ADS_1
"kemana dia? Kenapa lama sekali gak balik-balik?" gerutunya sambil terus berjalan mencarinya.
Karena tak kunjung ketemu dia mencoba menelfonnya namun sayang semua itu tidak kunjung diangkat karena Karin masih tidur dihotel tempat dia menginap.
"dia kemana sih?" gerutunya melihat hp berniat menghubungi Karin sekali lagi.
Orang suruhan sang kakek memberi kabar, dia mengabarkan bahwa Karin sang cucu baik-baik saja dan sekarang berada di Jogja, menginap dihotel yang sama dengan mereka. Mendengar kabar itu mereka berdua begitu senang setelah mematikan telfonnya sepihak mereka berdua segera menuju kamar tempat Karin menginap.
Sesampainya didepan kamar mereka berdua menghela nafas sejenak dan saling melempar pandangan lalu mengetuk pintu.
Tok tok tok
Pintu mulai diketuk tak berapa lama Johan membukanya.
"oh anda, dia sedang tidur mari silakan masuk" ucap Johan yang tahu maksud tujuan keduanya.
"apa dia baik-baik saja" tanya Louris sambil berjalan masuk bersama suaminya.
"ya, dia sangat baik-baik saja dia datang lagi karena menjenguk bunda dirumah sakit" kata Johan menimpali dan berjalan disamping keduanya.
"bunda masuk rumah sakit!!" sahut Fay sang kakek.
"jantung bunda kambuh saat mendengar dia jatuh kedanau" jelas Johan
Begitu dekat diranjang tempat Karin tertidur keduanya langsung tersenyum lega melihat sang cucu satu-satunya baik-baik saja.
Louris duduk disisi ranjang membelai pipi cucunya, Fay duduk di kursi disamping ranjang.
"dia bener-bener membuat kita semua kawatir" kata Fay.
"sepertinya dia habis menangis ada masalah apa gerangan?" gumam Louris yang masih didengar jelas oleh keduanya.
*****
__ADS_1
Marhaban ya romadhon selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.🥰😊
Jangan lupa like dan komen biar cemungut 💪💪💪