
"hahahaha kamu bodoh Karin kamu sungguh bodoh juga tolol hahahaha, saking bodohnya kamu sampai dimanfaatkan" teriakan Jun waktu itu menggema ditelinga Karin membuat tidurnya tidak nyaman, Karin terbangun dari tidur dilihatnya jam dimeja masih menunjukan pukul dua dini hari.
Rasa haus melanda tenggorokannya yang kering membuat dia harus turun mengambil minuman sendiri, Karin berjalan menuju berbagai minuman keras yang berjejer rapi dirak diambilnya salah satu minuman setan itu dan berjalan kearah dapur. Dia duduk dimeja dapur sendirian dihadapannya sudah tersaji beberapa masakan juga cemilan kering, air mineral, dan tak lupa minuman setan yang diteguknya.
Sorot matanya kosong dia masih mencerna apa yang dikatakan Jun waktu mereka berkelahi waktu itu.
"rasanya aku harus menemui dia pasti ada sesuatu yang disembunyikan" batin Karin sambil melahap berbagai makanan diatas meja, setelah itu meneguk minuman setan itu sedikit demi sedikit hingga habis dan tertidur kembali.
Satu jam kemudian bi Ratna berjalan kearah dapur hendak memasak untuk para pelayan tapi wajahnya langsung terkejut begitu melihat majikannya tertidur pulas dimeja.
"aduh gimana ini dibangunin gak ya" ucap bi Ratna bingung lalu segera memanggil Johan yang masih tertidur pulas.
"ada apa bi? Masih jam empat nih" ucap Johan sambil mengucek matanya.
"iya bi ada apa sih kenapa takut begitu" sahut yang lainnya yang sudah bangun.
"ada apa bu?" tanya pak Aldo yang terkejut melihat bi Ratna ketakutan.
"i, itu tuan muda tidur dimeja dapur"
"hah apa! tidur didapur!!" jawab semua kompak kecuali Johan.
"kalo tidur ya bangunin saja bi kenapa mesti bangunin orang"
"masih takut den, apalagi tuan muda kayanya mabuk gitu.
" mabuk!!"
__ADS_1
"iya den didepannya ada minuman keras"
Mendengar hal itu Johan berjalan kearah dapur diikuti yang lainnya dari belakang.
"pasti ada sesuatu yang mengganggu fikirannya" batin Johan lalu dengan segera dia menggendong tubuh Karin berjalan kearah kamar membaringkan dengan pelan dan menyelimutinya.
"apa yang kau sembunyikan?" ucap Karin lirih tapi masih bisa didengar oleh Johan. Lalu berjalan kembali kerumah belakang melanjutkan tidurnya lagi karena masih gelap.
Seperti biasa Karin bangun jam tujuh pagi walaupun dia tidur hanya beberapa jam, matanya begitu berat untuk dibuka tapi tangannya sudah meraih hp hendak menelfon kakaknya tapi justru yang ditelfn malah Erick.
"hallo!!" jawab Erick diseberang telf.
"pagi beb, kamu kapan kesini? Aku kangen seka..."
"HAH!! oi bangun oi ini aku Erick glindur ya kamu sudah pagi nih cepat mandi kerja sono daripada mimpi gak jelas gitu" teriak Erick keras membuat Karin menjauhkan telfnya lalu melihat siapa yang ditelf.
"hah kamu! sory salah sambung" Karin langsung mematikan hpnya.
Karin juga melempar hpnya lalu berjalan kearah kamar mandi begitu semuanya sudah beres dan rapi baru dia keluar dari kamar, dia menuruni anak tangga dengan cepat berjalan keluar.
"anda tidak sarapan dulu tuan muda" kata pak Aldo menghentikan langkah Karin.
"tidak pak, oh iya nanti suruh Johan langsung kehotel bawa laptop dikamar" setelah itu Karin langsung berjalan keluar.
"baik tuan" ucap pak Aldo.
Karin berhenti lagi lalu berkata pada pak Aldo "nglindur itu apa ya pak?"
__ADS_1
"maksud anda nginggau" walau agak terkejut tapi pak Aldo tetap menjawab pertanyaan Karin.
"jadi nglindur itu nginggau!!"
Pak Aldo hanya memandang Karin yang berjalan sampai menghilang dibalik gerbang rumah.
Erick mngemudi dengan kecepatan sedang sesekali matanya melirik kearah luar menikmati pemandangan diluar menuju kantor tempatnya berkerja.
Dia menaikan alisnya menajamkan pandangannya kearah sosok yang dikenalnya, sosok remaja blesteran Jepang diseberang jalan lagi bercengkerama dengan beberapa cowok, terlihat dia sedang tertawa lepas dan membiarkan tangan cowok lain menyentuh bahunya bahkan ada yang merangkulnya.
Entah mengapa melihat itu semua muka sekaligus badan Erick langsung memanas apalagi hatinya seakan tak rela remaja itu disentuh oleh cowok lain. Dia menepikan mobilnya lalu berjalan kearah remaja itu dengan cepat.
"Chibi ngapain kamu disini?" tanya Erick sama remaja yang sudah dikenalnya bernama Karin.
"sedang ngobrol sama mereka, lho kamu ngapain disini bukannya kerja?" tanyanya balik.
"hei bong jangan ganggu orang kalo mau kerja kerja saja sana ngapain menggok kesini" kata si A.
"urusan orang lain gak usah ikut campur" sahut si B membuat Erick semakin geram karena dia tahu mereka semua pasti bukan orang baik.
"chibi ayo ikut" Erick menarik tangan Karin berjalan kearah mobilnya.
"hei tunggu bong urusan kami dengannya belum selesai" kata yang lainnya menghentikan langkah Erick juga Karin.
"Erchan kamu berangkat kerja saja sana nanti telat gimana" ucap Karin.
"aku antar kamu pulang dulu baru berangkat"
__ADS_1
"kamu apanya dia dasar tahu-tahu datang langsung tarik saja" teriak si A.
*****