
Takdir seolah mempermainkan nasip gadis manis baik cinta maupun kehidupannya, berulang kali dia dibuat jatuh lalu bangun lagi dan jatuh kembali.
Raut wajahnya masih menunjukan rasa tak percaya sama apa yang dilihatnya, satu persatu foto itu dia lihat dengan seksama memperhatikan setiap detail wajah difoto itu termasuk foto pernikahan disebuah gereja.
Karin nampak tersenyum kecil saat melihat foto seorang dokter muda.
"apakah ini wajah papa, orang hebat yang mampu membuatku hadir didunia" batin Karin tanpa sadar mengagumi wajah tampan seorang pria yang menjadi papanya. "mm dia dari Paris ya" lanjutnya dalam hati.
"kalo aku mencari diinternet tentang dia apa bisa ya, coba ku cek dulu siapa tahu ada keajaiban" gumamnya sambil berkutat sama laptop yang ada didepannya.
Sambil menunggu hasilnya keluar dia mengambil segelas air putih yang berada disisinya.
Buah uhuk uhuk uhuk
Karin menyemburkan air yang dia minum setelah mengetahui hasil dari pencariannya diinternet tentang F. Lauran dari Paris, tidak hanya itu kali ini dia bener-bener dibuat tak percaya dan terjennggang oleh hasilnya.
"F. Lauran ternyata putra Fay Andromeda, situa yang mengaku penguasaha bawah tanah itu, dunia bener-bener mempermainkan diriku ya hahaha" gerutunya seorang diri tertawa ketir.
Lalu dia teringat pernah meminta nomor telfon Fay sebelum dia pulang kenegaranya dan mencoba mencari dihp. Setelah ketemu dia bingung mau telfon apa tidak dia hanya ingin menanyakan keberadaan putranya saat ini masih hidup atau tidak.
"ah telfon ya telfon saja kenapa mesti bingung ribet amat" ucapnya mengumpat diri sendiri sambil memencet tombol panggilan dihp.
"hallo" Fay mengangkat telfonnya sendiri tanpa melihat siapa yang menelfon.
Karin hanya diam saja tidak menjawab sepatah katapun dia tidak tahu harus memulai darimana, saking bingungnya dia mematikan telfon begitu saja membuat Fay mengeryitkan kedua alisnya.
"dasar orang aneh, selidiki nomor ini" titah Fay sama tangan kanannya.
"baik tuan" kata Glen mengambil hp tuanya dan
segera pergi.
"kenapa aku tidak bicara dan malah mematikan telfonnya begitu saja" gumamnya lalu mengacak rambutnya dan mendesah kesal.
Karin beranjak dari tempat duduknya membiarkan semua foto dan yang lainnya begitu saja dimeja. Dia pergi tanpa mengendarai mobil dia lebih memilih jalan kaki melihat pemandangan sekitar.
Dia berhenti disebuah club, selain ingin melepas dahaga dia ingin menghibur dirinya supaya tidak teringat bayang-bayang wajah Erick kekasihnya.
Glen datang menemui tuanya membawa hp milik sang tuan.
"nomor yang menelfon anda dari nona, tuan" kata Glen menyerahkan hp, mendengar itu Fay langsung menyahut hpnya dan menekan nomor yang baru masuk begitu saja.
"lama amat dia mengangkatnya" gerutu Fay kesal.
__ADS_1
"Erchan kau menghubungimu aku senang sekali" Karin menjawab telfon Fay saat panggilannya mau dimatikan dalam keadaan mabuk.
"mari kita bersenang-senang sepuasnya malam ini hahaha, mati satu tumbuh seribu hiks mati satu tumbuh seribu, apa, kau sudah sembuh jangan ngapa-ngapain tetap ditempat, oooo Erchan I love you you" Karin yang terus yerocos khas orang mabuk hanya bisa didengar kakeknya dengan masam menggaruk kepalanya walau tidak gatal.
"kau tahu posisinya dimana?" tanya Fay sama Glen.
"nona berada diJepang kota Yokohama tuan" jawab Glen.
Karin yang terus yerocos sampai hpnya jatuhpun tak dihiraukan bersandar disebuah tembok dan merosot kebawah setelah muntah, dia trus membicarakan Erick mantan kekasihnya yang masih dirawat dirumah sakit dalam keadaan kritis.
Waktu terus berganti sejak perpisahan itu Karin sering mabuk juga sering ngelamun, dia selalu duduk didekat cendela dengan pandangan yang kosong lupa akan tujuannya.
Tok tok tok
Pintu diketuk oleh seseorang yang ada diluar tapi dia tak menghiraukannya dan tetap pada posisinya.
Pintu diketuk untuk kesekian kalinya karena tak kunjung mendapat respon akhirnya orang itu membukanya.
"tuan ada tamu untuk anda" jawab orang itu yang berkerja sebagai karyawan.
"siapa!?" tanya Karin singkat tanpa menggerakkan kepalanya.
"tuan Fay dari Paris" jawab sikaryawan.
"baik"
"kebetulan sekali aku gak perlu repot-repot kesana, tapi kenapa dia keJepang?" gumam Karin dalam hati.
Karin bangkit dari tempat duduknya didekat cendela dan pindah kesofa panjang dia menunggu tamu dengan tenang disana, mengesampingkan masalahnya berniat menanyakan beberapa hal mengenai F. Lauran papanya.
Kali ini Fay datang tanpa Louris istrinya dia hanya berdua bersama Glen sekretaris sekaligus tangan kanannya.
"wah tumben sekali tuan Fay datang keJepang senggang sekali ya" kata Karin dengan senyum mengembang.
"lagakmu tak berubah sama sekali bocah tengik" kata Fay datar.
"hahaha mau berdiri saja atau duduk pak tua" mendengar itu Fay cuma mengangkat sebelah alisnya.
"kakek dan cucu gak ada bedanya" batin Glen bermuka masam.
"ada urusan apa anda datang kemari?" tanya Karin memulai.
"kupikir kau tak baik-baik saja setelah menelfonku sambil yerocos gak karuan"
__ADS_1
Karin terkejut mendengarnya. "anda datang jauh-jauh kemari hanya untuk itu" katanya.
"kemarin aku memang mabuk sih, tapi begitu sadar sudah ada dikamar" batin Karin mengingat kembali saat dia mabuk.
Karin bersandar kebelakang melipat tangannya didepan dada dan menaruh satu kakinya diatas kaki satunya.
"fuh Karena anda disini jadi aku tidak perlu repot-repot kesana"
"sepertinya ada yang ingin kau bicarakan ya"
"tidak terlalu penting sih hanya saja aku ingin bertanya soal putramu yang bernama F. Lauran dia masih hidup ata sebaliknya"
Mendengar itu Fay diam seakan mengingat kenangan masa lampau.
"aku sendiri juga tidak tahu dia masih hidup atau sebaliknya waktu tiba dirumahnya tempat itu sudah berantakan seolah habis diserang seseorang, dan disana ada satu orang pria sedang berdiri dalam keadaan marah" tutur Fay menceritakan masa lalu.
"begitu, kalo begitu anda juga sudah mencarinya juga ya"
"aku sudah mencarinya dan hasilnya nihil mereka semua bagaikan ditelan bumi"
"dengan kata lain F. Lauran masih hidup sampai sekarang tapi bagaimana dengan istrinya" batin Karin berfikir.
"kau sedang menyelidikinya"
"hanya ingin tahu apa yang terjadi dimasa lalu saja"
"kalo butuh bantuan aku akan bantu"
"soal bantuan aku mau minta foto F juga pernikahannya"
Fay dibuat terkejut untuk yang kesekian kalinya lalu dia menghela nafas sesaat.
"ok besok akan aku kirimkan sekaligus beberapa hal yang kutahu dari penyelidikanku sendiri"
"terima kasih, aku berharap apa yang anda temukan bisa membantu"
"semoga saja"
Setibanya diParis Fay segera mencari berkas tentang F anaknya dan mengirimkan berkas itu keKarin sesuai yang dijanjikan, dalam hati dia berharap anaknya itu masih hidup dan bisa berkumpul lagi. Begitu menerimanya dia segera mengeceknya secara terperinci dan semuanya sesuai apa yang tertulis didalam buku kecil yang dia temukan.
F. Lauran sudah menikah tapi sang istri tidak bisa punya anak, dia melakukan proses bayi tabung dan mencari rahim pengganti untuk anaknya agar bisa lahir, tapi bencana terjadi disaat usia kehamilannya sudah tua rumah itu diserang seseorang hingga keluarga Lauran tercerai berai dan tidak diketahui sampai sekarang!!!.
*****
__ADS_1
Jangan lewatkan episod selanjutnya ya man teman🤗🥰🤩