
Karin berlari kearah rumah belakang hendak mencari Johan karena kebiasaan gilanya.
BRAK!! suara pintu yang ditendang membuat semua orang penghuni rumah belakang ketakutan dan saling berpelukan satu sama lain. Apalagi sorot mata dan aura membunuh yang dipancarkan membuat semuanya tambah ketakutan.
"mana Johan?" tanyanya dengan datar dan dingin.
"be be belum pulang den" mendengar hal itu Karin naik pitam dia tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini dan sangat membutuhkan Johan.
Karin mencari kekamar Johan tapi kosong gak ada orang lalu dia kembali ketempat para pelayannya, tanpa basa basi langsung mencengkram kerah salah satu pelayan pria.
"aku butuh Johan sekarang dimana dia?" ucap Karin datar dan dingin membuat mereka semua ketakutan.
"be lum pu lang" jawab pelayan itu terbata dengan keringat dingin bercucuran.
BUK! Karin memukul pelayannya didepan semuanya membuat mereka tambah ketakutan mengeratkan pelukannya.
Belum puas dengan itu Karin menarik pelayan lainnya dan mendaratkan pukulannya.
"jangan den kumohon jangan pukul lagi" kata sipelayan wanita memegangi kaki Karin memohon.
"minggir kamu kalo tidak ada Johan mereka yang gantikan" teriak Karin lalu menendang pelayan wanita itu dengan kasar.
Kebiasaan inilah yang ditakutkan semuanya disaat Karin sedang mabuk berat yang dia mau hanya memukul orang bahkan sampai menyiksanya tak peduli mereka memohon ampun atau bagaimana, asal dia bisa puas dia akan terus menyiksa orang itu sampai titik penghabisan.
Karin terus memukuli pelayannya dengan brutal bahkan sampai pelayan wanita yang ingin menolong pun juga kena imbasnya.
"chibi apa yang kau lakukan, hentikan!!" teriak Erick yang sudah sampai dirumah belakang.
__ADS_1
Erick berlari kearah Karin berusaha menghentikannya tapi tidak bisa, Karin yang sudah berubah total seperti singa kelaparan hanya tertuju pada mangsanya saja.
Sorot matanya yang tajam mengarah pada Erick "jangan mengganggu!!" katanya lirih juga datar.
"apakah ini yang dimaksud Johan saat dia sedang mabuk dia berubah menjadi seorang psikopat, psikopat yang berkedok anak remaja yang manis, ya allah apa yang harus aku lakukan" batin Erick dengan wajah yang bingung.
Karin menarik tangan pelayan wanita membuatnya berdiri didepannya lalu memegangkan sebuah pistol siap menembak.
"ja jangan den" kata pelayan itu dengan tubuh bergetar sekaligus ketakutan air matanya mengalir dengan deras.
Pistol itu mengarah pada Erick membuat dia semakin bingung saat ini.
"tembak sayang dia mengganggu atau para temanmu sebagai gantinya" ucap Karin sambil tersenyum menyeringai kearah Erick, tangannya terus bergerak membelai pipi pelayan itu membuat pelayan itu semakin merinding ketakutan.
"chibi hentikan bukannya kau tertarik padaku lalu kenapa kau ingin membunuhku" ucap Erick mencoba dengan cara yang halus mengingat pesan ibu.
"karena kau menyebalkan makanya aku ingin membunuhmu lalu membuatmu tidur dipeti kaca seperti putri tidur dalam dongeng hihihi" katanya sambil tertawa.
"tidak den saya tidak bisa" pelayan itu menangis karena takut.
"kalo gitu aku sendiri yang membunuh temen-temenmu ini gimana" Karin mengacungkan sebuah pistol yang dipegangnya kearah yang lainnya.
"baby hentikan! kau ingin membunuh mereka" teriak Johan yang sudah datang, pak Aldo hanya diam membatu melihat pemandangan itu lagi.
"a, apakah ini yang dimaksud den Johan dia jauh mengerikan" batin pak Aldo.
"baby aku sudah datang sekarang hentikan ok" Johan mencoba menghentikan.
__ADS_1
Dor!! sebuah tembakan langsung mengarah keJohan secara disengaja.
"Johaaaan" teriak Erick, yang lain hanya memejamkan mata takut melihat.
"siapa yang menembak? Bukan aku yang membaknya kan" batin pelayan wanita itu dengan gemetar.
"jangan berteriak berisik, aku sudah bilang padamu jangan sampai membuatnya mabuk bodoh" ucap Johan dengan santai sekaligus geram sama Erick.
"Jo sini kamu!" kata Karin, dengan patuhnya Johan berjalan dengan santai juga biasa mendekat.
"Karin melakukan semua ini saat mabuk melampiaskan kekesalannya dengan penyiksaan, ini bukan dia pasti ada sesuatu aku bisa merasakannya" batin Erick berfikir keras melihat Karin yang memukul Johan dengan geram.
"sesuatu! ayo fikir bodoh tentang sesuatu itu" batin Erick lagi.
"sudah den hentikan kasian den Johan" ucap pak Aldo memberanikan diri menghentikan Karin.
"minggir atau kamu yang menggantikan dirinya" ucap Karin mengcungkan jari telunjuknya kearah pak Aldo.
Erick melangkah kearah Karin tanpa banyak bicara dia langsung memeluk Karin dari belakang.
"sudah hentikan chibi aku minta maaf karena menyebalkan buatmu ya, semua akan baik-baik saja hentikan ok" ucap Erick sambil memeluk Karin dari belakang.
"tidak Erchan aku tidak bisa aku ingin minum mereka belum memuaskanku, aku haus tenggorokanku kering aku mau minum sekarang lepaskan aku kalo tidak aku akan menghajarmu lagi" teriak Karin mencoba melepaskan diri dari pelukan Erick.
"ayo ikut kau ingin minum kan" Erick segera menarik tangan Karin hendak berjalan kerumah besar, tapi langkah Erick terhenti saat melihat pak Aldo membawa sebotol wine dari ruma besar dan memberikannya sama Karin.
"sini!" melihat pak Aldo membawa wine dengan cepat Karin langsung meraihnya lalu meneguknya segera.
__ADS_1
Pak Aldo berjalan menghampiri beberapa pelayan yang tergeletak dan membantu mereka bangun sekaligus Johan.
*****