THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
AWAL PERTEMUAN


__ADS_3

"terutama kamu Jo" Karin melihat Johan dibawahnya yang masih tetap memegang tangannya.


Johan menatap Karin begitu lekat, ingin sekali dia berkata yang sebenarnya tapi itu semua juga tak mungkin, ada kalanya dia harus berbohong demi kebaikannya juga.


Johan menatap Karin begitu lekat, dia mengingat awal pertemuannya bersama Karin waktu itu.


Waktu itu tujuh tahun yang lalu dimana dia harus bersembunyi karena difitnah memperkosa gadis dibawah umur. Saat itu tujuh tahun yang lalu Johan sedang keluar membeli makanan karena persediaan makanan dikontrakan sudah habis, dia yang memakai jaket hodie menggunakan topi sekaligus masker sedang berjalan pulang sambil membawa belanjaan.


Hari itu menjelang sore Johan yang hendak menyebrang jalan melihat seorang gadis sekitaran 14 tahun dalam keadaan yang berantakan, dia masih memakai baju seragam sekolah rambutnya acak-acakan banyak luka disana sini, hanya seorang diri tanpa membawa apapun gadis itu berjalan tertatih, langkahnya seok sepanjang dia berjalan dia menyeret kakinya.


Johan terus memperhatikan gadis itu dalam hati dia ingin sekali menolongnya, namun semua itu dia urungkan karena takut terjadi masalah yang lebih rumit lagi akhirnya dia melanjutkan perjalanan pulang.


Tapi sepertinya tuhan berkata lain baru beberapa langkah dia berjalan dirinya sudah dikejutkan oleh gadis itu yang berjalan ketengah jalan, dia sengaja menabrakan dirinya kesebuah truk, Johan yang tahu langsung berlari menyelamatkannya.


Gadis itu pingsan dipelukan Johan tepat ditengah jalan membuat sang supir mengumpat, juga beberapa kendaraan lainnya. Johan membawanya ketepi memperhatikan kembali gadis itu dari ujung kepala hingga kaki.


Terdapat bekas ikatan ditangan juga kakinya dan wajahnya yang lebam habis dipukul, yang membuat Johan menganga tak percaya adalah dia melihat darah yang mengering ditengah kedua kakinya.


"ini pemerkosaan!!" batin Johan lalu dia membuka jaketnya mengenakannya pada gadis itu dan dibawanya kekontrakan untuk dirawat. "dasar gila keparat, manusia tak bermoral" Johan terus mengumpat disepanjang perjalanan pulang sambil membopong gadis itu.


Didalam perawatan Johan gadis itu menggigil badannya sangat panas, dia terus menginggau memanggil kakaknya sekaligus menangis.


"kakak, kakak tolong aku hiks tolong..." mendengar itu Johan tak tega hatinya seakan teriris, dia tahu dan faham bagaimana tidak ada seorangpun yang menolong disaat kita sangat membutuhkannya, dia lalu keluar memanggil dokter.


Gadis itu terus menginggau setiap malam sambil menangis selama dia sakit, Johan dengan sabar dan telaten merawatnya. Seminggu berlalu gadis itu akhirnya membuka mata dia terkejut mendapati dirinya tidak berada dirumahnya, dia melihat kanan kiri memutar bola matanya keseluruh ruangan, sebuah kamar yang sederhana nan rapi lalu pandangannya terhenti saat melihat seorang pria sekitar 21 tahunan sedang tertidur dikursi panjang terbuat dari kayu berwarna coklat tua disampingnya.


Dalam diam gadis itu beranjak dari tempat tidur hendak kekamar mandi, berlahan dia menurunkan satu kakinya disusul kaki satunya lagi, dia mulai berdiri melangkahkan kakinya.


Bruk...


Baru selangkah dia berjalan namun dia sudah jatuh karena kepalanya masih pusing, apalagi diarea sensitifnya tempat itu masih sangat sakit seakan baru saja diobrak abrik apalagi saat bergesekan membuatnya meringis kesakitan.

__ADS_1


Johan yang mendengar seuatu yang jatuh langsung membuka mata, dia melihat gadis itu sudah berada dilantai bersimpuh dan meringis menahan sakit memegangi pinggulnya.


Berlahan dia berdiri dan berjalan mendekat membuat gadis itu ketakutan dan mundur.


"jangan takut" kata Johan dengan lembut dan kalem gadis itu hanya diam masih berwajah pucat lalu menunduk.


Tanpa basa basi Johan membopong gadis itu membawanya kekamar mandi mendudukkan dia diatas kloset membuatnya melongo dalam diam.


"aku berjaga dipintu" setelah bicara seperti itu Johan lalu berjalan keluar menunggu didepan pintu.


Gadis itu hanya diam, setelah selesai dengan urusan alam dia tidak memanggil Johan dia mencoba berjalan pelan menuju kearah pintu sambil menahan sakit.


Hari terus berganti gak terasa sudah satu bulan gadis itu masih diam, dia juga tak berniat kesekolah karena tak mau ketinggalan pelajaran Johan mengambil mata pelajaran kesekolah sehingga gadis itu tidak ketinggalan mata pelajaran.


"rumahmu dimana?" tanya Johan tapi gadis itu masih diam.


Johan menghela nafas sejenak. "kamu gak kangen sama kakakmu" katanya lagi membuat gadis itu terkejut.


Kini dia sendirian dirumah, dia tertunduk dalam diam, dia kangen dan ingin bertemu sama kakak juga yang lainnya tapi dia juga takut dia tak mau kakaknya membalas semuanya juga tak mau kakaknya mengetahaui kejadian yang sebenarnya.


Berlahan dia berjalan menuju cendela, dia membuka cendela itu dan berjalan keluar menuju balkon. Dalam diam gadis itu menaiki pagar besi dia berdiri disiku pagar melihat kebawah, entah kenapa dia tak berniat untuk bunuh diri dia hanya ingin merasakan sensasi saat berdiri seperti itu.


Johan yang melihat dari bawah langsung berlari menuju kekamar dia berlari menghampiri gadis itu yang berada dibalkon.


"apa yang kamu lakukan?" teriak Johan sambil menurunkan gadis itu.


dia tetap diam membuat Johan menghela nafas. "sebelum kamu mengakhiri hidupmu pikirkan kembali orang-orang didekatmu, saat ini mereka semua pasti mencarimu coba bayangkan saat mereka menemukanmu dalam keadaan sudah jadi mayat" kata Johan panjang lebar.


Gadis itu langsung memeluk Johan menenggelamkan wajahnya didadanya, Johan sendiri membalas pelukannya mengusap punggung gadis itu berkali-kali supaya tenang.


"ng..." dia mulai membuka suara Johan siap mendengarkan.

__ADS_1


"ada apa? Katakan saja" tanya Johan karena dia tak kunjung membuka suaranya.


"temani aku pulang" jawab gadis itu tertunduk.


"cuma itu baiklah aku akan temani kamu pulang, sebelum itu nama kamu siapa"


"Karin, Karin Arandita Sanjaya"


"aku Johan Aldi Saputra, kamu bisa mencariku jika butuh bantuan"


Karin hanya mengangguk kedua tangannya masih menggenggam erat baju Johan seolah tidak mau Johan pergi dari sisinya.


"istirahatlah nanti dilanjutkan belajarnya" katanya sambil berjalan kedalam memeluk gadis yang bernama Karin.


"jangan pernah menunduk atau melihat kebelakang karena itu akan menghambat jalanmu ingatlah itu" tutur Johan dan dijawab anggukan sama Karin.


Esoknya Karin diantar pulang sama Johan, dia terpengarah setibanya dirumah Karin karena rumahnya begitu mewah dan banyak pengawal. Awalnya sang kakak juga kakek sama nenek sangat marah dan gak terima, tapi Karin memberi alasan yang masuk akal tanpa menceritakan kejadian yang memalukan itu.


Sejak saat itu pula Karin selalu pergi kerumah Johan, disana dia merencanakan pembalasan terhadap mereka yang sudah membuatnya hancur dengan memanfaatkan Johan.


Sejak saat itu juga Karin sering berdiri ditepi gedung saat disekolah melihat kebawah tanpa ada niatan untuk terjun, hingga seorang gadis pindahan mengira dia akan bunuh diri beneran dan langsung menariknya kebelakang.


Gadis itu adalah Yoko Geraldine. Itulah awal pertemuannya dengan Yoko yang berselang satu bulan setelah dia bertemu Johan.


Dan itu juga awal dari segalanya dimana Karin berubah sadis dan psikopat tak akan pandang bulu, dia terus mengasah otaknya berbagai bidang dia jelajahi sampai dia menemukan apa yang membuatnya bener-bener tertarik, sekaligus beladirinya secara diam-diam bersama Johan.


*****


Ayo dukung author dengan memberikan like, komen, plus vote biar tambah semangat😘😍


YOKO GERALDINE

__ADS_1



__ADS_2