THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
BUNDA SAKIT


__ADS_3

"sebenarnya baby sama kakaknya bukan saudara Sya" kata Johan. Ersya semakin tak mengerti dibuatnya.


"maksud mas Jo gimana sih bukan saudara, bukannya mereka kembar ya berarti gennya sama kecuali kalo Karin itu tumbuh dirahim pengganti" kata Ersya.


"ceritanya sangat panjang Sya intinya baby bukan saudara kandung tuan Aoi makanya keluarga Nishikawa tidak bisa memberikan sebagian harta keluarganya" tutur Johan.


"apa maksud mas Karin itu sejenis bayi tabung begitu, artinya dibuai diluar terus dimasukan kerahim seseorang begitu aduh aku semakin tak mengerti, lalu bagaimana dengan sampel darahnya kita bisa mengetahuinya dengan itu mas" Ersya berkata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"sudah dicek Sya dan hasilnya negatif sama kedua orang tuanya, jangan bilang siapa-siapa ya Sya"


"aku kasian sama Karin mas, apa dia tahu yang sebenarnya"


"sudah Sya, keluarga Nishikawa tidak suka yang namanya kebohongan jadi mereka tidak merahasiakan apapun sama baby, tapi walau begitu tuan Aoi tetap menganggap Karin adik kandungnya sendiri karena dia berada dan tumbuh dalam tubuh wanita yang sama. Kakek sama nenek juga menganggap baby bagian dari keluarga hanya saja mereka tidak bisa mewariskan hartanya kalo bukan keturunan yang sah"


"pasti berat menghadapi kenyataan yang sebenarnya ya mas"


"hhmmm, kamu tidak ingin tahu keluarga baby yang sebenarnya Sya" kata Johan melirik keErsya tunangannya.


"heh jangan-jangan mas Johan tahu semuanya tentang Karin ya" teriak Ersya terkejut. Johan hanya tersenyum melihat Ersya berteriak kaget.


"jangan teriak Sya nanti baby bangun kasian kan"


"ups maaf kelepasan, kasih tahu dong mas siapa keluarganya" bisik Ersya mendekatkan wajahnya.


"coba mendekat dikit lagi" tanpa curiga Ersya mendekat begitu saja. Spontan Johan mencium bibir Ersya membuatnya melongo sambil berkedip.


"Andromeda" Johan berkata tanpa melepas tautan bibirnya.


"mas Jo jangan bercanda dong gak bosen apa yosor terus lagian ada Karin dibelakang malu kan" jengkel Ersya melihat kelakuan tunangannya yang main cium begitu saja.


"gak Sya pengen nambah iya" perkataan Johan langsung membuat Ersya cemberut.


"ngomong-ngomong soal Andromeda bukannya dia pengusaha dari Paris ya, apa yang dekat sama Karin dan kakaknya selama ini ya" batin Ersya melipat tangannya didepan dada.


"kamu mikir apa Sya?" tanya Johan.


"ng apa yang dekat sama mereka berdua selama ini ya mas keluarga Karin sebenarnya" jawab Ersya ragu.


"iya" jawab Johan singkat sambil tetap menyetir.


"keluarga Andromeda selain pengusaha terkemuka dia juga penguasa dikotanya anak buahnya sering menyebutnya sang hades, dia memiliki dua anak laki-laki tapi dua duanya sudah meninggal Sya menurut kabar sih begitu tapi ya gak tahu lagi masih simpang siur soalnya" jelas Johan.

__ADS_1


"kalo itu benar terjadi berarti Karin pewaris satu-satunya keluarga Andromeda dong tuhan memang adil ya mas kita tidak tahu rencanaNYA"


"yaaah dia menuai hasil penderitaannya Sya kini tinggal kebahagian yang ada didepannya"


"kamu benar mas semoga dia selalu bahagia bersama keluarga barunya"


"amin"


Mobil suport itu terus malaju meninggalkan kota Jogja membuat kenangan difikiran, memecah kesunyian menerobos angin yang berhembus dari berbagai arah.


Karin masih terlelap dalam tidurnya, wajahnya begitu tenang seakan melepas beban berat yang selama ini selalu berada dikedua pundaknya.


Dirumah Fani, Erick yang demam sudah membaik mereka bertiga bersiap hendak keJakarta menyusul rombongan Karin yang berangkat duluan.


Setelah berpamitan sama kedua orang tua Fani mereka bertiga segera masuk mobil, Felix segera melajukan mobilnya.


"kenapa kamu membawa Fani ikut serta Lix?" tanya Erick.


"oh aku ingin dia menemaniku mengelilingi monas" kata Felix beralasan.


Sebenarnya Felix mengajak Fani ikut serta agar dia bisa mengawasi Fani dengan leluasa tanpa menyuruh pengawalnya untuk menetap diJogja.


"iya mas, lagipula aku juga pingin keliling Jakarta" jawab Fani.


"ya sudah nanti kalo butuh bantuan hubungi aku ya Fan"


"hmm" Fani hanya mengangguk. Dia bersandar kebelakang dan melihat keluar.


"sebenarnya aku males keJakarta untuk apa juga aku kesana gak ada kerjaan sama sekali" batin Fani, siFelix hanya melirik Fani tanpa bersuara.


Drrtt ddrrrrrrt


Hp Erick berbunyi segera dia mengambilnya dan melihat siapa yang menelfon, setelah tahu siapa yang menelfon Erick bukannya mengangkatnya dia justru merijek telfnya.


Panggilan itu terus berlanjut membuat Erick uring-uringan dan kesal.


"angkat saja mas, kenapa selalu dirijek?" tanya Fani.


"angkat saja gak ada yang ngelarang" sahut Felix.


"males pihak rumah yang telf paling disuruh balik dan dikurung lagi" ketus Erick.

__ADS_1


"belum tentu siapa tahu penting" kata Felix yang tahu sebenarnya dari pengawal suruannya.


"biarkan saja" kata Erick.


"nanti kamu yesel tahu rasa" balas Felix sewot.


Panggilan itu terulang lagi membuat Erick berdecih tak suka dibuatnya.


"sini aku yang angkat mas" kata Fani mengulurkan tangannya. Erick memberikan hpnya tanpa berkata sedikitpun.


"ya hallo om" kata Fani sama orang diseberang telf yang ternyata sang romo.


"oh kamu Fan, apa putra bersamamu Fan?" tanya romo.


"iya om kita bertiga sama sopir"


"berikan padanya aku mau ngomong Fan"


Fani melihat Erick dan berbisik padanya, tapi Erick acuh tak acuh membuat kesal Fani.


"maaf om mas Erick itu..."


"aku tahu Fan bilang saja padanya jantung bunda kambuh dan sekarang di ICU sudah ya Fan" romo langsung mematikan telfnya begitu saja.


"tunggu om maksudnya gimana hallo hallo" teriak Fani. Keduanya langsung melihat kearah Fani dengan kawatirnya.


"ada apa Fan? kenapa panik begitu?" tanya Erick terkejut.


"kita balik sekarang, bunda berada diICU sekarang kritis tunda dulu keJakarta"


"apa!!" teriak Erick.


wajahnya kini berubah kawatir dia tak mungkin mengabaikan bundanya yang sedang kritis diICU, dia tahu selama ini bundanya tak pernah pura-pura atau sandiwara dia yakin saat ini bundanya sedang melawan sakinya.


Erick mengusap wajahnya dengan kasar dan kesal, apakah dia salah mengabaikan orang tuanya? Apakah dia salah mengejar cintanya? Dia hanya ingin bersama orang yang dia cintai hanya itu tidak lebih.


"kita kembali Lix" ucapnya pelan dan menunduk.


*****


Jangan lupa like, dan komennya😍😘

__ADS_1


__ADS_2