
Disisi lain kota Paris Prancis, dua orang pria sedang kejar-kejaran dan saling menyerang satu sama lain. satunya seorang mata-mata dan satunya lagi utusan rahasia Kiran yang dikirim secara diam-diam untuk menyelidiki masalah sampel darah milik adiknya.
Hasil tes sampel darah milik Karin sudah keluar, hasilnya menunjukan kalo Karin murni keturunan seseorang yang pernah berkerja disebuah laboratorium diAmerika. Seseorang itu mendapat julukan profesor gila karena hidupnya diisi dengan berbagai penelitian hingga menjadikan manusia sebagai kelinci percobaan akibatnya dia dicopot dari gelarnya dan pindah keJepang.
Dan dia adalah salah satu anak kandung Fay sang Hades yang menjuluki dirinya sebagai penguasa bawah tanah. Hasil tes itu menunjukan dengan jelas kalo Karin adalah cucu sah seorang Hades.
Pertarungan itu terus berlanjut hingga akhirnya mata-mata berhasil dikalahkan, jaringan teknologi zaman now memang sudah sangat canggih walau berhasil ditangkap tapi data sudah menyebar keseluruh kota Paris. Sebuah data tentang cucu sang hades yang sah yaitu KARIN berserta fotonya.
Karena hal itu seseorang yang pernah kehilangan salah satu anggota keluarganya ditangan Karin langsung geram sekaligus tertawa dan berjanji akan balas dendam pada Karin.
Kembali kebangsal kencono Erick yang mencari kesana kemari namun tak kunjung ketemu mendesah kesal, dia berdiri didepan pintu kamar Kiran berharap yang dicari berada disana, Erick menarik nafas dari mulut lalu mengeluarkannya lewat hidung bersiap mengetuk pintu kamar Kiran.
Tok tok tok
Sota dengan sigap membuka pintu tersebut terlihat wajahnya terkejut saat melihat Erick didepan pintu.
"ada apa tuan?" tanyanya sama Erick yang berdiri didepannya.
"maaf menganggu tuan apa Chibi eh maksudnya Karin ada disini" jawabnya.
"iya tuan, no eh tuan muda sedang tidur tuan"
"tidur!!" Tiba-tiba Erick menerobos masuk dan melihat sendiri Karin tidur dipangkuan kakaknya.
"dia masih tidur tunda dulu kalo mau bicara" kata Kiran tanpa melihat kearah Erick.
"selesaikan dulu masalahmu dengan dia jangan menggantung masalah kalo tidak mau bermasalah" katanya lagi.
__ADS_1
"sebenarnya aku datang kesini untuk membatalkan semuanya bunda dan romo juga setuju, kakak tidak akan melarangku dekat dengannya kan" kata Erick seolah memohon.
"selama kau tidak membuatnya menangis aku akan setuju sekarang pergilah biarkan dia tidur" ucapnya dengan datar dan dingin.
"terima kasih kak terima kasih" setelah bicara seperti itu Erick berjalan pergi menuju kamarnya sendiri.
Kiran sendiri lalu mengambil sesuatu didalam tas laptopnya dua buah hendsed bluetooth, lalu dipasangkan dikedua telinga adiknya dan beralih berkutat sama hpnya, dia menekan sesuatu disana mengubah hendsed tadi menjadi kedap suara membuat suara gemerisik dari luar bahkan suara yang keras sekalipun tidak bisa masuk ketelinga jadi Karin akan tetap tidur dengan tenang tanpa ada gangguan.
Hp milik Kiran berdering segera dia mengangkatnya karena tahu itu dari mata-matanya yang dikirim keParis.
"apa?" katanya pendek.
"maaf tuan kita kebobolan data-data milik nona dicuri dan disebar luaskan, kini seluruh kota Paris heboh soal nona cucu tuan besar Fay" kata seseorang diseberang dengan tegas.
"kau sudah menangkapnya" tanyanya.
"itu tak masalah, masukan dia kepenjara bawah tanah dulu"
"baik tuan"
Kiran mematikan talfnya sepihak setelah itu melihat wajah adiknya sekilas.
"sepertinya seseorang tak sabar ingin memberitahu seluruh dunia bahwa kau itu anak dari seseorang" gumam Kiran dalam hati.
"tuan sepertinya anda harus bicara sesuatu tentang nona sama nyonya" sahut Sota yang baru saja mendapat laporan dari seseorang.
"katakan yang jelas" kata Kiran tegas.
__ADS_1
"nyonya Mahesa ibunda tuan Erick memiliki riwayat penyakit jantung saya takut nantinya akan berdampak buruk bagi kesehatan nyonya" jelas Sota.
"begitu ya, sepertinya aku harus turun tangan" balasnya sambil berkutat sama laptopnya.
Dikamar, Erick membuka pintu hatinya begitu lega saat mendengar sang kakak tidak melarangnya dekat dengan adiknya disisi lain dalam hati dia bertanya-tanya kenapa begitu mudah kakaknya memberi lampu hijau, kenapa tidak melarangnya dia mendekati adiknya padahal Karin cowok. fikirnya sambil berjalan masuk berlahan.
Langkahnya terhenti saat melihat kotak warna pink dan palu kecil yang terbuat dari kayu diatasnya. "happy Valentine Erchan semoga kita selalu bersama, to Karin" sepucuk tulisan yang tertera diatas kotak pink membuatnya langsung tersenyum seketika.
Teringat ucapannya saat pertama kali bertemu kalo dia memang suka sama cowok daripada cewek, mungkin memang sudah gak normal tapi hati tidak bisa berbohong bahwa dia memang sudah jatuh hati padanya.
Erick segera membuka kotak pink itu didalamnya terdapat sebuah coklat berbentuk hati setelah itu dia menutupnya kembali menunggu Karin bangun untuk dibuka bersama lalu berjalan keluar entah kemana.
"mas Erick mau kemana?" tanya Fani saat tahu Erick berjalan menuju mobilnya.
"ketoko bentar kamu tunggu saja didalam dan jangan ikut" larangnya.
"eh kenapa? Gak mau ah aku mau ikut mas Erick saja" katanya ngotot.
"Fan jangan bikin orang kesal kamu tunggu saja sama bunda sana temani ngobrol"
Fani buru-buru masuk dan duduk didepan. "sudah lama kita gak jalan bareng mas gak kengenkah ayolah please ya" katanya.
Erick mendesah kesal lalu berjalan masuk mobil tanpa memperhatikan Fani, dia segera melajukan mobilnya kesebuah toko coklat terdekat.
"tumben mas Erick pergi ketoko coklat ada apa gerangan?" tanya Fani dengan heran.
"kamu gak perlu tahu" ketus Erick sambil melangkahkan kakinya berjalan masuk tanpa mempedulikan Fani yang masih berada didalam mobil. Sesampainya didalam Erick segera memilih coklat yang pas untuk Karin dan mengingat kembali coklat yang diberikan sama sang kakak untuknya, karena dilihat dari ucapan Karin semua kesukaannya.
__ADS_1
*****