THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KARIN SAAT MABUK


__ADS_3

"Erchan kamu disini saja biar aku yang maju" ucap Karin sambil tersenyum menyeringai.


"jangan chibi, sebisa mungkin jangan cari masalah kita ngebut saja ya" Erick yang memiliki suara datar yang kalem seperti sang kakak hanya dipandang cemberut olehnya.


"Erchan kau bener-bener mirip kakakku makanya aku suka hehehe" mendengar ucapan Karin wajah Erick langsung bersemu merah.


"ko rasanya aku bangga banget ya" batin Erick.


"kalo gitu nurut sama aku sekarang kita kabur"


"tapi aku ingin olahraga dikit boleh ya"


"tidak! aku gak mau kau kenapa-napa"


Didepan mobil mereka semua sudah bersiap hendak menyerang, Erick dengan tatapan serius pula menstater mobilnya dan siap ngebut menerjang mereka semua.


"kita serang saja bro sudah gak sabar nih yoooo" ucap salah satu diantaranya.


"yooooo....." sahut mereka serempak.


Wajah karin yang tadinya biasa saja dan terlihat menawan kini berubah, sorot matanya begitu tajam aura dingin didalam tubuhnya mulai keluar membuat semua orang ketakutan sekaligus gemetaran saat bertatapan dengannya.


Tiba-tiba saja Karin keluar dari mobil "Erchan kamu duluan" katanya.


"kalo kamu maju aku juga maju kita hadapi bersama" ucap Erick yang juga keluar mobil.


"bro bro sikecil itu menakutkan sekali daripada silandak" kata salah seorang yang merasakan aura Karin.


"jangan takut kita banyak kita serang bersamaan biar tahu kita penguasa sini hahaha" sahut yang lainnya.


Karin juga Erick berdiri didepan mobil siap menghadapi mereka semua, Erick melepas jas melipat baju lengannya sementara Karin yang memakai jaket hoodie cuma diam saja dengan tenang.


Karin menggerakan jari telunjuk memberi tanda supaya mereka maju duluan.


"bangsat sikecil menantang kita" teriak salah satu diantara mereka.

__ADS_1


Satu orang langsung berlari menuju kearah Karin hendak menonjoknya, Karin maju sambil menyeringai sorot matanya yang tajam seolah ingin merobek mangsanya.


Tanpa segan-segan pukulan itu dilayangkan kearah Karin dengan cepat pula dia langsung menangkap tinju itu.


KRAK!! terdengar bunyi tulang tangannya karena diputar dengan keras oleh Karin.


AAAARRRRRGGGHH.......!!! teriak pria itu karena tak kuasa menahan sakit.


Karin melirik kearah gerombolan orang yang menghadangnya seolah berkata "siapa lagi yang maju"


Mereka semua langsung melongo sekaligus membatu melihat temannya seperti itu,


"minggir atau maju" ucap Erick memecah kesunyian, tanpa banyak bicara lagi mereka semua langsung memberi jalan terhadap mobil Erick.


"Erchan ayo jalan aku capek" Karin segera masuk mobil.


"ok" jawabnya pendek


Mereka semua memandang mobil yang membawa Karin juga Erick sampai menjauh memecah keramaian malam.


"dia masih remaja tapi menakutkan, jadi penasaran, SIAPA DIA?" balas salah satunya.


Mobil yang ditumpangi mereka berdua langsung menuju rumah besar Karin, pak Aldo yang melihat Karin dipapah merasa sangat panik apalagi aroma alkohol yang menyengat.


"aden kenapa tuan" tanya pak Aldo kawatir.


"gak apa apa pak cuma mabuk dikit" jawab Erick berjalan masuk sambil memapah Karin yang teler.


"dibaringkan dimana ini pak" lanjutnya.


"waduh saya sendiri juga gak tahu soalnya tidak ada yang berani naik keatas kecuali Johan tuan"


"astaga takut apa sih pak, ya sudah aku baringkan disofa saja ya pak"


"iya tuan maaf ya tuan"

__ADS_1


Tiba-tiba saja Karin langsung berdiri dan menonjok wajah Erick dengan keras.


"aduoww apa-apan kau sakit tahu" pekik Erick tak dihiraukan sama Karin.


Karin mendorong tubuh pak Aldo hingga jatuh kelantai lalu berlari kearah rumah belakang hendak mencari Johan.


BRAK!! suara pintu yang ditendang membuat semua orang penghuni rumah belakang ketakutan dan saling berpelukan satu sama lain. Apalagi sorot mata dan aura membunuh yang dipancarkan membuat semuanya tambah ketakutan.


"mana Johan?" tanyanya dengan datar dan dingin.


"be be belum pulang den" mendengar hal itu Karin naik pitam dia tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini dan sangat membutuhkan Johan.


"kau gak apa-apa pak" ucap Erick saat membantu pak Aldo berdiri.


"aku gak apa-apa tuan lebih baik anda cari aden saja saya lihat aden lari kearah dapur yang menuju rumah belakang saya takut terjadi sesuatu" kata pak Aldo menjelaskan.


Segera Erick berlari kebelakang tanpa banyak bicara lagi, tidak berselang lama Johan yang sudah datang dengan santainya meneteng kranjang berisi kue masuk kedalam.


"kau kenapa pak ketakutan begitu" ucap Johan sambil menyerahkan kranjang pada pak Aldo.


"a anu den, aden Karin mabuk dan berlari kebelakang"


"APA MABUK! SHIT!!!"


"kenapa gak dicegah pak" Johan berlari kebelakang diikuti oleh pak Aldo setelah meletakannya diatas meja.


"memangnya kenapa den" tanya pak Aldo.


"bahaya pak pokoknya bahaya semoga tidak terjadi sesuatu sama mereka" jawab Johan yang panik sambil terus berlari.


Benar saja dirumah belakang Karin sedang menghajar dua orang pelayan barunya, Erick yang berusaha menghentikannya pun ikut kena imbasnya terlihat wajahnya sudah benjut kaya habis dikeroyok oleh beberapa orang.


"baby hentikan kau ingin membunuh mereka" teriak Johan, pak Aldo hanya diam membatu melihat pemandangan itu lagi.


*****

__ADS_1


__ADS_2