THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
TIDAK SEKUAT BAJA


__ADS_3

Biar bagaimanapun hati manusia tidak sekuat baja, walaupun dibendung seperti apapun tetap saja tidak akan mampu menahan air yang sudah meluap. Karin hanya berdiri saja ditempat parkir dekat mobilnya, Johan yang tahu melangkahkan kakinya mendekat dan langsung memeluk Karin.


"kenapa kejujuran jauh lebih menyakitkan daripada yang lainnya ya Jo?" kata Karin dalam pelukan Johan.


"jangan ditahan lagi"


"baiklah sebentar saja!!" setelah itu dia menangis dipelukan Johan hingga puas, Johan membopong Karin menuju lift saat dia tertidur dipelukannya.


Dua bodyguard yang berjaga didepan pintu langsung sigap membuka pintu untuk tuannya. Johan langsung menuju kamar Erick menidurkannya disamping Erick menyelimutinya tanpa membuka mantel yang dipakai.


Jam didinding sudah menunjukan pukul 4:10 menit, Johan sendiri langsung tidur disofa setelah menyuruh para bodyguard itu mengawasi secara sembunyi saja.


Dua puluh menit berlalu Ersya keluar kamar hendak siap bertugas didapur seperti biasa, saat berjalan kedapur dia melihat Johan tidur tanpa memakai selimut sambil melipat tangannya didada.


Segera dia kembali kekamar mengambil selimut guna menyelimuti tubuh Johan.


"ko badan mas bau alkohol ya" gerutu Ersya, tanpa sadar Ersya mencium kaos yang dipakai Johan hingga membuka lipatan tangannya.


"kenapa Sya?" tanya Johan yang terusik oleh gerakan tangan Ersya membuka lipatan tangannya.


"bau mas, bau alkohol mas habis mabuk ya" ucapnya yang terus menciumi kaos Johan. "tuh kan bau" katanya lagi.


"masa coba naik dan cium disini bau gak" Johan menunjuk area bibirnya sendiri, tanpa disadari Ersya langsung menurutinya.


"nggak!!" jawab Ersya pendek.


"coba mendekat lagi sini" dengan patuhnya Ersya mendekat kearah bibir Johan.


"apaan sih sudah bilang tadi gappphh" spontan tangan Johan memegang tengkuk Ersya dan membawanya lebih dekat lagi hingga bibir mereka menyatu.


"mas sengaja ya" ucap Ersya dengan muka merahnya.


"lho bukannya kamu yang mulai duluan ya, menciumi tubuh mas kaya tadi"


"si, siapa yang menciumimu hidungku mencium bau alkohol dibadan mas ukh"

__ADS_1


Kedua tangan Johan merengkuh tubuh Ersya dengan erat, Johan menatap wajah kekasihnya itu tanpa berkedip dengan begitu lekat membuat Ersya salah tingkah sendiri.


"bau mint dimulutmu sangat menggoda" ucap Johan lirih tapi bisa didengar Ersya dengan jelas.


"eh, tu, tungppph" Johan melakukannya lagi.


Diruang tengah itu Johan bermain dengan bibir kekasihnya hingga membuatnya tersengal-senggal.


"mas hentikan!!" ucap Ersya dengan muka merah seperti tomat.


"cuma disini saja Sya, yang lain nggak ko kan masih gak boleh" kata Johan menggoda sambil menyentuh bibir Ersya.


"ya iyalah gak boleh kan belum dihalalin" jawabnya dengan cemberut.


"mau dihalalin Sya daripada keblablasan"


"tidak mau aku belum menemukan bibi juga pamanku, daripada gitu kenapa baju mas bau alkohol gini sih malah basah lagi disini" Ersya menunjuk area dada Johan yang sedikit basah akibat tangisan Karin tadi.


"ada perkerjaan tadi diclub"


"pantesan!!"


"pantesan gak tahan, huuuh" Ersya memanyunkan bibirnya lalu bangkit dan berjalan kedapur, membuat Johan tersenyum saja dan membaringkan badannya kembali kesofa.


"tidur dikamar saja mas, kan sudah kosong"


"gak papa disini saja!"


Pagi hari Erick bangun lebih pagian dikit sekitar jam setengah enam, dia langsung mendelik saat membuka mata wajah Karin begitu dekat dengannya, Karin tidur dengan memeluk guling menghadap kewajah Erick dengan jarak kurang dari sepuluh senti. Kali ini tidurnya begitu anteng tidak seperti biasa bagaikan jarum jam yang terus berputar.


Erick langsung tersenyum saat melihat wajah Karin yang mulus itu tangannya gak sabar ingin segera menyentuhnya.


"dia tidur menggunakan mantel, apa gak kepanasan ya? Acnya gak dihidupin lagi" batin Erick saat melihat Karin memakai pakaian lengkap.


"tunggu ini kan mantelku astaga dia berani membuka lemari huuh, biarin sajalah mandi dulu" lanjutnya dalam hati, Lalu dia melangkahkan kakinya kekamar mandi.

__ADS_1


"astaga dia masih tidur saja" gerutu Erick saat keluar dari kamar mandi, setelah itu berjalan kelemari begitu dibuka seluruh pakaian didalam lemari itu langsung ambruk menimpanya.


Gyaaaaa!!!


"bajuku amboradol dasar semplah, awas saja nanti kalo sampe gak dibetulin" batin Erick kali ini berjalan menghampiri Karin.


"hei bangun, apa yang kau lakukan sama lemari pakaianku heeeiii" teriaknya sambil mengoyang badan Karin, tapi Karin sendiri diam tak berkutik.


"Bi, Chibi" teriaknya lagi.


"Chibiiii, oi Chibi Maroko Chaaan" teriak Erick makin keras.


Karena penasaran dia membalik badan Karin dan melihat dengan seksama area dada Karin masih bergerak apa tidak.


Tat kala dia begitu terkejut saat dada Karin tidak bergerak sama sekali, membuat wajahnya langsung pucat seketika.


"Haaaaaaannnn!!!!"


Ersya yang berada didapur hendak mengulek bumbu langsung melempar uleknya kesembarang tempat karena kaget.


"apaan sih bikin kaget saja dasar" gerutunya.


"Haaaaaann cepat kemari haann!" teriaknya lagi.


Ersya yang penasaran berjalan kedalam kamar melihat apa yang terjadi disana, begitu membuka pintu dan melongokan kepalanya kedalam dirinya langsung terpaku seperti patung melihat Erick sedang menekan dada Karin berkali-kali.


"apa yang kau lakukan cepat panggil Han" teriaknya, mendengar itu Ersya langsung berlari keruang tengah.


"mas Jo, mas Jo cepat tolong comut" karena Ersya menggoyang badan Johan dengan keras juga kasar Johan langsung bangun begitu saja.


Plak!!


"aduh sakit sya, ada apa sih Sya? Kenapa kau panik begitu?" ucap Johan yang masih bingung.


"supaya lebih sadar, cepetan lihat dikamar mas, cepetan!!" mendengar hal itu Johan berjalan kekamar dengan cepat.

__ADS_1


"a, apa yang terjadi!!" tanya Johan yang terkejut melihat Erick sudah membuka mantel yang dipakai Karin juga menekan dadanya berkali-kali.


*****


__ADS_2