
Fani menangis diatas kasurnya yang empuk jugah mewah, setelah memporandakan seluruh isi kamarnya. Hatinya begitu kesal karena tak ada yang membela dirinya, tak ada yang mau mengabulkan keinginannya, juga tak ada yang mengerti dirinya hingga dia tertidur sendiri diatas kasur.
Dia bangun dengan lesu berjalan gotai kekamar mandi, hari-harinya begitu suram dia menyalahkan kran dan membasuh mukanya lalu melihat wajahnya dicermin.
Cukup lama Fani menatap wajahnya sendiri bayangan Karin tersirat disana, kebersamaan Karin bersama Erick membuat darahnya mendidih membuat gunung merapi siap meletus. Fani menyunggingkan senyum disudut bibirnya seolah punya suatu rencana.
"Karin kamu harus hancur!! akan kubuat kau mengalami kehancuran berlahan-lahan" ancamnya yang masih dikamar mandi.
Fani segera keluar dari kamar mandi, dia tidak merapikan rambutnya melainkan mengambil hp yang berada diatas nakas dan segera menelfon seseorang.
"aku ingin kalian menyelidiki orang bernama Karin Arandita dengan rinci" katanya sama orang diseberang.
"baik nona" jawabnya.
Fani berjalan kemeja rias, dia duduk memandangi dirinya sambil menyisir rambutnya berlahan.
"tak masalah jika aku tak bisa mendapatkan mas Erick, tapi kau juga tidak akan bisa mendapatkannya, sekarang kau lihat pembalasan dariku, Karin!!" katanya dengan senyum penuh kelicikan. Setelah itu dia mengambil tas kecil dan berjalan keluar kesuatu tempat.
"pembalasanku baru akan dimulai!!!"
***
Kamar 402 tempat Erick menginap, Karin yang tidak kunjung muncul membuat Erick dilanda ngantuk, dia berkutat dengan hpnya diatas kasur dan sesekali menguap, karena tak tahan oleh matanya yang minta dipejamkan akhirnya Erick menuruti matanya ketimbang menunggu pacarnya datang.
Karin meminta kunci card cadangan karena malas mengetuk pintu atau menelfon Erick, dia melihat kekasihnya itu sudah tertidur lelap dibawah badcover tanpa tahu kehadirannya. Karin berganti baju tidur lalu merangkak keatas ranjang berhenti diatas badan Erick, dilihatnya wajah tampan Erick dibawahnya begitu lekat sorot mata Karin yang jernih itu seolah menyiratkan dirinya tak mau kehilangan lagi.
"dirimu biasa saja tapi mampu membuatku jatuh cinta" batinnya tanpa mengalihkan pandangannya. "kenapa kau masih tetap bersamaku padahal kau tahu aku orang yang bagaimana, seandainya suatu hari nanti kau pergi dariku akankah aku mampu bertahan!!?" batinnya lagi.
Karin mengelus pipi Erick membuatnya mengeliat juga menggeram, berlahan dia mendekatkan wajahnya dan berlahan pula mencium bibir Erick.
"maaf sudah membuatmu terseret kedalam duniaku" gumamnya lirih. Lalu segera berpindah dan tidur disampingnya namun semua itu terhenti saat sebuah suara mulai menggema.
"tidak akan kumaafkan!!" katanya membuat Karin kaget menyatukan kedua alisnya dan memandangnya sekali lagi.
__ADS_1
"kau pura-pura tidur" tanya Karin.
"aku terbangun saat kamu merangkak naik diatas badanku" jawabnya sambil mengucek matanya.
"trus kenapa gak membuka mata sih menyebalkan" katanya sambil cemberut tak suka.
"karena aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan"
"cih" Karin berdecih tak suka dengan perkataan Erick.
Erick menaruh tangannya dipinggang Karin memandang wajah kekasihnya dengan serius. "aku tak akan memaafkanmu jika kamu meninggalkan diriku tanpa alasan" katanya.
Karin memandang Erick kembali membuat mata keduanya saling bertemu lalu menunduk. "iya" ucapnya singkat.
Erick menyentuh pipi Karin dilihatnya wajah itu, kini sedang resah entah apa yang terjadi hanya dia sendiri yang tahu.
"ada apa? Tidak biasanya kamu seperti ini"
Karin memeluk kekasihnya begitu saja membuat Erick terjenggang lalu membalas pelukan Karin dengan erat.
"ya, aku akan menemanimu kesana"
"terima kasih"
Erick melepas pelukan Karin dan melihatnya begitu intens, kekasihnya itu saat ini sedang ada masalah tapi dia tak mau bercerita. "ceritakan apa yang terjadi jangan dipendam sendiri, siapa tahu aku punya solusinya"
"aku..." Karin terdiam sejenak Erick setia menunggu dia buka suara. "ada ingatanku yang hilang, aku ingin mencari ingatan itu tapi aku takut akan kenyataannya" lanjutnya.
"kalo gitu gak usah dicari" kata Erick
"tapi aku ingin sekali mencarinya sangat ingin"
"kalo gitu kamu harus menyiapkan segalanya sebelum mengetahui kenyataannya"
__ADS_1
"Erchan..."
"hhmmm"
"kenapa kamu masih mau bersamaku padahal aku sudah dijamah orang, badanku sudah tidak suci lagi beda sekali denganmu, apa aku sudah menodaimu? Maafkan aku!" perkataan Karin membuat Erick diam seribu bahasa.
Erick menghela nafas sesaat lalu mencium bibir kekasihnya dengan lembut, "apakah perlu sebuah alasan untuk mencintai seseorang! Aku menyukaimu, aku tertarik padamu dan aku juga mencintaimu tak peduli dengan masa lalumu atau apapun itu" katanya.
"ini hubungan terlarang"
"aku tak peduli, sekarang tidurlah sudah larut malam"
"Erchan kalo aku mati apa kau akan ikut mati juga" canda Karin.
Erick mengeryit mendengarnya. "wah kalo itu aku pikir-pikir lagi ya" katanya sambil tertawa ketir.
"katanya cinta" goda Karin.
"lha iya sih, tapi nasi jagung sama nasi pecel masih menggoyangkan lidah apalagi gudegnya sambal bajaknya wow, kalo aku mati gimana bisa merasakannya hahahaha"
"berisik ah dasar cinta palsu" ketus Karin membaringkan badannya membelakangi Erick.
"hemm Chibiku tersayang ngambek sini aku peluk" Erick memeluk badan Karin menderatkan ciuman manis dibibirnya. Mereka berdua tidur dibawah selimut yang sama tanpa ada gangguan seperti yang terjadi dibangsal.
"terima kasih mau menerimaku apa adanya"
"hhmmm sekarang tidurlah"
Karin berbalik badan, kali ini dia tidur didada bidang Erick yang nyaman. "iya" ucapnya lalu memejamkan mata.
*****
SEPERTI APA PEMBALASAN FANI???
__ADS_1
Jangan lewatkan cerita SIAPA DIA? ikuti terus alur perkembangannya karena sebentar lagi cinta mereka bakal diuji. Dan berlahan Karin akan bertemu siapa orang tuanya. 🎉🎉
Ready youl all jangan lupa komen, like, juga votenya ranting bintang lima juga boleh ko. 😘😘😘😍😍😍