
Karin bangun dari tidur panjangnya sambil mengucek mata dia mengedarkan pandangannya mencari hp yang ditaruh entah dimana.
"mencari ini" ucap Ran Ran memberikan hp milik Karin.
"oh iya" dia segera meraih hp itu melihat apa ada pesan yang masuk dari Johan apa gak, belum sempat dia mengeceknya hpun berdering cukup nyaring dengan nada dering yang belum diganti.
"siapa sih bikin kaget saja" gerutunya sambil mengangkat telfon.
"Chibi Maroko Chan cintaku sayangku kamu dimana?" teriak Erick membuat Karin menjauhkan hp dari telinganya.
"astaga Erchan dibilangin aku diAmrik besok pulang" balas Karin berteriak juga.
"keluar dari kamarmu sekarang aku dilobi"
"apa!!" teriak Karin untuk kesekian kalinya. Dia tak menyangka Erick kekasihnya bisa menyusul sampai keAmerika.
Dia tak mempedulikan penampilannya, seperti biasa jika tidur dia melonggarkan kembennya hingga sikembar kelihatan jelas, dia berlari menuju lobi dimana Erick menunggu disana.
Dilobi Erick menunggu sambil bermain hp, dia menaikan sebelah alisnya begitu melihat seorang wanita sudah berdiri didepannya memakai baju tidur memperlihatkan jati dirinya.
Dia tersenyum berjalan mendekat tanpa aba-aba tangannya memeluk pinggang wanita itu.
"akhirnya keluar juga wanitaku" katanya menempelkan dahinya didahi wanita yang menjadi kekasihnya.
"jangan bercanda apa kamu tak melihat wajahku yang penuh tanda tanya ini" Karin berkata sambil melepas pelukan kekasihnya.
"masa, gak kelihatan"
"cih" cemberutnya.
Erick cuma tertawa geli lalu dia menggenggam tangan Karin berjalan menuju restoran.
"kamu belum makan kan kita makan dulu baru ngobrol ok"
"aku tidak lapar kamu makan sendiri saja"
"kalo begitu tidak ada alasan untuk menjawab pertanyaanmu"
"terserah kamu itu hak kamu"
"pria dan wanita jika adu mulut kelihatan jelas, sang pria langsung bungkam seribu bahasa sambil menahan amarah" batin Erick kesal.
"terserah kamu sajalah aku mau makan udah laper dari tadi" kata Erick melahap makanannya begitu saja dengan lahap.
__ADS_1
"kamu menyuruhku kelobi cuma untuk menemanimu makan, yang bener saja Erchan" kesal Karin.
Erick mengangkat tangannya tanda menyetop Karin supaya berhenti bicara.
"biarkan aku makan dulu baru bicara"
Karin mendengus kesal sama sikap pacarnya yang berbeda dari kebanyakan pasangan pada umumnya, jika biasanya seorang kekasih akan membujuk pacarnya dengan berbagai cara supaya mau diajak makan, tapi cowok yang satu ini justru makan sendiri tanpa mempedulikan pacarnya.
"fuh akhirnya kenyang juga, kamu beneran gak makan Bi" tanya Erick sama Karin disampingnya.
"gak selera" ketusnya sambil cemberut.
"bisa kutebak pasti ada masalah lagi"
"sok tahu, kalo sudah selesai pergi sana"
"kamu mengusirku teganya dikau padaku, habis manis sepah dibuang padahal jauh-jauh aku menyusulmu kesini hanya untukmu seorang"
"sejak kapan kamu pandai membual begitu, sudahlah aku mau ganti baju dulu"
"jangan ganti baju" spontan Erick berteriak Karin yang sudah berdiri hanya bengong tak mengerti.
Erick langsung beranjak dari tempat duduknya setelah membayar tagihan segara dia menggandeng tangan Karin keluar hotel sebelum dia mulai sadar.
"kita jalan-jalan sebelum pulang" ucapnya memicingkan mata menggoda.
"tapi aku baru bangun tidur belum ganti banju juga hei..."
"memang kenapa kalo kamu baru bangun dimatamu kamu tetap cantik dan menawan" balas Erick acuh tak acuh mengemudikan mobilnya kesuatu tempat.
Dibelakang sebuah mobil taksi sedang mengikuti mereka berdua mengikuti kemanapun mereka pergi.
Erick menghentikan mobilnya disuatu tempat hiburan yang baru dibuka dan fasilitas yang lengkap.
"sudah sampai" Erick turun duluan dia berjalan memutar membukakan pintu untuk pacarnya.
"ayo turun kita main-main disini seharian"
Karin melipat tangannya didada dan cemberut. "kamu lupa aku gak pakai sandal Erchan" ketusnya.
"bener juga ya aku lupa" Erick berkata sambil memegang jidatnya lalu dia menggendong Karin begitu saja membuatnya kaget.
"Erchan aku bisa jalan sendiri"
__ADS_1
"sudahlah kamu diam saja sebentar lagi kita sampai"
"kau mengajakku kemana lagi"
"lihat didepan"
Karin melihat kedepan seperti yang disuruh Erick, tepat disebuah toko sandal dan sepatu lengkap Erick berhenti disana sambil menggendong Karin, hal itu menjadi sorotan semua orang yang berada disana bahkan ada yang mengabadikannya dihp juga ada yang mengaploudnya sosmed.
Apalagi saat melihat Erick mendudukannya dikursi lalu memakaikan beberapa sepatu yang cocok untuk dia, ibarat sang putri yang dilayani seorang pelayan membuat wajah Karin memerah karena malu menjadi sorotan semua orang apalagi ini pertama kalinya dia diperlakukan seperti itu.
"sudah selesai nah ayo kita lanjut jalan-jalannya"
Setelah membayar sepatu yang dipakai Karin dia menggenggam tangan Karin berjalan kearah wahana yang baru dibuka itu.
Seharian Karin dibuat melupakan semua hal yang ingin dia selesaikan secepat mungkin, seharian senyum yang lepas tanpa beban tercetak diwajahnya tanpa memikirkan masalah dibelakangnya, semua itu tak lepas dari pengawasan seorang pria yang tidak muda lagi merekamnya diam-diam melalui hp.
Mereka berdua berjalan ketaman bunga yang luas diiringi alunan lagu romantis yang sudah ada ditaman itu, bersama yang lainnya Erick mengajaknya berdansa menikmati alunan lagu mengiringi setiap dua sejoli bergerak.
Erick berlutut dengan satu kakinya menghadap Karin, Karin sendiri cuma bengong saja tak mengerti sampai Erick mengeluarkan sebuah kotak merah dan membuka, dua buah cincin yang biasa digunakan untuk tunangan berada didalamnya dan Karin langsung mengerti akan hal itu.
"Will you marry me" ucapnya tersenyum menanti sebuah jawaban dari bibir sang pacar.
Karin yang masih bengong dibuat kaget saat semua orang meneriakinya bersamaan.
"terima... terima... terima..." teriak itu menggema diseluruh udara bukan satu orang tapi semuanya bahkan ada yang ikut bergabung melihat adegan itu.
Karin menghela nafas sejenak dia mulai membuka suara dihadapan semua orang. "jika kamu mau menerima kekuranganku dalam bentuk apapun itu maka pasangkanlah cincin itu dijariku" ucap Karin tegas dan serius dan pandangan lurus menatap Erick yang masih berjongkok didepannya.
"didepan semuanya aku Erick Adiputra menerima kekuranganmu apapun itu dan menjadikanmu istriku ibu dari anak-anakku" kata Erick lalu memasangkan satu cincin dijari manis Karin dan bergantian Karin memasangkan cincin satu lagi dijari manis Erick.
Momen itu terekspos secara live di Instagram dan sosmed lainnya, bahkan Erick sendiri sudah menyuruh orang tuk merekamnya juga dan mengirimkannya keorang tuanya yang berada diJogja.
Karin menangis didada Erick dia mencurahkan semuanya melalui air mata kebahagiaan yang tak bisa diartikan dengan kata-kata sekalipun.
"harusnya kamu bahagia bukannya menangis begini" kata Erick memeluk Karin yang sudah menjadi tunangannya itu.
"dasar bodoh aku sangat bahagia saat ini, terima kasih untuk segalanya Erchan kamu mau menerima kekuranganku" kata Karin masih dalam pelukan kekasihnya.
Erick meraih wajah pacarnya dan mencium lembut bibir Karin, dia memejamkan kedua matanya membalas ciuman Erick pacarnya.
"mas mas ini hpnya saya mau pergi" ucap seorang pemuda mengetuk pundak Erick dari belakang membuat mereka berwajah merah karena malu.
*****
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan anda sekalian, jangan lewatkan episod selanjutnya ya,😘🥰🤗