
"kamu bukan siapa-siapa dikeluarga ini, harusnya kamu berterima kasih kami sudah membesarkan dirimu dikeluarga ini" kata seorang wanita tua dengan sinis, Karin hanya diam mengeryitkan alisnya.
Kata-kata itu sungguh pedas dihatinya dia tidak mengerti kenapa wanita tua itu membencinya dia juga tidak mengerti kenapa dia tidak disukai oleh wanita tua itu bahkan dipandang jijik olehnya.
"selesaikan semua pekerjaan ini sebelum Aoi pulang" kata wanita tua itu sambil melempar beberapa peralatan rumah tangga didepan Karin lalu berjalan keluar kamar Karin.
"kenapa kau begitu membenciku?" ucapan yang keluar dari mulut Karin menghentikan langkah wanita tua itu. Dia berbalik badan memandang Karin tidak suka.
"kau ingin tahu alasannya" kata wanita tua itu berjalan maju mencengkram pipi Karin.
"karena kamu anak dan menantuku mati, hanya demi kamu tetap hidup mereka berdua mati" wanita tua itu berkata penuh penekanan dan sorot mata yang geram mendorong badan Karin hingga terjatuh kelantai marmer.
"masih untung kami memberimu makan sampai saat ini" lanjutnya lalu berjalan pergi begitu saja menutup pintu kamar Karin.
Tangannya yang kecil mengambil beberapa peralatan rumah tangga yang berserakan didekat kakinya dan mulai mengerjakan apa yang diperintahkan wanita tua itu. Hal itu terjadi saat kakak juga kakeknya tidak ada dirumah dan hal ini sudah berlangsung lama.
Karin ketiduran karena kecapekan membersihkan halaman belakang rumah disemak-semak membuat para pembantu tidak mengetahui keberadaan dirinya sebelum Aoi sang kakak pulang.
Sang kakak yang baru pulang ikut mencari karena para pelayan juga pengawal tidak kunjung menemukannya. Dia mendelik juga menganga saat mendapati adiknya tidur disemak-semak dalam keadaan kumuh dan kotor terlihat habis membersihkan tanaman, dia menggendong adiknya kekamar membaringkannya diranjang lalu berjalan keluar mengumpulkan para pelayan juga pengawal rumah meminta penjelasan kenapa adiknya bisa menjalankan perkerjaan rumah.
Karin bangun dari tidurnya dan kaget mendapati dirinya sudah berada diatas kasur dikamarnya sendiri, dia terkejut saat sang kakak mengumpulkan semua para pelayan diaula dan mengintrogasi semuanya.
"kak" panggilnya pelan dalam keadaan yang masih kotor juga kumuh.
"kau sudah bangun bersihkan dirimu dan temui Kakak lagi"
"jangan menghukum mereka karena aku, perkerjaan itu aku lakukan karena aku suntuk sama pelajaran sekolah jadi cari kesibukan" kata Karin membela para pelayan juga pengawal rumah.
"jika kamu suntuk mulai besok ikut kakak saja sekarang bersihkan dirimu sana"
__ADS_1
"kak..."
"jangan membantah, Sota temani dia kembali kekamarnya membersihkan diri" kata sang kakak tanpa melihat kearah Sota yang menjadi sekretaris sekaligus tangan kanannya lalu kembali melihat kearah semuanya begitu adiknya tidak terlihat. Mereka semua menunduk takut tidak ada yang berani buka suara sedikitpun.
Karena semua bungkam Aoi menghukum semuanya begitu keras juga memasang cctv disetiap sudut rumah secara diam-diam. Sang kakak begitu terkejut dikala melihat neneknya yang melakukannya sendiri, sejak mengetahui kenyataan adiknya sering diperlakukan seperti pelayan dirumah dia menepatkan waktu untuk menjemput sekaligus mengantar sekolah dan pulang tepat waktu sebelum adiknya berada dirumah.
Semua yang dilakukan Kiran secara hati-hati bisa kecolongan juga, disaat dia berada diluar negri bersama sang kakek karena urusan bisnis disitulah sinenek kembali bertingkah, semua kasih sayang yang dia berikan tidak gratis dimatanya.
Setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita tua itu sampai detik ini dia diingat setiap waktu "Ritorukirā (sipembunuh cilik) pembunuh orang tuanya sendiri.
Sinenek membayar dua orang preman untuk mencelakai Karin disaat sang kakak juga kakeknya tidak berada dirumah, tapi siapa sangka semua itu berdampak buruk baginya dia harus kehilangan mahkotanya akibat ulah wanita tua itu.
Disisi lain dia mendapatkan tangan kanan yang menganggapnya seperti saudara sendiri yaitu Johan, selama sebulan dia bersama Johan tidak ada satu orangpun yang mencarinya itu semua dikarenakan wanita tua itu melarang siapapun untuk mencarinya.
Sang kakak naik pitam saat tidak melihat adiknya tidak ada dirumah dan menyuruh seseorang mencarinya, dia takut sang nenek berbuat lebih jauh, tanpa mempedulikan dirinya yang baru tiba dari luar negri dia berlari menuju mobilnya mengemudi sendiri mobilnya.
Mobil sang kakak mulai berjalan gerbangpun terbuka, dari dalam mobil Kiran nampak terkejut saat melihat siswi SMP memakai seragam lengkap berjalan masuk bersama seorang pria tinggi juga kekar kurang lebih berumur 21 tahunan, dia amati siswi itu dengan seksama dan baru tersenyum lega saat mengetahui siapa dia sebenarnya.
Kiran membuka pintu memastikan apa yang dilihatnya. "litle kemana saja kamu, aku mencarimu kemana-mana" kata Kiran berjalan mendekat dan segera mengangkat adiknya.
"kakak" kata Karin didengar Johan.
"kau gak kangen padaku sudah sebulan kita tak bertemu telfpun tak dijawab uban kakek mulai banyak mikirin kamu" Kiran bicara tanpa henti membuat Johan hanya melongo.
"jadi dia kakaknya ya, kelihatan sekali dia sangat sayang sama adiknya" batin Johan. "dia dari keluarga pembisnis besar tapi tidak ada satu orangpun pengawal yang berada disampingnya padahal begitu banyak pengawal disini" lanjutnya dalam hati sambil memperhatikan sekeliling rumah.
Karena tidak mau kakaknya mengetahui kenyataan yang menimpa dirinya akhirnya dia memperlihatkan senyum palsu didepan keduanya.
"sorry aku keasyikan bermain sama Johan" jawab Karin memicingkan mata kearah Johan.
__ADS_1
"Johan, siapa itu Johan?" tanya Kiran terkejut.
"itu dibelakangmu" jawab Karin menunjuk Johan yang berdiri didekat mereka.
"perkenalkan kak temenku namanya Johan, Jo dia kakakku namanya Kiran tapi orang-orang memanggilnya Aoi" kata Karin memperkenalkan keduanya.
"hallo" Johan berkata sambil mengulurkan tangannya.
"hallo juga sepertinya kalian akrab sekali ya" balas Kiran menjabat tangan Johan.
"masa biasa saja tuh" kata Karin.
"sudah ayo kita masuk ngobrol didalam"
Kiran merangkul adiknya berjalan masuk langkah Karin sempat terhenti saat melihat neneknya berdiri didepan pintu dengan pandangan tak mengenakan, diapun cuek tak menghiraukannya dan masuk begitu saja bersama kakak juga Johan.
Karin diantar sekolah cuma dipagi hari dan pulangnya dia pergi kerumah Johan, dia sudah bertekad juga berniat membalas dendam apa yang dia alami dan itu semua diutarakan keJohan, walau awalnya Johan enggan karena awal dari balas dendam pasti akan berakhir buruk pada akhirnya dia melakukannya juga setelah Karin memohon bantuan padanya.
Selain belajar beladiri secara diam-diam Karin menyuruh Johan menelusuri keberadaan orang yang sudah membuat dirinya kehilangan semuanya.
Dia begitu tak percaya sama apa yang dia ketahui dari hasil penelusuran Johan, selain menangkap dua preman dan membuat mereka membalas atas apa yang terjadi ada kenyataan lain yang membuat dirinya frustasi dan hampir gila.
Sang nenek adalah dalang dibalik semuanya!!
*****
Ikuti terus kisah Karin dan jangan lewatkan perjalanannya, sedikit demi sedikit siapa dia sebenarnya akan terbuka.
Terima kasih atas dukungan jangan lupa like, komen dan lainnya dukungan anda begitu berarti bagi author semngka semangka 🤗😘🥰,
__ADS_1