THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
JATUH CINTA


__ADS_3

Ditenga-tengah acara berbagi coklat itu Erick diam-diam pergi kearea belakang duduk sendiri disana. Wajahnya nampak lesu dia merasa dirinya begitu bodoh tak bisa berbuat apapun tatapannya begitu kosong tak tahu apa yang tengah difikirkan.


Sebagai seorang pria dirinya begitu tak bisa diharapkan tak ada apapun yang bisa dia berikan untuk orang yang dia sukai, bahkan hadiah kecil dihari valentane pun tak ada dia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dengan kasar.


Dari kejauhan nampak suara kaki yang mulai mendekat, langkah kaki yang menggunakan high hels itu mulai mendekat mengendap dari belakang. Aura wajahnya begitu senang karena sudah lama tak melihat orang yang akan menjadi tunangannya dan segera menjadi suaminya.


Seorang wanita bertubuh sexsy berambut panjang dan muka dipoles dengan begitu cantiknya kini berada dibelakang.


Dia menutup mata Erick dari belakang. "hayo coba tebak siapa?" katanya memberi kejutan.


Tanpa banyak bicara Erick meraih tangan wanita itu lalu melihat wanita yang berada dibelakangnya.


"ngapain kamu disini!!" katanya ketus seolah tak suka dengan keberadaan wanita itu.


"sayang jangan gitu dong kita berdua kan mau bertunangan" katanya manja dan duduk disampingnya tanpa permisi.


"aku sudah membatalkannya kamu bisa cari yang lain" kata Erick tak memperhatikan wanita itu.


"aku tidak mau sayang aku maunya sama kamu, aku menyukaimu sudah sangat lama dan aku senang akhirnya kita bisa bertunangan dan segera menikah" katanya memeluk Erick seketika.


"dan aku tidak menyukaimu Fan, aku hanya menganggapmu seperti saudara sendiri tidak lebih maafkan aku" Erick mencoba memberi pengertian sama wanita itu.


Dia adalah Fani Iskandar orang tuanya adalah teman bisnis orang tua Erick sejak lama sebelum Fani lahir, sebenarnya orang tua keduanya berniat ingin menjodohkan mereka berdua tapi Ericknya yang tidak mau. Karena merasa dia ingin mencari pengalaman juga mencari cintanya sendiri, selama kebersamaan keduanya sejak kecil Erick menganggap Fani sebagai adik sendiri tidak lebih.


Erick melepas pelukan Fani mencoba memberinya pengertian karena pastinya dia juga tak mau wanita didepannya menjadi orang berbeda tentunya, tanpa sadar dia melihat kedalam rumah disana sudah berdiri sosok Karin yang melihatnya dengan cemberut juga sorot matanya yang tajam, auranya begitu jelas menunjukan kekesalan dan kecemburuan dia berjalan kedalam tanpa melihat lagi kebelakang.

__ADS_1


"aku tidak mau aku tetep tidak mau aku mau jadi istrimu mas izinkan aku berada disampingmu" katanya bersih keras.


Erick mendesah kesal didepan Fani. "terserah kamu ngomong apa yang jelas kita tak akan pernah menikah Fan, karena aku tidak mencintaimu dan itu sangat berat sekali jika dilanjutkan sudah ya Fan aku pergi dulu"


Erick segera berlari masuk kedalam rumah mencari Karin yang barusan berdiri melihatnya, entah kenapa dia harus menjelaskan apa yang terjadi karena dia tidak mau hubungannya menjadi renggang. Fani sendiri diam seperti patung badannya terasa kaku mendengar apa yang diucapkan Erick barusan.


Karin yang tadinya berdiri melihat pemandangan didepan mata langsung berlari kedalam karena hatinya begitu panas juga sesak, jantungnya bergemuruh begitu kencang apalagi nafasnya yang juga mulai memburu dan tiba-tiba menjadi sesak, gak terasa matanya mulai berkaca-kaca sekuat tenaga dia menahannya sambil berjalan menuju kamar kakaknya.


Cklek.. seperti biasa kamar sang kakak tak dikunci dan didalamnya sudah ada Kiran yang duduk didepan laptop yang menyala dengan Sota duduk disamping.


Kiran berdiri saat melihat adiknya menghampirinya dengan lesu juga menunduk.


"ada apa?" tanyanya tapi tak dijawab oleh Karin, dia langsung memeluk kakaknya dengan erat menenggelamkan wajahnya didada sang kakak


Tangisan Karin mulai terdengar walau tidak keras, Kiran membalas pelukan adiknya sambil mengusap kepalanya dengan lembut membiarkan dia menuntaskan air matanya sampai habis baru bicara.


"jangan kembali temenin aku disini" katanya lirih juga serak khas orang habis menangis.


Kiran segera menggendong adiknya mendudukkannya dipangkuan sendiri didepan laptop yang tadi.


"tidurlah nanti ceritakan semuanya, biarkan kakak kerja dulu ok" katanya dijawab anggukan oleh Karin.


Kini Karin tertidur dipangkuan kakaknya seperti seorang anak kecil yang sedang tidur dipangkuan ibunya begitu lelap, Kiran tersenyum kecil saat melihat adiknya sudah tertidur lalu mendaratkan ciuman sayang didahi Karin.


"sekarang dia tahu rasanya jatuh cinta" gumamnya lirih tapi masih bisa didengar Sota.

__ADS_1


"anda tidak membantunya tuan" tanya Sota.


"tidak perlu masalah seperti ini hanya mereka berdua yang bisa menyeselesaikannya sendiri kecuali ada pihak lain yang ikut campur baru aku akan bertindak" jelas Kiran sama Sota.


"menurut Johan sepertinya hubungan nona juga tuan Erick gak bakal disetujui sama tuan dan nyonya kalo nona tidak memperlihatkan jati dirinya"


"wajar saja kamu lihat sendiri penampilan nona kamu ini begitu sempurna sampai seluruh karyawannya menganggap dia tuan besar bukan sebaliknya, tinggal bagaimana mereka berdua menjalani ujiannya saja"


"kirim beberapa orang kesini mengawasi semuanya juga "dia" printahnya membuat Sota terkejut.


"eh gadis yang baru saja anda temui tadi itu"


"dia mirip dengan Yoko makanya aku tertarik bener-bener mirip sekali" kata Kiran lalu terdiam melihat kearah laptopnya.


"aku sangat merindukannya sangat amat merindukannya, sepertinya dia datang untuk menggantikan dirinya" batin Kiran.


"litle kau pasti akan senang bertemu dengannya nanti" gumamnya dalam hati.


Tak selang berapa lama terdengar seseorang mengetuk pintu, Sota dengan sigap membukanya melihat gerangan siapa yang mengetuknya. Sota terkejut saat tahu orang yang mengetuk kamar majikannya adalah Erick sendiri.


*****


🍁🍁🍁🍁


Untuk karya baru kalian bisa langsung tag profil author terima kasih semoga menghibur😘😘🍁🍁🍁

__ADS_1



__ADS_2