
Ersya masih terpaku dengan apa yang dia lihat barusan, dia sungguh tak percaya bahwa pemandangan mengerikan tepat berada didepannya, lalu dia teringat sama Johan yang menjadi pengawal pribadi sekaligus tangan kanan Karin. Sungguh dia tidak bisa membayangkan seandainya sesuatu terjadi dan merenggut yawanya.
"Ersya..." teriak Karin sekali lagi membuyarkan lamumannya. Segera dia ikut berlari bersama Karin didampingi Nana, Johan yang melihat dari kejauhan langsung berlari secepat mungkin sekaligus memanggil bala bantuan.
"kakak maafkan aku, aku sudah merepotkanmu" kata Key dalam gendongan Karin sambil menahan sakit akibat peluru yang bersarang dibadannya.
"kalo gitu diam dan jangan banyak bacot" katanya sambil terus berlari.
"iya" balas Key singkat dan sedikit melirik kebelakang dia melihat ada puluhan orang yang sudah mengejar Karin. Hingga terjadi bentrokan antara Nana, Johan, juga pengawal yang lain pertarungan yang begitu seru itu disaksikan secara live oleh Key.
Belum juga menemukan klinik terdekat tapi Karin juga Ersya sudah dihadang oleh beberapa orang tak dia kenal.
"Sya kamu bisa gendong Key" kata Karin tanpa melihat kearah Ersya. "aku akan menghadang mereka kamu carilah klinik terdekat" katanya lagi.
"bisa, tapi apa kamu gak apa sendirian mereka banyak begitu" kata Ersya kawatir.
"aku sudah biasa ngadepin beginian bahkan pernah gempur sama yang lebih banyak dari ini" balasnya dengan nada sombong.
"baiklah kalo begitu"
"cepatlah darahnya sudah mau habis tuh"
Ersya segera menggendong Key pergi menjauh. Dan Karin sendiri melawan orang-orang yang sudah memgganggu ketenangannya. Lagi Key diperlihatkan perkelahian seru yang dilakukan Karin sendirian perkelahian brutal tanpa ampun.
Pertarungan berlangsung lama menegangkan walau badan penuh luka dan babak belur tapi kemenangan tetap dipihak Karin. Dia mencengkram baju lawannya dengan geram melontarkan beberapa pertanyaan padanya.
"jawab pertanyaanku atau aku akan mutilasi kalian hidup-hidup" mendengar itu wajah lawannya langsung pucat pasi dan berkeringat dingin bahkan menelan salivapun sangat berat.
"Mateo yang yuruh kalian" tanyanya tegas.
"i iya tuan" jawabnya terbata.
__ADS_1
"kalo kalian ada yang tahu kenapa Mateo selalu menerorku ceritakan sekarang" kali ini dia berubah dingin dan datar.
"anda sudah membunuh anak dari goergie Mateo yang bernama Albert Mateo"
"aku!!" Karin terkejut dengan apa yang diucapkan lawannya karena dia tak ingat sama sekali. "kapan aku melakukannya?" tanyanya.
"waktu anda sedang liburan keParis bersama teman wanita anda dan menggebrak sebuah kasino milik Andromeda, anda bisa tanya langsung sama tangan kanan anda dia yang tahu segalanya"
Karin geram mendengarnya tak disangka ternyata Johan tahu segalanya tapi dia pura-pura bodoh dan malah bertanya.
Dor dor dor
Tanpa banyak bicara Karin langsung menembak mati mereka semua. Setelahnya Johan, Nana dan yang lainnya datang mereka semua melihat Karin sudah menjadi orang lain dengan pistol ditangan.
Dia menatap johan dingin membuatnya terperanjat kaget dengan pandangan yang ditunjukan padanya.
Dalam keadaan murka juga sadar dia menghajar Johan habis-habisan ditempat, semua hanya terpaku jika ada yang berani ikut campur yawa langsung melayang. Karena Karin tak segan-segan langsung melempar belati kecil tepat dititik lemah manusia jika melangkah selangkah saja.
"apa maksudmu, aku tak pernah melakukannya"
"sial kalo lagi marah seperti ini apapun bisa terjadi" batin Johan.
Uhuk uhuk uhuk
"bukannya kau tahu segalanya peristiwa diParis waktu itu, katakan alasanmu kenapa kau pura-pura tidak tahu dan malah bertanya"
"bukan pura-pura tapi memang tidak boleh diingat lagi, itu peristiwa memalukan dan pertama kali kau membunuh orang" Karin diam mengingat lagi apa yang terjadi waktu mereka liburan disana.
"trus kenapa aku bisa melupakan semuanya? Kenapa tidak bisa secuil saja yang aku ingat?"
"karena kamu menyodorkan diri sebagai kelinci percobaan sebuah alat setelah tiba diLondon, kamu tidak mau mengingat peristiwa itu lagi dua peristiwa yang akan membuatmu trauma menjalani hidup" Johan berusaha bangkit dan dibantu Nana.
__ADS_1
"awalnya tuan Aoi juga gak terima karena kamu melakukan itu tanpa persetejuan darinya, tapi setelah mendapat penjelasan dari prefesor dan melihatmu tidak berubah dia akhirnya mau menerima dan tidak mengungkit masalah itu lagi sampai sekarang" Johan diam sesat lalu melanjutkan perkataanya
"sang profesor hanya menghilangkan dua masalah "itu" dari ingatanmu selebihnya kau masih bisa mengingat masa-masa kecil juga yang akan datang nantinya atau masalah yang pernah kamu alami" tutur Johan panjang lebar.
"siapa saja yang tahu lalu peristiwa apa yang pernah aku alami?" tanya Karin penasaran.
"soal masalah itu kamu bisa menemui profesor sendiri, kalopun kamu bertanya sama tuan Aoi dia juga gak tahu karena kamu menutupinya dengan sangat rapat juga rapi" jawab Johan.
Buak
Karin memukul perut Johan sekali lagi dengan kuat membuatnya meringis kesakitan.
"bisakah kau tidak main pukul baby sayang" ucapnya sambil meringis memegangi perutnya.
"cih itu salahmu sendiri seandainya kau menjelaskannya lebih awal mungkin badanmu masih bersih, aku paling tidak suka ada yang menutupi masalah seperti ini" balasnya santai.
🎶Moshimo mou ichido anata ni aeru nara
Tatta hitokoto tsutaetai arigatou, arigatou🎶
Hp Karin berbunyi, karena perasaanya masih baadmood dia mengangkat telf dengan kesal.
"apa?" pekiknya sama orang diseberang.
"cepat kemari! aku sudah menemukan klinik tapi dokternya gak ada" teriak orang diseberang yang ternyata Ersya dengan nada judesnya.
"ya, kirim sharelok nya sekarang" setela itu dia mematikan telf tanpa menunggu jawaban dari Ersya.
Ersya segera mengirim sharelok dimana dia berada sama Karin berharap dia segera datang. Setelah mendapat kiriman lokasi Ersya Karin segera melaju dengan motor pinjaman milik warga sekitar dan ngebut.
"bagaimana keadaannya?" tanyanya setelah tiba.
__ADS_1
*****