THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
SEBUAH DUKUNGAN


__ADS_3

Dikamar Erick berusaha untuk kabur dari kamarnya tapi semua itu gagal dia lakukan. Bukannya memikirkan beberapa perkataan yang membuat dia tahu segalanya tapi dia malah mengabaikannya.


Tring....


Hp diatas nakas berbunyi sekali tanda pesan masuk, segera dia meraih hp itu dan melihat pesan apa yang ada disana, saat tahu itu pesan dari Karin dia segera membukanya ingin tahu apa pesannya.


πŸ“©"Erchan aku akan keJakarta maaf tidak bisa menemuimu, semoga kamu sehat selalu😒" Karin menulis pesan dengan dibumbui emoji sedih membuat Erick semakin ingin cepat keluar menemui pacarnya itu.


"romo dan bunda keterlaluan paling nggak biarkan aku ketemu sama dia kek" gerutu Erick sambil berkutat membalas pesan Karin.


Karena gak sabar Erick langsung menelfon Karin.


πŸ“ž"hallo Bi, kamu beneran akan berangkat keJakarta?" tanyanya ketika panggilan sudah terhubung.


πŸ“ž"iya Erchan, ada perkerjaan yang harus diselesaikan mungkin besok kita berangkat" jawab Karin


πŸ“ž"tunggu aku Bi, aku juga ikut keJakarta"


πŸ“ž"sudah intropeksi saja orang tua kamu ingin kamu menemukan harta karun"


πŸ“ž"harta karun apaan, harta karunku cuma satu yaitu kamu, tunggu aku pokoknya aku mau kabur dari rumah kita akan pergi bersama, ok"


πŸ“ž"astaga Erchan kenapa kamu gak mengerti juga, apa kamu beneran gak bisa membedakan wanita dan pria apa" kesal Karin. "sudah ya Erchan aku mau bobo siang dulu dadah"


Belum sempat Erick membalas perkataan Karin dia sudah menutup telfnnya lebih dulu membuatnya marah dan kesal.


"hallo hallo jangan ditutup dulu dong oe oe" teriak Erick karena kesal lalu melempar hpnya kekasur.


Erick mondar mandir manaruh tangannya diatas kepala mengacak ngacak rambutnya.


"aaarkh pusing aku harus bagaimana?" teriaknya lalu berjalan menuju cendela dan membukanya.


"Dor... Apa kabar kanjeng mas?" ucap Felix menunjukan gigi putihnya.


Erick langsung mendelik dibuatnya setelah itu menjitak kepala Felix dengan keras.


Pletak...

__ADS_1


"mengganggu orang saja bukannya bantu" ucapnya geram.


"aduh bro sakit bro manusia tampan sejagat gini kenapa selalu kena pukul ya nasib nasib" kata Felix sambil mengelus kepalanya.


"jangan kebayakan yerocos cepat pikirkan sesuatu" kesal Erick.


"ribet amat sih ya lewat pintu lah"


"kamu kalo goblok jangan ketulungan sudah tahu pintunya dijaga ketat begitu"


"yang goblok itu aku apa kamu dasar brengsek" batin Felix gak suka.


"ya elah bro bro, bener juga katamu kalo gitu kita jebol cendelanya saja"


"wow bener juga katamu kenapa gak kepikiran dari tadi ya"


"makanya punya otak dipake, dasar dungu"


"apa katamu ngajak berantem, supir macam apa kau berani sama majikan"


"bos jadi kabur apa gak nih?"


Hotel berbintang Jogja Karin sedang bersama kakaknya dikamar menghadap laptopnya masing-masing mengecek berbagai laporan. Tak lupa disamping mereka terdapat Johan juga Sota yang menjadi tangan kenan keduanya.


"beberapa hari ini kamu akrab sekali sama pak tua dan istrinya itu" kata Karin.


"bukannya kamu juga akrab sama mereka ya" balas Kiran.


"sebenarnya gak terlalu akrab kalo bukan madam Louris yang maju duluan"


"apa kau gak ingin mengenal mereka lebih dalam lagi"


"kenapa aku harus melakukannya? Apa kamu tahu sesuatu tentang mereka?" Karin berbicara tanpa melihat kakaknya dan terus berkutat dengan laptopnya.


"mereka ada hubungannya sama kamu!" mendengar itu Karin menghentikan gerak jarinya diatas keybord dan melihat kakaknya.


"jangan bilang kalo mereka itu..." Karin mengerti apa yang ingin kakaknya sampaikan apalagi saat Kiran mengangguk.

__ADS_1


"kau sengaja menyuruh mereka datang"


"tidak, mereka berdua yang berniat menemuimu"


Karin bangkit dari duduknya, dalam diam dia berjalan keluar menuju kamar 402 yang disewa Erchan. Kiran cuma melihat adiknya menghilang dibalik pintu dengan sedih.


Johan melanjutkan perkerjaan Karin memeriksa data-data yang dikirim Sora. "baby cuma butuh waktu untuk menerima semuanya"


"yang dia tahu bahwa dirinya hanya sebuah benih yang ditaruh dirahim mama tanpa mencari tahu darimana asal muasal benih itu sendiri" Kiran bersandar kebelakang sambil melipat tangannya.


"tiga belas tahun yang lalu secara terang-terangan kakek sama nenek langsung membeberkan semuanya kepada kami, bahwa kami bukan saudara karena itulah kakek tidak bisa membagikan harta keluarga serta asetnya sama litle" jelas Kiran.


"jadi karena itu anda menyuruh saya menyelidiki secara pribadi masalah 23 tahun yang lalu" kata Johan.


"aku hanya mempertemukan dia sama keluarganya saja"


"jangan kawatir baby pasti mengerti biar aku coba bicara padanya nanti"


"kau menghilangkan posisiku disampingnya"


"anda adalah saudara satu-satunya bagi baby posisi itu tak akan pernah tergeser sampai kapanpun"


"terima kasih"


"dukungan keluarga sangat berarti walau cuma seorang saja, seandainya itu tidak ada dalam kehidupan baby bisa dipastikan dia bener-bener seperti monster yang tak bisa dikendalikan mengingat sifatnya yang seperti itu" batin Johan.


Dikamar Karin duduk didekat cendela melihat kearah luar, dia menatap awan diatas entah apa yang dia fikirkan saat ini yang jelas fikirannya mulai kalut akan masalah pelik yang menimpa dirinya.


Dia mendesah kesal lalu berjalan menuju lemari mengambil handuk segera dia kelamar mandi merilexkan fikirannya.


Karin berendam dibhatub dengan air shower yang menyala, dia selalu menyalakan air shower dan memandanginya saat fikirannya pusing juga berendam lama dibhatub.


"aku tak berniat mencari tahu siapa diriku, tapi kenapa kau terus membuka jalan untukku?" batinnya sambil memandangi air yang jatuh bagaikan tetesan air hujan diatasnya.


"kenapa mereka baru muncul sekarang setelah apa yang aku alami selama ini? kamana saja mereka selama ini? Disaat aku membutuhkan seseorang yang mampu memberiku dukungan, menguatkanku dari belakang, memberikan sayapnya disaat kedua sayapku patah semua"


Karin menyandarkan kepalanya dipinggir bhatub sambil terus bergumam. Cukup lama Karin berada diposisi seperti itu hingga membuatnya tertidur.

__ADS_1


"aku mau ketemu kamu segeralah kemari, Erchan!!" lirihnya setelah itu memejamkan matanya.


*****


__ADS_2