
Perumahan elit kosagra Surabaya sebuah rumah berlantai 2 dengan warna coklat yang lebih besar dari yang lainnya tampak mencolok dari sudut manapun. Karin yang sudah tiba bersama Erick langsung melajukan mobil kerumah tersebut.
"kamu tahu banyak tentang pak Toni ya Erchan" kata Karin melihat rumah pak Toni yang megah.
"tidak juga, aku hanya sedikit mencari tahu sebelum kerja sama dulu dan menyimpan alamatnya"
"oh kukira kau punya akal bulus"
"cih diotakmu buruk sekali tentang aku"
"yaaa fikiran orang kan tidak tahu"
"hhmm tapi nolehnya jangan ke aku kelihatan banget gitu ck" kata Erick berdecih tak suka.
Mereka berdua mengebel rumah pak Toni dan disambut dengan hangat oleh pelayan, istri pak Toni cuma tinggal berdua saja dengan anaknya.
"mau cari siapa tuan?" tanya sipelayan.
"maaf apa benar ini rumahnya pak Toni" jawab Erick dengan sopan.
"iya tuan tapi beliau gak ada dirumah tuan cuma nyonya juga aden"
"boleh kami bertemu dengan nyonya" sahut Karin dengan tersenyum.
"silakan duduk tuan-tuan sebentar saya panggilkan nyonya" kata seorang pelayan lalu berjalan kedalam, tak berapa lama istri pak Toni datang menyambut.
"selamat sore nyonya maaf saya datang mengganggu apakah dengan nyonya Ririn istri dari pak Toni" kata Erick dengan sopan sembari mengulurkan tangan menjabat tangan istri pak Toni.
"sore juga, iya saya sendiri gak papa silakan duduk" nyonya Ririn membalas jabatan tangan Erick bergantian.
__ADS_1
"anda siapa dan ada urusan apa? Kalo soal suami saya maaf saya sudah gak mau tahu tentang dia" lanjut nyonya Ririn.
"saya Erick lalu ini temen saya Karin"
"oh"
"apa anda sudah berpisah nyonya" kata Karin.
"kami sudah lama berpisah sejak dua tahun yang lalu, tidak kata apapun dia tak pernah mengunjungi keluarganya sampai sekarang" kata nyonya Ririn dengan wajah yang tak bisa diartikan dengan kata-kata.
"maaf jika pertanyaan saya mengganggu anda nyonya" Erick memperhatikan wajah Karin yang tenang.
"kau pandai berbicara Karin" batin Erick.
"tidak apa-apa"
"saya berniat membeli rumah pak Toni yang berada dijakarta, saya tertarik dengan rumah pak Toni dan ingin..."
"apa nona tidak tahu waktu masih berkerja sama dengan perusahaan X pak Toni sedang membangun rumah katanya untuk hadiah ulang tahun nyonya" sahut Erick menimpali.
"dua tahun lalu dia pergi keJepang bertemu dengan temen lamanya sejak saat itu dia gak balik sampai sekarang tanpa kabar apapun" nyonya Ririn menjelaskan, Erick dan Karin saling melempar pandangan satu sama lain.
"maaf nyonya boleh saya tahu siapa nama temannya itu" tanya Karin yang mulai penasaran.
"mmmm siapa ya aku lupa" nyonya Ririn berusaha mengingat.
"kalo gak salah namanya Ta Ta Tama Tama siapa ya dia seorang profesor kalo gak salah"
"Tama Yamashita berkerja dilaboratorium London Inggris!" perkataan Karin sontak membuat keduanya melongo melihat kearahnya.
__ADS_1
"Karin kau membuatku penasaran" batin Erick lagi tanpa sadar membuatnya terpesona.
"maaf nyonya biar bagaimanapun rumah diJakarta atas nama anda rumah itu pernah dibajak oleh orang dan saya tertarik ingin memilikinya"
"baiklah kalo begitu lagipula saya juga tidak bisa bolak balik kesana karena sedang sakit anak juga cuma satu jadi buat apa punya rumah banyak"
"anda boleh mengunjungi rumah itu jika berkenan, rumahmya sangat istimewa dua burung phoenix kesukaan anda siap menyambut kedatangan anda nyonya, saya mengundang anda" kata Karin dengan tersenyum tanpa memperlihatkan giginya.
"sepertinya kami harus pamit dulu nyonya" Karin berdiri lalu menjabat tangan nyonya Ririn diikuti dengan Erick.
"kalo ada waktu saya akan berkunjung kesana tuan" ucap nyonya Ririn.
"terima kasih nyonya kami permisi dulu selamat sore" segera Karin juga Erick pergi meninggalkan kediaman rumah nyonya Ririn.
"dia masih sangat muda tapi begitu cerdas dan berbeda, sebenarnya siapa dia?" batin nyonya Ririn melihat kearah Karin yang berjalan keluar gerbang.
"Erchan kamu gak capek biar aku yang gantikan nyetirnya" ucap Karin melihat ketangan Erick yang menyetir.
"gak usah lebih baik kamu tidur saja baru keluar dari rumah sakit gitu" balas Erick dengan tersenyum kearah Karin.
"kita tidur dihotel saja besok pagi baru jalan"
"ok, siap bos"
Ditengah perjalanan mereka berdua berhenti disehuah hotel bintang tiga dikota S tapi Erick langsung marah dan kesal saat Karin memesan dua kamar.
"malam kak mau pesen dua kamar ya" ucap Karin dengan tersenyum membuat kedua resepsionis hotel bersemu merah.
"ba, baik tuan" jawab salah satu resepsionisnya.
__ADS_1
"kenapa pesen dua kamar sih" sahut Erick dengan nada tak suka.
*****