THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
GULA JAWA, GULA TEBU


__ADS_3

Dor Dor Dor Semua pada melihat kearah tembakan dimana para pengawal yang berbaris rapi mengangkat senapan Laras panjang menembak keudara, mereka tidak menembak peluru melainkan tembakan mernak mernik kearah dua pasangan yang sedang berpelukan.


Tepuk tangan juga tawa seluruh orang disana begitu menggema diudara melupakan perang yang baru saja terjadi.


"kau menyukainya Erchan" Karin tersenyum sambil tepuk tangan bersorak ria bersama yang lainnya.


"ya sangat menyukainya melihat mereka tertawa tanpa kekawatiran menghilangkan semuanya walau sejenak" balas Erick tersenyum juga kearah Karin.


"kamu ingin menikah diumur berapa?" tanya Erick.


"berapa ya, tapi yang jelas aku masih ingin bersenang-senang dulu" jawab Karin menggoda.


"ck nurutin kesenangan gak pernah ada habisnya sayang" Erick berdecih tak suka sama jawaban yang Karin berikan.


"hahaha"


Karin melihat mereka berdua didepannya lalu tersenyum. "semoga selalu bersama selamanya" batinnya menyatukan kedua tangannya didepan.


Brak.... gebrakan meja yang keras membuat semua disana tak berani melihat kearah sang tuan, mereka semua lebih memilih menunduk melihat kebawah daripada melihat sang tuan yang tersulut api amarah akibat laboratoriumnya dihancurkan berkeping-keping tanpa sisa oleh Aska anak buah Karin.


"usaha juga pengembangan yang kulakukan puluhan tahun hancur begitu saja grrr" kata situan geram.


"seandainya dia mau diajak berkerjasama mungkin tak akan memakan waktu selama sini, kamu kesini" lanjutnya memanggil orang kepercayaannya.


"lakukan sesukamu yang penting beres" kata situan terhadap orang kepercayaannya setelah dekat dengannya.


"baik tuan" balas bawahannya tersenyum menyeringai merencanakan sesuatu diotaknya sambil berlalu pergi.


Sementara itu. Kakek neneknya yang sekarang menginap disalah satu hotel Jakarta berniat pulang ke Paris dengan jeprinya.


Louris enggan untuk kembali ke negaranya dia masih ingin diIndo menemui sang cucu sekali lagi, sayangnya semua cuma tinggal diangan-angan semata karena suaminya tak mengizinkannya.


"aku masih ingin disini" kata Louris lesu tak bersemangat.

__ADS_1


"jika tuhan mengizinkan kita semua akan berkumpul tapi juga sebaliknya, dia hanya perlu waktu saja untuk menerima segalanya" Kata Fay membalas perkataan istrinya.


"iya, kamu benar"


"ayo kita kita harus terbang"


"heem"


Mereka berdua berjalan menuju mobil yang terparkir didepan hotel hendak menuju bandara tempat jepri terparkir.


Seperti biasa Karin duduk didekat cendela tangannya berkutat dengan laptop didepannya juga sebuah buku kecil yang dia temukan.


Dia mengecek laporan dari Surabaya juga hotelnya. Dia menghela nafas sejenak melihat keluar cendela sekilas lalu beralih kebuku kecil yang berada disamping laptopnya.


Mengecek setiap lembar demi lembar sekali lagi berharap ada petunjuk disetiap lembarnya.


"tak ada apa-apa ya, mungkin aku harus mendatangi tempat profesor itu berkerja" batin Karin sambil membalik lembaran terakhir. Dia terpaku melaihat apa yang ada disana sebuah foto pernikahan yang kumuh dan lusuh tidak jelas sama sekali juga Alfabet berinisial F&Y.


Karena tidak menemukan apapun lagi Karin menutup buku juga laptopnya, dia menghela nafas sejenak sebelum beranjak dari tempat duduknya berjalan keluar. Laptop dan buku kecil itu dia tinggalkan begitu saja diatas meja.


Sama dengan Johan Karin tidak pernah menyelidiki siapa Ran Ran sebenarnya tentang asal usulnya atau yang lainnya secara terperinci. Baginya melihat kesetiaan disorot mata juga sikapnya yang posesif sekaligus protektis itu sudah cukup.


Pria bermantel coklat dan selalu mengenakan tudungnya dikepala itu memang sangat misterius, apalagi dia enggan menunjukkan senyumnya selalu berwajah datar.


Dia berjalan mendekat kearah meja tempat laptop dan buku kecil itu berada, entah yang mana yang dia lihat yang pasti pandangannya tak teralihkan dari meja tersebut, tangannya mengepal erat sorot matanya yang sayu kini memancarkan kemarahan yang hanya dia yang tahu.


"Jo bagaimana keadaanmu?" tanya Karin saat berkunjung kekamar Johan. Sebenarnya Johan terluka parah waktu menolong Aska diTimur tengah.


Sebelum jet tempurnya mendarat. Johan yang terluka menelfon Karin dia menceritakan apa yang terjadi dan meminta supaya sebisa mungkin Ersya tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Dan Johan harus mendapatkan perawatan intensif supaya lukanya tidak infeksi.


Awalnya Karin bingung ingin beralasan seperti apa akhirnya muncullah ide untuk melamar Ersya didepan semua termasuk paman dan bibinya, sebelumnya Karin meminta seseorang mengantarkan obat penghilang rasa sakit sementara keJohan agar rencananya tidak berantakan dan alhasil hasilnya sempurna!.


"yah seperti yang kau lihat, terima kasih untuk renacan lamarannya kalo tidak entah alasan apa yang akan kuberikan padanya" jelas Johan melihat langit-langit kamarnya.

__ADS_1


"awalnya aku juga bingung kau tahu ide itu muncul secara mendadak, sekarang mending ikut aku kau tidak mungkin berada disini terus lama-lama Ersya bakal tahu juga"


"mm mau kemana?" tanya Johan.


"lukamu itu harus mendapat perawatan lebih lanjut, jika melakukan rawat jalan sembuhnya akan lama nanti aku akan mencari alasan lain untuk Ersya" jawab Karin.


"baiklah aku nurut saja" Johan bangun dari tidurnya dibantu Karin mereka berdua menuju kamar mandi, Karin menunggu Johan berganti pakaian sambil berkutat dengan hpnya.


Setelah semuanya beres mereka keluar menuju hotel milik Karin sendiri, disana Nana yang sebelumnya mendapat telfon tentang kondisi Johan sudah mempersiapkan segalanya, satu kamar disulap menjadi tempat perawatan Johan tentu saja semua fasilitas yang lengkap itu diterbangkan langsung dari Jepang karena Johan tidak mau siapapun tahu tentang hal ini.


Karin yang mengerti menuruti semua keinginan Johan, dia sendiri yang memeriksa Johan mengecek kembali obat-obatan yang masuk kebadan Johan sampai dia sembuh nantinya.


"terima kasih" kata Johan.


"untuk apa kau berterima kasih ini sudah tugasku memastikan dirimu selamat, daripada begitu mending pikirkan Ersya saja bayangkan hal-hal yang menyenangkan bersamanya"


"kamu pikir aku remaja belasan tahun yang baru jatuh cinta apa"


"siapa tahu bukannya ini pertama kalinya kamu jatuh ketangan wanita ya"


"kamu yang lebih pantas memikirkannya daripada aku yang sudah tua"


"hahahaha perjalanan cinta yang menarik, para Mafia yang sedang jatuh cinta, billar sepertinya tertarik sama Lina hampir setiap hari dia mengganggunya, sementara Felix hm semoga dia membuka hatinya untuk Fani"


"sikap kasar yang dia tunjukan sepertinya bukan sikap supaya hubungan kalian yang aman melainkan sikap kesal karena terbakar api cemburu"


"kalo bagitu wanita indo memang manis kaya gula Jawa ya buktinya anak buahku pada lengket sama mereka hahahaha"


"bukan hanya wanitanya tapi laki-lakinya juga manis kaya gula tebu buktinya sebelahku ini nyangkut sama salah satunya" ejek Johan sama Karin membetulkan selang infus tangan Johan.


"ckckck gula jawa vs gula tebu"


*****

__ADS_1


Terima kasih sudah memberi like, vote, juga komennya dukungan anda sangat berarti bagi author 🤗🥰😘


__ADS_2