
Pintu mobil sedan warna hitam metalik mulai terbuka terlihat seorang pria memakai jas kantor keluar, pria berperawakan asia timur itu sangat tampan saat kaca mata bertengger diatas hidungnya.
Dia berjalan cepat mendekati mobil milik Karin yang ditumpangi kakaknya lalu mengetuk kaca cendela bagian belakang.
Tok tok tok
Kaca mobil mulai diketuk tanpa ragu Kiran membukannya setengah, tanpa permisi juga pria itu memasukkan tangannya membuka kunci pintu hingga bisa dibuka. Kiran sendiri cuma tertengun melihat kecepatan tangan pria itu.
Lalu dengan segera pria itu membuka pintunya. "cklek"
"maaf Bi ikut aku bentar ya" kata pria itu yang tak lain adalah Erick Adiputra. yang sedang bingung menghadapi desakan bundanya.
Kiran diam juga tak beranjak sedikitpun dari posisinya.
"tuan mau dibawa kemana?" sahut Sota.
"penting gak bisa jelasin disini" jawabnya setelah itu melihat Kiran lagi.
"nanti kujelasin dimobil sekarang ikut dulu, please kali ini saja ya" ucapnya memohon.
Kiran turun tanpa suara juga muka datarnya yang tanpa expresi dia berjalan menuju mobil Erick lalu duduk dibagian belakang.
"kenapa dia duduk dibelakang biasanya langsung duduk didepan tanpa disuruh" batin Erick.
Karena tak mau berfikiran yang macem-macem dia menghidupkan mobilnya lalu melaju dengan kecepatan sedang. Sedangkan Sota mengikuti dari belakang dan waspada.
"kau mau membawaku kemana?" tanya Kiran mulai membuka suara. dia menggerakan tangannya menuju saku mantel mengambil hpnya yang ditaruh disana, dengan cepat jari telunjuknya sudah menari diatas hp.
"maaf ya Bi aku membawamu keJoga nememin aku ketemu sama orang tuaku" jelas Erick. Kiran tak menjawab dia sibuk dengan hpnya kali ini.
__ADS_1
"kenapa dia aneh sekali ya, memasang muka datar juga dingin gak banyak bicara sama sekali padahal biasanya langsung yerocos sepanjang perjalanan" batin Erick sambil melirik kearah belakang lewat kaca spion yang berada diatasnya.
"sepertinya litle belum memperkenalkan aku sama dia ya" batin Kiran.
"apa kamu gak apa-apa Bi?" tanya Erick sambil melirik kebelakang melalui kaca spion diatasnya.
"iya" jawab Kiran pendek dan singkat.
Dirumah pribadi milik Karin yang terletak disebuah pulau kecil dia sedang berkelahi dengan pria berbadan besar juga kekar. Pertarungan sengit bak samurai tanpa senjata itu membuat orang melongo saat melihatnya, kecepatan meringankan tubuh yang dimiliki keduanya begitu tak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Dengan cepat Karin menghentakkan kakinya lalu menghilang, tanpa tahu darimana terlihat belati sudah terbang mengarah kepria berbadan besar itu, Sorot mata yang tajam seperti elang melirik kesamping dengan cepat pula dia ikut menghilang dan sudah berada dibelakang Karin.
"kekuatanmu menurun ya beby" ucapnya lalu meraih badan Karin hendak dibanting.
Dia lalu tersenyum tipis kearahnya. "benarkah!!" jawabnya dan meraih tangan yang hendak menyentuh badannya kini giliran dia yang menguasai lalu segera membanting tubuh besar itu secepatnya.
"fiuh sebenarnya aku nggan melakukan ini buang-buang waktu saja" kata Karin sambil mengusap keringat yang mengalir kepelipisnya.
"tapi kalo gak begini yawamu bisa melayang By" balas pria itu yang tak lain adalah Johan.
"percuma aku bayar kalian semua sudahlah ayo pulang males aku ditempat seperti ini" Karin berjalan dengan cepat meninggalkan semuanya.
Dia mengetuk layar hpnya dua kali hingga membuatnya menyala, ada banyak pesan whatshap disana segera dibuka semua pesan itu, terpampang begitu jelas pesan sang kakak berada diatas saat ini, tak sabar Karin langsung menggerakan jarinya menyentuh pesan milik sang kakak terlebih dulu.
"kutunggu kamu diJogja litle😇" melihat pesan itu matanya langsung mendelik juga terpengarah.
"ngapain dia keJogja" batin Karin menatap pesan sang kakak.
Johan yang melihat Karin hanya bengong saja lalu buka suara sambil berjalan mendekat.
__ADS_1
"ada apa?" tanyanya pendek.
"kita keJogja sekarang Jo, ajak Ersya sekalian biar seneng dia tokonya biar karyawannya yang hendel kamu sudah menepatkan seseorang dibagian marketing kan disana"
"sudah jangan kawatir"
"ok kita berangkat sekarang"
Kiran dan Erick tiba diJogja malam hari terlihat Kiran sudah tertidur lelap dibelakang mobil, Erick langsung memasukkan mobil dihalaman rumah yang begitu luas juga megah, tanaman berbagai jenis bunga terpampang disana.
Terlihat rumah yang begitu luas dengan empat tiang sabagai penyanggangnya. Rumah itu juga terlihat tinggi karena terlihat gundukkan ditengah atau disebut tajug sehingga membutuhkan tiang ditengahnya. Terdapat ukiran-ukiran unik dari mulai atas sampai bawah rumah ini disebut rumah joglo atau bangsal kencono.
"Bi bangun sudah sampai" ucap Erick membangunkan. Kiran masih tak bangun membuat Erick harus mengulanginya sekali lagi.
"Bi bangun sudah sampai, Chibi" ucapnya lagi sedikit keras sambil menepuk paha Kiran.
"nnggg" gumam Kiran lalu berlahan membuka matanya.
"sudah sampai turun yuk" Erick langsung turun membukakan pintu belakang.
"ini dimana? Lalu rumah aneh apa ini?" tanya Kiran dengan heran juga tak hentinya memandangi rumah besar nan luas didepannya.
"ini namanya rumah Bangsal Kencono kraton bentuknya mirip sama rumah joglo merupakan salah satu rumah adat Jogja.
Bedanya rumah adat Jogja ini ada tambahan sedikit arsitektur khas dari Cina, Portugis dan Belanda, tapi secara keseluruhan tetap dapat kita lihat sebagai rumah dengan ciri khas dari Jawa. Ciri khas terlihat jelas adalah dari bagian atas, dinding rumah dan juga tiang yang ada dibangunan rumah.
Atas dari Rumah Bangsal Kencono memiliki desain yang mirip dengan rumah jawa, untuk bangunannya dan pondasinya tinggi sehingga bagunan harus ditopang dengan 4 buah tiang di bagian tengahnya, tiang ini sering disebut dengan istilah Soko Guru" tutur Erick menjelaskan panjang kali lebar sama Kiran.
*****
__ADS_1