THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
INGIN BERTEMU MAMA


__ADS_3

(22 tahun yang lalu tepat kelahiran Karin disebuah rumah sakit di Surabaya).


Saat itu pak Sanjaya sedang bertugas mengamankan para TKI ilegal yang dipulangkan ke Indonesia. Disana dia melihat seorang wanita Jepang yang sedang hamil tua merintih kesakitan.


Karena bingung dan takut pak Sanjaya mengantarkan wanita Jepang itu kerumah sakit supaya diperiksa lebih lanjut.


Disebuah rumah sakit di Surabaya wanita Jepang itu akhirnya melahirkan disana dengan selamat dan bayinya juga sehat tapi sayangnya wanita itu harus pergi menghadap sang pencipta.


"tuan aku tidak mengenalmu tapi kau mau menolongku sampai seperti ini, aku ingin minta bantuanmu untuk yang terakhir kalinya" kata wanita Jepang itu.


"baiklah anda mau minta bantuan apa sama saya" balas pak Sanjaya.


"tolong jagalah anak saya sampai dia bertemu sama keluarganya" ucapnya lalu mengambil sebuah amplop putih yang dia sembunyikan dibawah bantal.


"kelak kalo dia sudah besar tolong berikan ini padanya" katanya lagi sambil memberikan amplop yang disembunyikan tadi.


"hanya inikah yang anda inginkan?" kata pak Sanjaya sambil meraih amplop yang diberikan.


"iya, akan kuberi dia nama ARANDITA karena nama ini pemberian mamanya dan nama ini keluarganya akan mudah mencarinya nanti, terima kasih sebelumnya kuserahkan dia sama tuan"


Pak Sanjaya yang tak mengerti perkataan wanita itu hanya diam menyatukan kedua alisnya. Karena kasihan dia mau membantu Wanita itu untuk menjaga anaknya sampai bertemu dengan keluarganya, tanpa disadari keluarganya akan pecah akibat bayi itu. Tanpa dia sadari sang istri akan mengecap bayi itu anak haram hasil dari selingkuhan dirinya sendiri.


Pak Sanjaya menyimpan surat itu dengan baik, tadinya dia ingin memberikan surat itu sama Reino papa Karin tapi dia kelupaan saat Reino datang menjemput Karin dipanti.


Kini surat itu sudah berada ditangan Karin dan membuatnya terkejut bukan main karena surat itu kosong tanpa noda sedikitpun.


"kosong tanpa tulisan, apa papa membohongiku" batinnya tak percaya.


Padahal Karin sudah menunggu sekaligus penasaran kata-kata apa yang tertulis didalam surat itu.


Dia membolak-balikan surat itu sambil mendesah kecewa dengan apa yang dia pegang saat ini.


Lalu dengan malasnya dia berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan badannya disana.


Karin melihat langit-langit kamarnya. "mama apa kau tahu aku sangat ingin bertemu denganmu dan melihat wajahmu, sangat ingin mendengar kata-katamu walau sekecil apapun, apa mama tahu sejak dulu aku sangat kesepian aku pingin kaya temen-temen setiap hari bersama mama antar jemput setiap hari saat kesekolah, memasak untuk anaknya, menjadi teman curhat saat ada masalah, tertawa dan bercanda apa mama tahu aku sangat mendambakan itu semua, sungguh amat sangat mama" celotehnya seorang diri dikamar lalu berlahan memejamkan matanya berharap hari esok akan lebih baik daripada hari ini.


Erick menuruti ucapan romonya dia akan intropeksi diri mencari harta karun milik Karin. hal yang membuat Erick senang sang Romo tidak menyita hpnya sehingga dia masih bisa menghubungi Karin kekasihnya juga tanpa pengawalan ketat seperti waktu itu.


Dia bingung dan galau karena WAnya tidak dibalas sama kekasihnya, pesan WhatsApp nya tidak kunjung dibalas lalu dia menelfon Felix sang supir.

__ADS_1


"apa bos?" tanya Felix dari seberang.


"temani aku dirumah sakit sekarang" jawab Erick.


"hah apa aku gak salah dengar kau pikir aku kekasihmu apa" ketusnya.


"woi aku juga gak sudi sama kamu, cepat kesini sekarang ngerti gak lo" kesal Erick.


Walau bicara seperti itu Felix tetap pergi menemui Erick dirumah sakit walau dengan mulut ngedumel kaya cewek.


Cklek....


Felix langsung membuka pintu begitu saja tanpa mengetuknya, dia marah sama Erick karena sudah mengganggu kesenangannya.


"bos ada apa kau menyuruhku kemari cepat katakan" teriaknya sama Erick bosnya.


"apa seperti itu cara bicaramu sama majikan" kesal Erick.


"biyuh tak Sudi aku menganggapmu majikanku"


"apa katamu ngajak berantem hah" Erick berkata sambil melipat baju lengannya.


"mas mas tolong jangan berantem didepan orang sakit" celetuk seorang suster saat mengetahuinya.


"dia yang mulai duluan sus" jawab keduanya dengan saling menunjuk masing-masing. Si suster hanya mendengus kesal melihat keduanya kaya anak kecil lalu berjalan pergi.


fuuuh... keduanya kompak membuang nafas bersamaan.


"katakan kenapa kau menyuruhku kemari bos?" tanya Felix sama Erick disampingnya.


"aku cuma mau minta bantuanmu untuk mencari harta Karun milik Chibi"


"Buh hahahahahahahahaha huahahahahahaha" Mendengar hal itu Felix langsung tertawa menggelegar memenuhi ruangan.


Erick langsung memandang tak suka kearahnya. "ingin sekali aku menghajarnya sampai puas" batinnya kesal.


"cih kenapa aku harus dihadapkan sama manusia goblok sepertimu sih?" ejek Felix membuat Erick menyipitkan matanya tak suka untuk kesekian kalinya.


"bisa bantu apa tidak sih" pekiknya.

__ADS_1


"kalo kau masih ingat sama ucapanku dirumah Fani itu adalah kunci utama harta karunnya, pake sedikit tuh otak jangan ditaruh didengkul, nah sekarang aku mau melanjutkan kesenanganku yang tertunda bay" Felix berjalan pergi setelah mengangkat tangannya kearah Erick.


"haaaaah aku harus minta bantuan siapa lagi, kalopun minta bantuan Johan juga tidak mungkin haaah" katanya sambil menghela nafas panjang.


"sepertinya apa yang dikatakan Felix ada benarnya juga, aku harus mengulas kembali kata-kata yang diucapkan Chibi dan menyaringnya" katanya lagi sambil duduk disamping bundanya lalu menaruh dahinya diatas tangan yang disatukan.


Sementara ditempat lain disebuah rumah kosong yang sudah reyot. Dua orang pria yang sudah menyebarkan gosip melalui warnet yang berbeda berhasil diamankan dan diinterogasi.


Mereka berdua terlihat babak belur akibat dihajar sama anak buah Felix sendiri dan akhirnya mengaku karena tak kuat lagi dihajar.


"ampun ampun baiklah akan aku katakan" kata salah satu pria itu.


"cih kenapa tidak dari tadi mengatakannya mengotori tanganku saja" balas anak buah Felix.


Anak buah Felix mengambil hp dan menelfon tuannya lalu dihadapkan sama salah satu pria itu setelah terhubung.


"katakan!!" katanya tegas dan menyeramkan.


"i, iya kami berdua disuruh sama nona Fani" balas pria itu dan didengar jelas oleh Felix sang tuan.


"sudah kuduga ini semua ulahmu, dasar cewek belut licinnya minta ampun" batin Felix sambil menyetir.


"apa ada lagi?" tanyanya.


"ti, tidak ada kami berdua cuma disuruh menyebarkan gosip disosmed saja tidak lebih" jawabnya.


"ok kalo kalian berdua berbohong kalian akan mendapatkan lebih dari ini, hei kalian bawa mereka kerumah sakit sekarang" titah Felix sama anak buahnya.


"siap tuan" jawab mereka kompak lalu segera membawa dua pria itu menuju rumah sakit terdekat guna melakukan pengobatan.


SiFelix yang mendapat info dari mereka mengendarai mobilnya menuju rumah Fani mencarinya.


Tepat didepan rumah Fani dia berhenti lalu mengambil hpnya, jari panjangnya yang lentik dia gerakkan diatas layar hp mencari sebuah huruf besar berinisial F disana dan segera menekannya melakukan panggilan.


"hallo" jawab Fani yang kebetulan berada dikamar sedang berbaring santai di kasurnya.


"turun sekarang juga aku tunggu dibawah!" ucapannya tegas dan datar karena marah dan geram lalu mematikan hpnya begitu saja tanpa menunggu balasan dari Fani sendiri.


*****

__ADS_1


Dukung author dengan like dan komen🥰😘


__ADS_2