
"disurabaya siapa yang jaga" tanya Karin dengan datar yang ditunjukan pada Anton.
"anak saya tuan" jawab Anton
"lalu mereka siapa? Kenapa masih disini?" tanya Karin lagi saat melihat beberapa orang yang berdiri tak jauh dari anak buahnya.
"mereka semua pelayan rumah ini" belum sempat Anton menjawab Erick sudah menjawabnya lebih dulu.
"sepertinya kau tahu banyak tentang rumah ini ya"
"panjang ceritanya nanti saja aku cerita"
"mulai sekarang rumah ini kuambil alih, Anton kembalikan rumah ini seperti semula sebelum balik keSurabaya lakukan secepat mungkin kita akan kedatangan tamu" ucap Karin dengan tegas datar juga dingin membuat semua orang menunduk takut kecuali Erick.
"baik tuan" jawab Anton yang sudah tahu maksud bosnya.
Mereka semua langsung bubar setelah Karin tidak berkata lagi, bekas pelayan rumah pak Toni dibawa kerumah sakit karena mereka mendapat siksaan hingga mengalami patah tulang. Kini hanya terlihat tujuh orang yang dibawa Anton saja yang berkerja membersihkan rumah besar itu.
BRUK
Tiba-tiba saja karin jatuh tepat dibelakang Erick hingga membuat terkejut.
"tuan Karin anda kenapa?" teriak Nana yang kawatir
"cepat bawa kerumah sakit milik tuan Evan" Erick langsung menggendong Karin dan melajukan mobilnya dengan ngebut.
__ADS_1
Video yang diputar Ken dari jauh berhenti saat Erick memeluk Karin, video itu akan terhapus secara otomatis hingga tak bisa disimpan lagi, itu sengaja dilakukan supaya mereka tidak mencurinya dan membahayakan yawa Karin.
"siapa pria itu? kau cari tahu tentang dia" ucap orang itu dengan bahasa jepang yang fasih setelah selesai menonton video, dan berkutat kembali dengan perkerjaannya.
"baik tuan" jawab Sota dengan membungkukkan badannya.
"sepertinya kau sudah menemukan orang yang tepat yang litle" batin orang itu tersenyum kecil disudut bibirnya.
Setengah jam berlalu data yang diinginkannya sudah ada ditangan, setelah melihat dia langsung menyunggingkan senyum disudut bibirnya.
"hhhmmm namanya Erick Adiputra ya, sekretarisnya pak Evan yang sekarang berkerja sama dengan kita, dia lahir dikeluarga ningrat diJogja ternyata pantes gaya bicaranya berbeda sekali, menarik sekali" ucapnya lirih tersenyum kecil
"sudah kau siapkan apa yang kuminta"
"sudah tuan"
Rumah sakit milik Evan Karin yang sudah diberi perawatan sedang beristirahat dengan tenang.
"apa dia gak apa-apa" tanya Erick pada Nana yang berdiri disamping Karin.
"gak apa-apa cuma kecapekan saja selain itu juga belum makan sejak dua hari yang lalu"
"apa! tidak makan sejak dua hari yang lalu" teriak Erick.
"sepertinya tuan disekap tanpa diberi makan, sebaiknya anda pergi keperusahaan tuan Erick biar saya saja yang menjaga tuan"
__ADS_1
"begitu, baiklah aku pergi dulu kalo gitu"
"trima kasih sudah membantu tuan Erick"
"ya" lalu Erick berjalan keluar menuju keperusahaan.
Karin yang tertidur karena obat bermimpi sedang berada disebuah hamparan tanaman bunga yang luas berjalan menyusuri bunga-bunga itu sambil tersenyum.
Langkah kakinya berhenti saat melihat seorang cewek jepang berdiri tak jauh darinya, cewek yang sangat dia kenal sejak dulu Karin langsung tersenyum saat tahu itu adalah sahabatnya.
Karin berlari memeluk erat cewek jepang yang dia temui sambil menangis karena tak menyangka akan bertemu kembali seperti ini.
"Yoko kamu kelihatan baik-baik saja, kamu gak apa-apa?" ucap Karin sambil menangis.
"aku baik-baik saja disini kamu gak usah kawatir, terima kasih sudah menjadi sahabatku aku senang sekali bisa menjadi sahabatmu" kata Yoko dengan tersenyum.
"kau bicara apa tentu saja aku juga senang, aku sangat kangen sekali denganmu aku ingin bersamamu bermain bareng lagi seperti dulu"
"gak bisa kau harus balik ada yang menunggumu, kamu jangan membencinya lagi aku sudah gak apa-apa, aku sangat mencintainya, aku sudah memaafkannya ko mungkin ini sudah jalanku untuk pulang jangan kawatir aku selalu disini dihatimu selalu mendukungmu, sekarang kembalilah aku akan selalu melihatmu, maafkanlah dia!"
"cepat sekali padahal aku masih ingin bersamamu" wajah Karin menunjukan raut kecewa.
"jangan begitu, lihat itu sudah ada yang menggandengmu sudah sana pulang dadah Karin sahabat terbaikku" Yoko melabaikan tangannya dengan gembira dan senyumnya yang lebar.
Karin membuka matanya secara berlahan dia melihat langit-langit kamar rumah sakit, dirasakan seseorang sudah menggenggam tangannya, seorang pria yang sedang tidur diatas tangannya sendiri yang menggegam tangan Karin.
__ADS_1
*****