
Selesai makan mereka berdua pindah keruang keluarga, tetap ngobrol pada inti permasalahan.
"apa kau tidak minta bantuanku?" tanya Karin sama kakaknya.
"ya nanti kalo gak bisa baru aku akan minta bantuanmu, bukannya tadi ada yang ingin kau bicarakan, apa itu?"
"oh itu masalah kejadian yang ada disekitarku, sebelumnya kau sudah tahu semuanya bukan dan sengaja mengajak kerjasama perusahaan X milik tuan Evan. Kau tahu Vivi anak pak Sanjaya orang yang telah menolongku dulu, pertemuanku sama Jun juga Rain aku tidak tahu apa rencanamu tapi aku yakin kau dalang dibalik semuanya"
Kiran hanya tersenyum mendengar perkataan adiknya lalu mencubit hidung adiknya dengan keras.
"wah adikku memang pintar menebak tapi sayang awalnya saja yang benar"
"aduh sakit beb, kalo gitu jelaskan padaku pasti ada sesuatu dibalik semuanya" ucapnya sambil memegangi hidungnya.
"kalo aku mengatakannya otakmu yang cerdas ini jadi gak berguna dong" kata Kiran sambil menyentuh dahi adiknya dangan jari telunjuk.
"haiis terserah kau sajalah aku bisa mencari tahu cepat atau lambat"
"bagus kalo begitu"
"percuma aku bertanya sama kamu dasar buang-buang waktu saja pergi sono kenegaramu"
"kau mengusirku ya ampun litle sakitnya tuh disini" goda Kiran sedangkan adiknya cuma berdecih tak suka.
"kakak bergerak karena kau hanya diam saja tak menunjukan apapun padahal kamu berkali-kali kesini"
"itu karena aku memang tak berniat mencari tahu semuanya, aku tahu ko aku ini hanya benih titipan yang ditaruh dirahim mama. Tapi kalian bertiga sudah mau menerimaku, merawat sampai sebesar ini itu semua lebih dari cukup beb aku tidak mau mengharapkan lebih apalagi mencari sebuah kenyataan"
"tapi kan kamu harus tahu bagaimana kamu sampai kedampar di Indo, padahal mama asli orang Jepang lalu orang yang menaruhmu dirahim mama juga berada diJepang juga, masa kamu bisa terbang sampai ke Indo kakak kan cuma mempertemukan kamu sama penolongmu saja apa salahnya hayo"
"aduuuh sakitnya tuh disini beneran, lalu setelah ini apalagi"
__ADS_1
"ya kamu sendiri yang bergerak kakak kan cuma membuka gerbang saja, selebihnya itu urusan kamu ok"
"cih menyebalkan sekali kau salalu merusak kesenanganku" Karin berdecih tak suka.
"jangan-jangan kau ingin membuangku ya" ucapnya lagi.
Kiran memeluk adiknya dengan erat. "terlambat bodoh kalo mau buang sekarang, apapun dan bagaimanapun kau tetap adikku, saudaraku satu-satunya ingat itu" ucapnya dengan tetap memeluk adiknya.
"aku semakin yakin kalo kamu menyembunyikan sesuatu dariku"
Kiran hanya tersenyum mendengar celotehan adiknya. Karin mengubah posisi berbaring menjadikan paha kakaknya sebagai bantal saat ini.
"sekarang tidurlah besok kerja jangan sampai terlambat"
"harusnya kata-kata itu aku yang ucapkan bukan kamu beb" kesalnya. "kamu jadi pulang besok atau kapan?" tanya Karin.
"mungkin besok kalo gak ada halangan, gosok gigi dulu litle"
"kau ingin jadi mak mak ompong"
"berisik!!!"
Jet pribadi milik Kiran terlanjur mendarat dirumah sakit milik Evan jadi mau tidak mau Sota juga Kiran harus mengendarai mobil kesana lagi.
Kiran mengangkat adiknya seperti anak kecil dihadapan pak Aldo, Johan dan Sota, Karin yang tak suka hanya cemberut tapi tak menolak.
"kau selalu mengangkatku seperti ini apa gak bosan apa" ucapnya dengan kesal.
"salah sendiri punya badan tiap hari makin kurus begini" balas kakaknya.
"itu karena kau selalu makan hati cepat pergi sana"
__ADS_1
"ok ok aku pergi jaga baik-baik daerah kekuasaanmu ini"
"jangan kawatir aku bahkan sudah membajak sebuah club malam hahaha" katanya dengan bangga.
Mendengar kata-kata adiknya Kiran langsung diam seribu bahasa lalu mendesah kesal, bagaimana tidak baru beberapa bulan tinggal diIndo dia sudah membajak beberapa tempat.
Memang diakui kalo adiknya ini selain pintar tapi juga BONEK, dia akan mencari tempat bermasalah lalu membuat masalah dengannya hingga tempat itu jatuh ketangannya, tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli sebuah tempat baru. Tempat-tempat itu nantinya akan dijadikan untuk berteduh buat mereka yang tidak punya tempat tinggal.
Bahkan markas pusat juga gedung MIG dulunya juga hasil bajakan yang dilakukan Karin bersama pengikut setianya. Dia sampai mendapat sebutan sebagai Anjing gila dari musuhnya sendiri. Sebutan itu langsung keluar begitu saja waktu karin bertarung sendirian melawan puluhan orang saat mempertahankan gedung MIG.
Pemilik gedung ingin mengambil kembali gedung MIG, dan karena itu dia memasukan mata-mata kedalam gedung mencari kelemahannya alhasil mafia group hampir hancur, pengikut kesayangan Karin juga ikut terkurung disebuah ruang bawah tanah. Untung saja cyber besar dipusat utama buatan mereka bertiga tidak sampai kebobolan berkat itu Karin juga Kiran mampu mengembalikan keadaan.
Setelah berhasil membebaskan pengikutnya Karin dibantu sang kakak harus memulai dari nol lagi soal mafia group dan melebarkan sayapnya hingga mendunia bahkan sampai kepasar gelap atau penguasa dunia gelap.
"hati-hatilah dan latih tuh badanmu" kata Kiran setelah memandangi adiknya begitu lekat.
"iya aku akan melatihnya" balasnya sambil tersenyum.
"ya sudah pergi dulu litle sampai ketemu lagi" Kiran melambaikan tangannya.
Sota sang supir mulai menghidupkan mobil suport miliknya dan bersiap ketempat JEPRI berada, mobil itu mulai berjalan meninggakan gerbang.
Ditengah jalan mobil suport yang ditumpangi Kiran tiba-tiba dihadang oleh sebuah mobil sedan hitam metalik. Mobil itu berhenti tepat didepan mobil suport membuat Sota sang sekertaris harus mengerem mendadak.
"ada mobil yang menghentikan kita" ucap Sota. Kiran tak menjawab ucapan Sota pandangannya lurus kedepan memperhatikan mobil sedan itu.
Pintu mobil sedan terbuka seseorang keluar dari dalamnya lalu berjalan cepat mendekati mobil suport yang ditumpangi Kiran.
"dia!! Mau apa dia?" batin Kiran saat mengetahui siapa yang keluar dari dalam mobil sedan itu.
*****
__ADS_1