THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
PANGGILAN PAPA


__ADS_3

"he em nih mereka berdua lagi rewel pengen bobok disini, oh iya kenalin dulu papa aku namanya Sanjaya"


DEG!!!


Karin memperhatikan pak Sanjaya yang ada dihadapannya, begitu pula dengan pak Sanjaya sendiri dia memperhatikan Karin begitu lekat.


Tiba-tiba dia teringat waktu dulu bayi itu dibawa seorang pria Jepang seumuran dirinya saat hendak memasuki heli pribadinya.


"apakah saya masih bisa bertemu dengan anak ini tuan" ucapnya saat itu.


"dia beruntung bertemu dengan anda tuan jadi jangan kawatir nama anda akan melekat dibelakangnya" balas orang itu sambil tersenyum. Walau begitu pak sanjaya masih tetap sedih.


Dia yang menyadarinya hanya tersenyum. "tuan suatu hari nanti jika anda ketemu sama dia, anda tanya saja nama saya atau siapa pemilik KNK group yang baru ingat ya tuan, saya pamit dulu dan terima kasih sudah mau merawat anak ini dengan baik"


"kenapa saya harus bilang begitu tuan?"


"itu karena...." setelah itu pria Jepang itu menaiki heli pribadi dengan tenang menuju negri sakura.


Pak Sanjaya masih terhanyut dalam lamunannya menatap wajah Karin begitu lekat.


"papa ko malah ngelamun sih" teriak Vivi mengagetkan pak Sanjaya.


"oh maaf maaf papa teringat taman papa dia mirip sekali dengan temenmu ini nak, jadi mikir mungkin dia anaknya ya" balas pak Sanjaya berbohong dengan tersenyum.


"wah saya terharu mendengarnya, jarang-jarang lho ada seorang temen mengingat temennya sendiri perkenalkan nama saya Karin Arandita Sanjaya" Karin mengulurkan tangannya menjabat tangan pak Sanjaya.


"sepertinya aku harus memastikannya" batin pak Sanjaya.


Pak Sanjaya menjabat tangan Karin "kudengar dari anak saya anda pemilik KNK group yang berkerja sama dengan perusahaan anak menantu saya, gak nyangka ya ternyata orangnya masih muda begini" Vivi yang mendengar perkataan ayahnya terkejut, karena selama ini dirinya tak pernah mengatakan apapun soal perusahaan. Evan hanya memandang Vivi dalam diam lalu bergantian memandang Karin dan papanya.

__ADS_1


"anda bisa saja tapi sayangnya saya bukan pemiliknya melainkan kakak saya"


"kakak!!"


"iya kak Aoi" Karin menyebut nama depan kakaknya membuat pak sanjaya menarik sudut bibirnya.


Pak Sanjaya tiba-tiba mendekatkan wajahnya kearah Karin membuatnya terkejut.


"Aoi Kiran Nishikawa pemilik KNK group yang baru" ucapan pak sanjaya sontak membuat Karin membisu.


"ternyata kau bayi itu ya nak, aku sangat senang sekali bertemu denganmu saat ini, Vivi gak salah ngomong ternyata" batin pak Sanjaya menahan air bening yang hendak keluar dipelupuk matanya.


"ko pa..." belum sempat Karin bicara pak Sanjaya sudah mebawanya agak menjauh dari mereka semua. Hingga membuat mereka semua penuh dengan tanda tanya dikepala.


"sebentar ya nak aku ingin bertanya lagi tapi sepertinya ini sangat kamu tutupi" kata pak Sanjaya sambil berjalan menjauh.


"boleh sih memang mau tanya apa?" tanya Karin sedikit terkejut. mereka berdua berhenti sejenak lalu melihat kebelakang setelah itu berjalan lagi mencari tempat duduk dikursi tunggu pasien deket tembok nan sepi.


"iya paman aku cewek, ada alasan tersendiri kenapa aku berpakaian seperti ini"


"alkhamdulilah aku gak salah orang nak"


"maksudnya paman??" tanya Karin sama pak Sanjaya.


"sebenarnya aku ragu juga mau bertanya tapi paman hanya ingin memastikan saja tolong jawab dengan jujur ya nak" Karin hanya memgangguk saja mendengarnya.


"paman ingin tanya siapa nama ayahmu itu saja"


"oh itu ya, nama papa Reyno Nishikawa paman, tapi sudah meninggal waktu aku masih kecil"

__ADS_1


Pak Sanjaya langsung menangis sesengukan didepan Karin membuatnya terheran dan memandangnya dengan sedih.


Dan tiba-tiba pak Sanjaya memeluk Karin begitu erat melepas kerinduan yang selama ini dia pendam dengan berlinang air mata yang tak bisa dibendung lagi.


"paman!!"


"jangan panggil paman nak panggil papa atau ayah saja terserah kamu, karena kamu sudah jadi anak angkat papa sejak dua puluh dua tahun yang lalu" kata pak Sanjaya yang masih memeluk Karin.


"ma, maksudnya apa paman" ucap Karin terkejut.


"akhirnya kita bisa bertemu lagi nak papa sangat kanget sekali denganmu, bayi mungil itu kini sudah dewasa ya, maafin papa ya nak maafin papa gara-gara papa kamu sempat berada dipanti asuhan karena istri papa tidak mau kamu berada dirumah maafin papa ya" pak Sanjaya berkata sambil menangis membuat hati Karin bergetar dan teriris.


"papa tadi sedikit berbohong sama kamu karena ingin memastikan saja apakah kamu bayi yang dibawa Rey apa bukan. Kamu boleh marah sama papa tapi jangan sama istri papa ya nak dia hanya salah paham saja"


Karin yang sedari tadi hanya diam saja mendengar celotehan pak Sanjaya akhirnya buka suara.


"bisakah diceritakan paman dari awal kenapa saya bisa dibawa papa"


"iya akan aku ceritakan, Vivi dia begitu ingin sekali ketemu denganmu kalo tahu kamu adalah bayi itu dia pasti sangat senang sekali, waktu dipanti dia tidak mau diajak pulang dan ingin tetep disana menemanimu"


Pak Sanjaya menarik nafas dalam-dalam dan mulai bercerita.


"waktu itu papa sedang bertugas mengamankan para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ilegal dari Jepang yang dipulangkan keIndo diPelabuhan Tanjung Perak Surabaya, waktu itu papa melihat ada seorang wanita Jepang yang sedang hamil dan pendarahan hebat. Karena tidak ada waktu lagi papa segera melarikannya kerumah sakit terdekat, tak berapa lama dia melahirkan bayi permpuan yang cantik juga imut" pak Sanjaya bercerita sambil mencubit hidung Karin membuatnya meringis kesakitan.


"aduh sakit paman" Karin mengaduh sambil memegangi hidungnya.


"panggil papa atau ayah!!!"


"iya deh PAPA, sekarang lanjutin ceritanya lagi"

__ADS_1


*****


__ADS_2