THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KEGAGALAN FANI


__ADS_3

Plak....


Fani sedikit menjauh menyilangkan kedua tangannya menutupi dada. Felix sendiri mengelus pipinya yang merah.


"sakit mbak yu tampan gini ditompelin" gerutu Felix mengelus pipinya.


Fani memperhatikan wajah Felix dengan seksama. "kamu supirnya mas Erick ngapain kamu disini?" katanya tetap pada posisinya.


"enak saja sopir gak terima aku dibilang sopir"


"trus aku harus bilang apa?" teriak Fani lalu mengedarkan pandamgannya mencari hpnya yang jatuh.


"asal kau tahu saja kedudukanku lebih tinggi daripada supir" ketus Felix.


"yang namanya supir tetep saja supir huh"


"dasar wanita mulutnya sadis kaya pisau minta dibaigot biar tahu rasa" batin Felix.


Hp Fani berada didekat lemari akibat terlempar karena mereka berdua jatuh bersamaan. Keduanya menyadari dan segera mengambilnya bersamaan. Tapi Felix kalah cepat lalu berdecih kesal karena tak bisa mendapatkan hp Fani.


"fuh selamat coba lihat dulu sudah dihapus apa belum" batin Fani sambil berkutat dengan hpnya.


"berikan hp itu secara damai yu" kata Felix.


"gak mau ini kan hpku, keluar kamu dari kamarku sekarang" teriak Fani mengusir Felix.


"ish diminta baik-baik malah nyolot" Felix berjalan mendekat. "untuk apa kamu mencari tahu tentang baby? Apa mau mencelakainya?" tanyanya.


Fani berjalan mundur. "baby?? Siapa itu baby?" Fani balas bertanya. "sebenarnya siapa kamu? Kenapa bisa berada dikamarku?" tanya Fani lagi sambil terus berjalan mendur seiring dengan Felix yang berjalan maju.


"kau tidak perlu tahu hapus saja apa yang aku minta"


"jangan-jangan yang dia sebut baby itu Karin, tapi apa hubungannya?" batin Fani.


Fani terus berjalan mundur hingga mentok ketembok, dia menggenggam hpnya dengan erat supaya tidak direbut sama Felix.


Felix semakin mendekat dan terus mendekat lalu merubah wajahnya. "jika kamu mencintai dia harusnya kamu membuatnya bahagia bersama orang yang dia cintai daripada memaksanya bersamamu"

__ADS_1


"tahu apa kamu"


"aku tahunya dari novel telenovela terbaru siapa tahu hatimu luluh"


"apaan itu, dasar bajingan tukang gombal minggir"


"grr bajingan tukang gombal sebutan apaan tuh" batin Felix gak terima.


Felix mengunci tubuh Fani dengan kedua tangannya membuatnya tak bisa kemana-mana, memasang muka datar juga dinginya membuat Fani terkejut sekaligus takut.


"se se sebenarnya siapa kamu? tanya Fani terbata.


"kamu gak perlu tahu siapa aku, jika kamu berani melakukan sesuatu sama baby aku akan menghukummu dengan caraku sendiri" ancam Felix.


"memang dia apanya kamu"


"dia seorang ratu yang berharga bagi kami semua, terjadi sesuatu padanya kami semua akan turun tangan mencari penyababnya dan membalasnya"


"apa arti ucapannya itu? kalo Karin sangat berharga bagi mereka, sebenarnya siapa Karin?" batin Fani sambil menggenggam erat hpnya.


"aku gak mau"


Felix mendesah kesal "dasar cewek keras kepala" batinnya. "kalo saja baby tidak melarangku sudah kupatahkan tangannya saat ini, baiklah sepertinya harus dengan cara ini nih" batinnya lagi sambil memikirkan cara.


"awas yu diatas ada kecoa" Felix mencoba mengerjai Fani. Mendengar itu Fani sendiri lamgsung panik karena dia takut sama kecoa.


"hah, kecoa!" Fani mendorong badan Felix hingga membuatnya mundur dan kabur keluar.


"astaga gagal deh ambil hpnya fuh" batin Felix.


Felix melihat laptop yang masih menyala diatas meja, dia berjalan mendekat memeriksanya secara rinci, benar saja Fani menyuruh beberapa orang untuk menyelidiki Karin. Setelah itu dia berkutat dengan laptop lalu segera mengambil hpnya melakukan panggilan kesalah satu anak buahnya.


"bereskan beberapa orang ini, datanya akan segera terkirim" titahnya kepada salah satu anak buahnya.


"baik tuan" balas orang diseberang telfn dan segera mematikan telfnnya.


"sepertinya aku juga harus merentas hp miliknya juga" batin Felix sambil berkutat sama laptop milik Fani.

__ADS_1


"baby dengan begini kamu aman sayang hehehe" katanya tersenyum senang setelah apa yang dia lakukan.


Fani yang ketakutan berlari kebawah sambil menggenggam hpnya. Setelah tiba ditempat yang aman dia segera membuka hpnya melihat kembali apa yang dikirim oleh detektif suruannya masih tersimpan disana.


"shit!!!" umpat Fani saat mengetahui apa yang dia cari sudah hilang disana.


"bagaimana mungkin tadi dia belum sempat membuka hpku kan, lalu kemana hilangnya semua data-datanya?" gerutunya sambil mengutak atik hp dengan muka marahnya.


Bagaikan hantu dan tanpa suara Felix sudah berdiri dibelakang Fani, dia melingkarkan kedua tangannya memeluk pinggang Fani sontak membuatnya terkejut dan menjatuhkan hpnya.


"sorry hpnya kurentas" ucapnya santai menaruh dagunya dipundak Fani.


"kamu sejak kapan dibelakangku" pekik Fani mencoba melepas tangan Felix yang berada diperutnya.


"sejak tadi" jawabnya sambil tersenyum lalu dia membalikkan badan Fani agar menghadap dirinya dan kembali memeluk pinggangnya dengan erat.


"lepaskan aku, mau apa kau? lepaskan aku" teriak Fani namun Felix tak bergeming dia semakin mengeratkan pelukannya.


Felix tersenyum tanpa menunjukan giginya. "kau tidak akan mengganggu baby lagi" katanya.


"itu..." mendengar itu Felix berlahan mendekatkan wajahnya membuat Fani pucat pasi.


"iya tidak akan ganggu lagi sekarang lepaskan aku, please"


"wah bagus kalo begitu cup" Felix langsung mengecup bibir Fani sebelum dia pergi membuatnya terpaku.


"aku pergi dulu sayang dadah" katanya sambil berjalan menuju pintu dengan santai sedangkan Fani masih terpaku.


"kau bajingan gila" teriaknya menggema diseluruh ruangan membuat para pelayan berlari menghampiri nonanya.


"ciuman pertamaku dirampas begitu saja" batinnya geram sambil menaiki tangga.


Felix tersenyum senang karena berhasil menggoda Fani, dia mengendarai mobilnya menuju bangsal rumah Erick sambil senyum-senyum sendiri karena mencuri ciuman pertama Fani, sebelumnya Felix sudah mencari tahu tentang Fani karena itu dia begitu senang saat tahu dia belum pernah pacaran sama sekali dan selalu menjaga dirinya agar tidak disentuh orang lain.


"wanita Indo memang manis-manis ya hihihi" gumamnya sambil menyetir mobil.


*****

__ADS_1


__ADS_2