THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
PENJELASAN PAPA


__ADS_3

Erick menelfon polisi disaat Karin pergi menuju lokasi dengan mobilnya, Disaat itulah ada yang memukul Erick dari belakang hingga pingsan tak disangka dia akan dibawa ke gedung kosong dimana Ran Ran dan yang lainnya berada saat ini.


"Erchan!" kata Karin kawatir melihat kekasihnya dalam keadaan pingsan.


"jangan panik tetap tenangkan dirimu" kata Ran Ran.


Pria itu memperlihatkan sebotol kecil obat yang berada ditangannya sambil tersenyum.


"apa ini yang kamu cari kesini dan ambilah sendiri, nona, atau anda ingin meminum sendiri obat ini" kata pria itu memperlihatkan obat ditangannya.


"tujuannya cuma aku seorang ternyata" batin Karin serius melihat kearah pria tersebut.


Dia berjalan turun kebawah berniat menghampiri mungsuhnya tapi Ran Ran memegang tangannya menahan supaya Karin tidak pergi.


Ran Ran bergeleng kepala Karin hanya tersenyum. "jangan kawatir aku tak akan kenapa-napa" katanya tersenyum kecil.


"dia atau kamu yang minum pilih sendiri" ucap pria itu sambil tersenyum menyeringai.


"jangan kawatir aku sendiri yang akan meminumnya" balas Karin sambil berjalan turun kebawah kearah pria itu.


"bos" kata mereka kompak.


"terjadi sesuatu sama bos kuhabisi kau dasar bangsat" kata Felix geram.


"cari celah kita serang disaat dia lengah" sahut yang lain.


Karin terus berjalan maju hingga jarak mereka cuma sebatas satu meter, pria itu melempar obat yang dipegangnya menaruh belati dileher Erick memastikan Karin meminumnya tepat didepan matanya.


Karin melihat kapsul yang berisi cairan obat itu dengan serius lalu melihat kearah pria itu.


"apa kita punya masalah dimasa lalu sebelum aku mati aku ingin memastikannya saja"


"apa kau sudah lupa denganku kita pernah bertemu walau sekali" kata pria itu, Karin nampak bingung dia melihat wajah pria didepannya mencoba mengingat masa lalu.


"jangan pura-pura sok lupa kau sudah membuat saudaraku seperti itu, menangkapnya dan membuat dia menghilang tanpa jejak" ucap pria itu membuat Karin terkejut.


"saudara!!?" batin Karin.


"banyak orang yang aku tangkap karena mereka melanggar hukum" jawab Karin santai.


"jangan pura-pura sok gak tahu kau sudah menghilangkan kedua tangannya membuatnya menjadi tak berguna"


"kau, jangan bilang kau adiknya Jun" kata Karin tak percaya pria didepannya ini adiknya Jun, mereka sempat bertemu sekali waktu bermain kerumah Jun itupun paksaan dari Yoko.

__ADS_1


"apa" kata mereka semua kompak tak percaya kecuali Ran Ran yang tahu cerita sebenarnya.


"asal kau tahu saja kakakmu pantas mendapatkannya karena dia telah menghilangkan yawa Yoko" geram Karin mengepal erat tangannya.


"jangan banyak bicara cepat minum obat itu"


pria itu menjambak rambut Erick membuatnya menengadah keatas menekan pisaunya kekulit leher hingga darahnya mengalir keluar.


Erick yang kesakitan tersadar mendapati dirinya sudah tidak bisa bergerak apalagi melihat wanitanya dalam keadaan marah sambil memegang sebuah obat.


"ini urusan pribadi dimasa lalu dia tak ada hubungannya dengan semua ini" geram Karin.


"jangan banyak bicara cepat minum" pria itu terus menekan belati dileher Erick membuatnya cuma meringis menahan sakit.


Karin melihat obat ditangannya dia membuka tutup kapsul yang berisi cairan obat itu berlahan dia meminumnya. Semua mata melotot ingin mencoba menahannya tapi tangan Karin menyetop supaya tidak ada yang maju, Ran Ran berlari mencoba menghentikan Karin tapi pria itu melempar belati tepat kepahanya membuatnya berhenti.


"ini salah paham aku tahu cerita sebenarnya" teriak Ran Ran.


"jangan pedulikan lanjutkan minum obat itu" titahnya dengan wajah iblisnya menaruh belati lagi dileher Erick.


"Erick" teriak seorang wanita dimulut pintu.


Tanpa aba-aba dia langsung berlari kearah pria itu, dia menahan kaki kiri dan menggunakan lutut kaki kanannya menghantam kepala lawan.


Badan pria itu jatuh terperosok kelantai dan pingsan seketika, semua mata terjenggang melihatnya.


"beraninya kau melukai keponakan kesayanganku, kusentil ginjalmu tahu rasa kau hah" teriak wanita itu yang ternyata tantenya Erick.


Dia berlari menghampiri Erick membuka ikatan ditangan dan kakinya.


"ayo kita kedokter sekarang juga" kata Carline kawatir.


"gak usah te aku gak apa" kata Erick menolak.


"te ternyata wanita sexsy bisa melakukan teknik gulat juga ya" kata mereka dari pihak Karin.


"makanya jangan main-main sama wanita mulai sekarang" kata Billar.


"betul betul" jawab semua berjamaah.


Karin menumpahkan obat itu kelantai berlari menuju papanya, karena Erick sudah ada yang menolong.


"ayo pa aku obati lukanya" kata Karin membantu Ran Ran berdiri.

__ADS_1


"tadi kamu bilang apa?" kata Ran Ran terkejut juga tak percaya.


"papa, aku sudah tahu semuanya terima kasih selama ini sudah melindungiku diam-diam" Karin memeluk papanya erat melepas kangen.


"kau sudah dewasa sekarang" Ran Ran membelai punggung Karin dengan sayang.


"ayo pulang"


Polisi yang ditelfon Erick datang dan menangkap semuanya tanpa terkecuali. Karin mengajak Ran Ran pulang dan mengumumkan pada semuanya bahwa Ran Ran adalah papanya.


"apa!! jadi Ran Ran itu sebenarnya bapaknya bos yang dicari" jawab kedelapan orang itu bersamaan kecuali Johan.


Johan sudah tahu jika Ran Ran papa kandung Karin karena begitu masuk MIG dia langsung mendatangi Johan secara pribadi.


Mereka berdua kini duduk ditaman bercengkrama sambil menyeruput teh juga cemilan yang dihidangkan pelayan rumah.


"bisa dijelaskan kesalah pahaman yang kau maksud pa?" kata karin penasaran.


"setelah aku jelaskan bebaskan dia buatkan tangan untuknya dan biarkan dia pulang bersama adiknya"


"baiklah jika itu yang papa mau aku akan mengabulkannya"


"terima kasih, Yoko mamamu mati bukan karena dibunuh oleh Jun tapi karena dia sakit dan lemah akibat dijadikan kelinci percobaan" kata Ran Ran mulai bercerita.


"tadi papa bilang Yoko adalah mamaku"


Ran Ran hanya mengangguk. "Yoko yang kau anggap sahabat baik itu sebenarnya adalah mamamu sendiri dialah yang memberi tahu jika kamu adalah putriku, awalnya aku tak percaya tapi setelah dia memberiku darahmu juga rambutmu untuk tes DNA barulah aku percaya kalo kamu putriku, kemungkinan saat mengambil darahmu diketahui oleh Rain dan dia mengira kau disuntikan obat olehnya jadi ya salah paham dia mencoba meneliti apa yang ada padamu dan dihancurkan oleh Aoi" tutur Ran Ran menjelaskan.


"Yoko adalah mama kandungku pantas kami begitu dekat" batin Karin masih tak percaya.


"hasil tes DNA itu diberikan kekakekmu diParis saat kalian berdua liburan keParis, tujuan Yoko agar kakekmu tahu dia punya seorang cucu yang masih hidup dan sehat diluaran sana saat itu kau juga bertemu dirumahnya kan saat bikin masalah disebuah club milik kakek"


Karin langsung meringis menunjukan giginya begitu mendengarnya.


"mereka berdua juga sama dengan papa tidak mempercayai kalo kamu cucunya, hingga mereka memerintahkan anak buahnya untuk mencuri sampel darahmu sekaligus rambutmu waktu kamu dirawat dirumah sakit milik keluarga Evan, melakukan tes dilaboratorium miliknya sendiri dan baru percaya setelah tahu hasilnya, apa penjelasan papa sudah cukup"


Karin mengangguk senang lalu dia berkata. "apa bener pa dibadanku tidak ada apa-apanya? lalu kenapa wajah kami bisa sama jelaskan dong pa" tanya Karin masih belum puas.


"kita kesebelah yuk papa jelaskan secara alami menurut dunia kedokteran"


*****


Nah kita kesebelah yuk man teman melihat penjelasan pak dokter.🤗🥰😎😎

__ADS_1


__ADS_2