
Setelah sampai di bandara Erick langsung berlari mencari keberadaan Karin, dia celingukan kesana kemari seperti orang bingung juga linglung dipandang heran sama semua orang disana.
Berkali-kali dia menelfon kekasihnya tapi tak kunjung diangkat membuatnya frustasi, dia begitu senang kala panggilannya terhubung.
"kamu dimana Bi?" kata Erick setelah terhubung dengan suara tersengal-sengal akibat berlari, Karin hanya diam saja.
"bandara mau keJakarta, ada apa?" balas Karin santai. Erick begitu terkejut mendengarnya dia tak percaya kekasihnya pergi tanpa memberi tahu dirinya.
"posisimu dimana jawab aku dan jangan tutup telfonnya" ucapnya dengan harapan.
"Erchan ka..."
"jangan beralih cepat jawab sekarang"
"aku tunggu dipintu loket dalam lima menit" dia berkata sambil berjalan menuju pintu loket diikuti Johan.
"ok, jangan kemana-mana"
Erick tidak menutup panggilannya dia terus berlari menuju pintu loket yang dikatakan Karin.
Suara gempuran sol sepatu dengan lantai keramik bandara terdengar memekik telinga, suara hembusan nafas yang memburu terdengar begitu jelas ditelinga Karin.
Pandangan matanya menunduk entah apa yang dia pikirkan saat ini, yang jelas dia enggan sekali bertemu dengan kekasihnya itu.
Dalam keadaan menunduk dan sedih Karin berbalik dia berniat untuk tidak menemui kekasihnya itu, dia melangkahkan kakinya dengan berat menuju jeprinya.
"Bi" baru selangkah Karin berjalan terdengar suara seorang pria yang sangat dia kenal memanggilnya.
Dia menghentikan langkahnya dan berbalik melihat pria itu. "Erchan" panggilnya lirih.
Erick yang sudah sampai langsung memeluk Karin begitu saja dia tidak peduli sama semua orang yang melihatnya.
"Bi maafkan aku, kumohon jangan menghindari ku, aku tidak akan mengulanginya lagi, tetaplah bersamaku jangan menghindar lagi aku tidak bisa tanpamu" tuturnya sambil mencium telapak tangan Karin.
"Erchan aku hanya ingin sendiri dulu" kata Karin.
"katakan yang sebenarnya jangan dipendam aku akan memperbaiki sikapku asal kamu tidak pergi dari sisiku"
"Erchan untuk kali ini aku benar-benar ingin sendiri, maaf Erchan kembalilah"
__ADS_1
"sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia menghindar dariku? dan lagi tatapan itu, kenapa?" Erick terus bertanya dalam hati.
"ikuti kata orang tuamu Erchan patuhilah mereka jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari, sudah ya Erchan aku harus pergi"
Karin melepas tangan Erick dan berjalan menjauh, tapi Erick dengan sigap langsung memegangi tangan Karin kembali membuatnya terkejut dan menoleh kearah kekasihnya.
"berjanjilah padaku dulu Bi bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan diriku, berjanjilah padaku kau akan selalu bersamaku dan akan menungguku" ucap Erick dengan harapan bahwa kekasihnya itu tidak akan pernah meninggalkan dirinya.
Karin terpaku diam seribu bahasa mendengar kata janji dalam mulut kekasihnya, selama ini dia memang tidak pernah mengumbar janji padanya karena itu sangatlah berat baginya.
Bagi dirinya janji adalah ibarat rantai yang mengikatnya juga mengekangnya, membuatnya tidak bisa melakukan apapun dengan leluasa.
"itu sangatlah berat" katanya lirih.
"please Bi itu adalah harapanku satu-satunya, kita berdua pernah kehilangan dan kau sendiri sangat mengerti itu"
Karin menghela nafas sejenak lalu berkata dengan berat dan lirih. "baiklah aku berjanji tapi aku tidak bisa menunggu lama karena hati sangat rapuh" Erick dibuat terkejut dengan ucapan Karin kekasihnya.
Erick langsung memeluk Karin begitu saja membuatnya tak bisa berkutik. "terima kasih Bi" katanya berkali-kali.
"Erchan aku harus pergi" Karin berkata sambil melepas pelukannya.
"iya, aku akan patuh sama orang tuaku tapi bukan untuk mencari penggantimu, tunggu aku dirumah aku akan datang secepatnya"
Disaat yang bersamaan beredarlah sebuah foto-foto mesra berikut serta video antara Karin dan Erick disosmed, tertulis begitu jelas bahkan dijadikan halaman utama dilayar. "percintaan terlarang sang pewaris perusahaan batik ternama Jogja bersama sang pemilik hotel berbintang Savana Jakarta"
Berbagai isu dan gosip tentang Erick dan Karin mulai menyebar luas dalam hitungan detik didunia maya, banyak sekali yang menghujat atas hubungan terlarang mereka berdua, ada pula yang prihatin dengan mereka berdua.
Sang Romo yang berada dirumah sakit mendapat telfon dari beberapa nomor tak dikenal, berbagai kecaman dia terima tanpa tahu sebabnya.
Untuk mengetahuinya sang Romo menyuruh bawahannya untuk menyelidiki apa yang terjadi.
"kalian selidiki apa yang terjadi" titahnya sama bawahannya.
"baik tuan" jawabnya sopan lalu menutup telfonnya setelah mendapat balasan dari majikannya.
Erick berjalan menuju mobilnya dalam keadaan lunglai, seluruh badannya lemas tak berdaya seakan tak bertulang tanpa sadar buliran air mata mengalir membasahi pipinya.
Rasanya begitu berat harus berpisah walau cuma sementara, dia enggan untuk kembali pulang dia ingin sekali berlari kearah kekasihnya dan menariknya kembali. Rasa sukanya begitu besar terhadap Karin lebih dari apapun didunia ini.
__ADS_1
Felix datang karena mendapat telfon dari Karin supaya menemani Erick dibandara, dia tidak mau terjadi sesuatu sama kekasihnya saat menyetir sendiri dalam keadaan seperti ini.
"hallo bos kamu duduk saja dibelakang dengan santai nangis juga boleh" kata Felix mengagetkan dengan senyum merekah bak mentari pagi.
"sejak kapan kamu disini?" tanyanya heran.
"sudah bos gak usah tahu sekarang kamu mau kemana? Biar aku anter" jawabnya.
"huh songong kita kembali kerumah sakit sekarang"
Disaat Felix hendak menyalakan mesin mobil tiba-tiba ada seseorang mengetuk kaca mobilnya, Erick segera membuka kacanya tapi hanya sedikit.
"ada apa?" tanya Erick sama orang tak dikenal itu.
"wah ternyata benar yang asli jauh lebih tampan, aku jadi ingin tahu yang satu lagi tapi sayang Kelian homo" kata orang itu membuat Erick juga Felix mengangkat sebelah alisnya heran.
"apa maksudmu" teriak Erick tak mengerti.
"lho kamu gak tahu ya kalian berdua lagi viral percintaan terlarang antara pewaris perusahaan batik bersama pemilik hotel Savana"
Felix segera membuka hpnya saat mendengarnya. Dia langsung mendelik melihat berbagai berita di sosmed tentang Erick dan Karin majikannya.
"memang kenapa kamu tertarik ingin melakukannya juga" Erick membalasnya dengan sinis.
"aku cuma penasaran apa homo seperti kalian masih suka sama wanita atau tidak hahaha" ejek orang itu membuat Erick geram.
Felix segera menekan tombol supaya kaca mobil naik keatas dan melajukan mobilnya ngebut.
"Lix apa kau tahu apa yang terjadi?" tanyanya sama sang supir.
"kalian berdua viral disosmed judulnya percintaan terlarang antara pewaris perusahaan batik ternama bersama sang pemilik hotel berbintang Savana, bukalah hpmu nanti kau juga tahu sendiri" kata Felix dengan pandangan lurus kedepan.
Felix mengambil hpnya disaku celana dan menekan salah satu nomor disana.
"selidiki dengan rinci berita itu" titahnya sama orang diseberang yang ternyata anak buahnya sendiri.
"siap tuan"
"hhmm"
__ADS_1
*****
Dukung author dengan like dan komen🥰😘