THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
LAURAN & YOKO


__ADS_3

Bruk.....


Seorang perempuan tak sengaja menabrak seorang dokter yang berdiri bercakap sama dokter lainnya karena terburu-buru hingga jatuh karena badannya yang lemah.


"maaf tuan saya tidak sengaja mohon maafkan saya" ucap perempuan itu berusaha untuk berdiri.


"tidak apa namanya juga sedang buru-buru" balas dokter itu tersenyum ramah.


Perempuan itu tersipu malu dan segera meninggalkan sang dokter bersama temannya, dokter itu memperhatikan punggung perempuan itu hingga jauh.


"ehem sepertinya ada yang tertarik sama seseorang nih" ejek temannya.


"bukan begitu aku hanya belum pernah bertemu dengannya saja" ucap sang dokter.


"dia pasien yang ditelantarkan disini dihari yang sama denganmu datang kesini namanya Yoko Geraldine, dokter Ricard memperkerjakan dia sama kaya pasien yang lainnya yang dibuang" tutur temannya menjelaskan.


"begitu ya" kata dokter itu sambil tetap menatap Yoko yang sudah tak terlihat lagi.


"hati-hati nanti kecantol"


"kau ini ada ada saja ayo kita harus kerja"


Mereka berdua menuju ruangan dokter masing-masing memeriksa berkas yang berada dimeja.


"permisi maaf saya mau mengganggu" kata Yoko yang tiba di ruangan dokter itu. Dia hanya bengong saja karena mendapati ruangan itu kosong tidak ada penghuninya dan bingung sendiri.


"gimana nih tinggal ruangan yang ini belum dibersihin apa besok saja ya" gumam Yoko kebingungan.


"ya tinggal dibersihkan kenapa ribet sekali" sahut seorang dokter dari belakang.


"ta tapi saya takut" Yoko berbicara tanpa melihat seseorang dibelakangnya.


"jangan kawatir nanti kalo ada barang ilang kamu tinggal dipanggil dan..." belum selesai bicara Yoko sudah berbalik badan memegang kaki sang dokter memelas membuatnya terkejut mengeryitkan kedua alisnya.


"jangan usir saya tuan saya tidak punya tempat tinggal selain disini, kalo saya diusir saya akan tinggal dimana kumohon belas kasihmu" kata Yoko memelas dan berwajah sedih.


Sang dokter memegang jidatnya melihat Yoko seperti itu dia lalu membantunya berdiri.


"aku cuma bercanda Yoko jangan dibuat serius dong ayo masuk dan bersihkan ruanganku" kata dokter mengajaknya masuk.


"benarkah terima kasih" balas Yoko sambil membawa peralatan kebersihan.


"perkenalkan namaku F. Lauran terserah mau panggil apa" dokter Lauran tersenyum ramah mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.

__ADS_1


"a aku eh maaf saya Yoko, Yoko Geraldine salam kenal dokter" balas Yoko tersipu malu melihat wajah dokter Lauran.


Dokter Lauran yang pandai bergaul dan selalu tersenyum ramah memang akrab pada siapa saja tapi dia lebih dekat sama para pasien daripada sesama dokter, salah satunya Yoko gadis pendiam dan penyendiri itu bisa tersenyum lepas dan banyak bicara jika bersama dokter Lauran hingga tersebar gosip jika mereka berdua menyimpan hubungan.


Tapi semua itu diabaikan Yoko karena dia menganggap dokter Lauran hanya teman biasa tidak lebih.


"maaf gara-gara saya jadi tersebar gosip seperti ini dirumah sakit" kata Yoko menundukkan kepala.


"kenapa kamu yang minta maaf itu kan cuma gosip nanti juga hilang dengan sendirinya" kata dokter Lauran sambil mengerjakan tugasnya.


"lebih baik cepat selesaikan perkerjaanmu biar bisa istirahat" lanjutnya.


"mm iya" Yoko segera mengerjakan apa yang dilakoninya setiap hari tanpa mengeluh sang dokter memperhatikannya diam-diam.


Tepat diruangan bayi dia berhenti melihat para bayi yang sedang tertidur pulas, ada yang bangun dan ada yang menangis digendongan perawat yang bertugas disana.


Yoko tersenyum kecil dicendela kaca mengagumi para penerus umat didepannya.


"lucu ya" sahut dokter Lauran yang kebetulan lewat dan berhenti saat melihat Yoko tersenyum kecil melihat kedalam.


"eh dokter maaf" Yoko kaget melihat dokter Lauran sudah berdiri tepat disampingnya dan segera mengambil langkah seribu.


"gak usah pergi santai saja"


"tapi..."


Yoko menunduk malu mengatakannya. "iya" katanya pendek lalu kembali melihat kedalam ruangan bayi.


"kau sangat suka sama mereka ya" tanya dokter tanpa melihat kearah Yoko.


"iya, malaikat kecil obat dari semua penyakit hanya dengan melihatnya saja semua rasa sakit akan hilang, saat melihat senyum tulusnya tanpa beban sudah membuat kita melupakan segala yang ada dipundak kita"


"kau menginginkannya hadir dihidupmu"


"aku aku sudah tidak sempurna" Yoko berkata sambil menunduk sedih membuat dokter Lauran melongo terkejut.


"aku tidak bisa punya anak walau ingin, selamanya! Itu semua karena obat-obatan yang masuk kedalam badanku" lanjutnya dengan wajah sedih.


"tidak ada yang tidak mungkin jika tuhan sudah berkehendak" kata dokter Lauran dengan pandangan lurus kedepan.


"apa itu artinya aku masih punya peluang untuk melahirkan anak" kata Yoko berharap.


"perbandingannya 1000:1, kita lihat tesnya secara keseluruhan dulu"

__ADS_1


Yoko menganga tak berkedip sama sekali mendengar apa yang diucapkan dokter Lauran, dia berharap apa yang dikatakan dokter Luran sungguh tidak percaya itu terjadi padanya semoga tuhan mengijinkan dirinya melahirkan keturunannya sendiri.


"terima kasih, aku sangat berharap bisa melahirkan keturunanku sendiri" kata Yoko tersenyum tulus dengan harapan dihati.


"semoga aku bisa mewujudkan keinginanmu" balas sang dokter tersenyum lembut.


Seorang pria membuka mata pelan, dia terduduk melamun mengingat awal pertemuan dan hari-harinya bersama Yoko dulu.


Dia menghela nafas sejenak lalu menggerakkan bola matanya kearah luar menikmati langit diluar yang cerah berwarna putih bersih terbentang luas.


"semoga kamu tenang disana!!" ucapnya memejamkan mata seraya berdoa untuk dia.


Dia bangkit dari duduknya berjalan kearah sebuah ranjang tempat seorang nona memejamkan matanya begitu lelap melepas semua beban dipundaknya, dia duduk dipinggir ranjang itu menghadap sang nona membelai rambutnya dengan sayang dan lembut lalu mendaratkan kecupan dahinya.


"maafkan papa baru bisa menemukanmu beberapa tahun lalu, seandainya papa menemukanmu sejak dulu mungkin hidupmu tidak akan semenderita ini" kata pria itu tersirat rasa penyesalan diwajahnya yang mulai tua.


Dia bangkit dari ranjang itu dan berjalan menuju cendela lagi sambil mengambil hpnya disaku.


"bagaimana disana?" tanyanya sama orang diseberang begitu panggilannya terhubung.


"hati-hati tangan kanan Mateo keIndo dia mendapat kebebasan untuk melakukan apapun sama putrimu" balas orang diseberang.


"baiklah, terima kasih atas bantuanmu" kata pria itu.


"tidak perlu berterima kasih aku akan membantumu sebisaku disini"


"hati-hatilah"


"jangan kawatir kamu temani saja putrimu disana"


"hmm"


"sepertinya aku harus bergerak lebih dulu" batin pria itu serius dan geram.


Tring....


Hp diatas nakas berbunyi menghentikan pria itu bercakap sama temannya diseberang, segera dia mengakhiri panggilannya lalu berjalan kearah nakas tempat hp berada melihat pesan apa yang masuk disana.


"aku sudah kirim semuanya kuharap kamu tidak syok saat melihatnya" begitulah kata pesan yang tertera dilayar hp itu.


Pria itu mengeryitkan kedua alisnya dia mengulurkan tangannya mengambil hp itu mencoba membukanya.


Hoammmm

__ADS_1


*****


Dukung author dengan memberi like & komen juga lainnya dukungan anda begitu berarti bagi author lho🤗😘🥰


__ADS_2