THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
PELAYAN BARU


__ADS_3

"sibos pengen dicipok bibirnya gemes juga lihat simungil" Karin hanya diam saja mendengar anak buahnya pandangannya tertuju pada hp.


"mang kamu berani melakukannya" tantang orang disebelahnya.


"nggak....! mending ***** bok ndewor dirumah!" langsung ngomong tanpa disadar.


"bahahahahahahahaha" mereka semua langsung tertawa menggelegar kepenjuru aula. Johan dan pak Anton mendesah kesal menyatukan kedua alisnya.


"pufff" salah seorang wanita disamping pak Aldo menahan tawa karena melihat tingkah lucunya.


"Nana kamu tahu siapa wanita ini?" Karin memperlihatkan sebuah video dihpnya, sosok wanita dengan paras cantik elegan sedang menggoda salah satu orang kepercayaannya disebuah cafe.


"dia putri walikota negara A, kekuasaan papanya membuat dia begitu sombong dan berkuasa dia tak akan segan-segan menindas kaum bawah" ucap Nana menjelaskan.


"oooh!! dia merayu Bryan pasti ada sesuatu jadi penasaran!" kata Karin menyandarkan kepalanya diatas punggung tangan dengan meja yang menjadi tumpuan.


"lebih baik kubiarkan dulu selama tidak bikin masalah" batin Karin lalu melirik anak buahnya yang masih bercanda sambil tonyor-tonyoran lalu gantian melirik kearah pak Aldo dan yang lainnya.


"kalian boleh balik kecuali Johan" Karin berkutat dengan hpnya mengirim sebuah pesan whatshap.


"siiiaaaap bos" jawab mereka kompak


"hhhmmmm" jawab Johan yang sedari tadi hanya diam dengan muka dinginnya berdiri dekat pelayan cewek bekas pak Toni membuatnya terpesona dengan badan Johan yang tinggi kekar juga berotot.

__ADS_1


"untuk pak Aldo juga lainnya biar pak Anton sendiri yang tentukan" setelah bicara seperti itu Karin berdiri menuju kamarnya yang berada dilantai dua menuju kamar yang paling luas sendiri.


"baik tuan" kata pak Anton menunduk lalu berjalan kearah pak Aldo dan lainnya.


"ada dua pilihan dan keputusan ada ditangan kalian sendiri" kata pak Anton memulai.


"kalian mau keluar dan bebas jangan kesini lagi atau tetap disini melayani tuan, kalian sudah sembuh bukan juga kalian semua bisa mencari perkerjaan lain diluar sana bebas mau ngapain, jika tetap disini kalian harus patuh tak bisa membangkang berkutatlah diarea belakang jangan masuk rumah besar tanpa persetujuannya" kata pak Anton datar juga dingin.


"disini saja yu, biar kita bisa ketemu lagi" sahut salah seorang yang dibawa pak Anton.


"bener, disini saja hidup terjamin nanti kalo diluar dijahati orang gak ada yang nolongin waduh gak kebayang tubuhnya benjut lagi gak enak dilihat" sahut Joni menakut nakuti.


"jadi simpanan abang saja dirumah hahaha" sahut seorang lagi membuat pak Anton langsung melirik kearahnya menakutkan.


"maaf pak kelepasan" kata orang tadi mengangkat tangannya dan menunduk.


Kelompok pak Anton membubarkan diri mereka mempersiapkan keperluan untuk pulang, Johan mengangkat tas ransel yang berisi berbagai macam senapan dan senjata lainnya kerumah belakang menuju kamarnya. Dan pak Anton sendiri masih diam ditempat menunggu keputusan pak Aldo dan lainnya.


"sa, saya disini saja tuan" kata salah seorang cowok memulai, pak Anton hanya diam.


"sa, saya juga lagipula za zaman sekarang cari kerja su susah apalagi hanya lulusan SMP belum lagi masih nyari tempat tinggal" sahut seorang cowok lagi dengan gemetar dan takut.


"ka, kalo kamu bilang begitu aku ikut juga" sahut seorang disampingnya.

__ADS_1


"aku juga"


"kami semua akan disini tuan" jawab mereka semua kompak.


"yakin!! apa tidak menyesal fikirkan lagi sebelum menyesal bisa saja orang didepan kalian saat ini jauh lebih mengerikan" kata pak Anton dengan tegas datar juga dingin.


Pak Anton berjalan keatas hendak menemui Karin yang berada dikamarnya, saat berada ditengah tangga langkah kakinya terhenti saat semua berkata "kami semua yakin tuan!!" pak Anton melanjutkan langkah kakinya sambil tersenyum puas dengan jawaban mereka.


Dikamar Karin tidak istirahat melainkan berkutat dengan sebuah cyber kesayanganya, dia melihat dengan detail data-data para pelanggan yang rutin menggunakan jasanya.


Cyber ini diletakan khusus disalah satu ruangan kamar Karin dengan kode akses mata Karin sendiri untuk membukanya. Tidak ada yang bisa membuka ruangan itu kecuali Karin sendiri yang membukanya.


Karin memiliki dua cyber untuk mengembangkan usahanya satu cyber kecil mahakaryanya sendiri satu lagi cyber besar mahakarya Yoko sahabatnya. Berkat cyber ini Karin bisa mengendalikan seluruh pengikutnya dan membobol berbagai CCTV mengetahui apa yang dia inginkan bahkan satelit luar angkasa, juga jika ada sesorang yang berbuat jahat atau merugikan usahanya.


Tok tok tok


Anton mengetuk pintu kamar Karin dan segera Nana membukanya mempersilakan pak Anton masuk.


"gimana pak?" tanya Karin tanpa melihat kearah Anton.


"mereka siap melayani tuan, tapi apa gak masalah tuan" kata pak Anton.


"apa kau lupa siapa aku, aku bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka trauma seumur hidup kalo itu diharuskan" kata Karin menyunggingkan senyum kecil disudut bibirnya. Pak Anton hanya diam saja melihat Karin dan Karin mengerti isyarat itu.

__ADS_1


"jangan kawatir pak Anton Johan akan mengatur semuanya, sekarang kau boleh balik keSurabaya dan istirahat" lanjut Karin sambil tetap berkutat dengan cybernya.


*****


__ADS_2